Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Terima Kasih


__ADS_3

Jane yang ingin keluar kamar menghentikan langkah nya dan mengurungkan niatnya untuk mengetahui suara apa yang di dengarnya tadi, saat mendengar Tom sedang marah-marah pada Jona di ruang tamu.


"Terus Tom bagus, kalau perlu hajar," ucap Jane dari balik pintu kamarnya. "Eh nanti dulu bukannya Tom anak buah Jona, kenapa dia memarahi Jona ya? Ah aku penasaran, masa anak buah memarahi bos,"


Jane Akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menguping pembicaraan antara Jona dan juga Tom di balik tembok.


Tom berdiri sambil bertolak pinggang tepat di hadapan Jona yang sedang duduk di sofa, setelah Tom mengebrak meja yang ada di hadapan Jona.


"Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan padamu Jona. Kamu sungguh bodoh, dan orang terbodoh di dunia ini itu kamu Jona!" Tom menunjuk jari telunjuk nya ke arah Jona. "Aku yakin uncle malu memiliki putra seperti dirimu, kamu tahu bisnis kita ini sudah turun temurun dari kakek kita, dan kamu cucu tertua yang harusnya meneruskan bisnis itu,"


"Aku sudah mengatakan padamu Tom, aku benar-benar ingin keluar dari dunia gelap itu, dan aku sudah mengatakan padamu, jika kamu ingin mengambil alih silakan,"


"Mengambil alih? Apa kamu tidak bisa berfikir, anak buah kita patuh terhadap susunan ahli waris yang sudah di tentukan oleh kakek kita dan penerus ketiga itu sekarang kamu,"

__ADS_1


"Kamu bilang saja pada mereka jika aku sudah tiada dan kamu yang menggantikan posisi ku beres kan?"


"Dasar bodoh, apa kamu akan menjadi orang biasa seperti ini dan bergaul dengan orang-orang bodoh yang ada di komplek ini? Aku mencarikan tempat persembunyian ini agar kamu aman, dari kejaran musuh dan juga pihak berwajib di Paris, yang sekarang sudah tidak lagi mencari keberadaan kita, dan kita bisa kembali ke Paris dan menjalani bisnis itu kembali,"


"Aku lebih baik jadi orang biasa dan juga bergaul dengan orang-orang bodoh yang kamu maksud tadi, yang membuat aku nyaman,"


"Cih nyaman kamu bilang. Jika mereka tahu siapa kamu pasti dia akan melaporkan kamu ke pihak yang berwajib,"


"Aku yakin itu tidak akan pernah terjadi,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Tom, Jona beranjak dari duduknya lalu mendekati Tom dan langsung menarik kerah kemeja yang di kenalannya.


"Kamu boleh bilang aku bodoh, tapi jangan pada Jane, kamu tahu sekarang dia istriku. Dan aku katakan padamu sekali lagi, aku tidak ingin kembali ke dunia hitam itu lagi!" tegas Jona lalu melepas tangannya yang masih memegangi kerah baju Tom dengan kasar. "Dan aku bahagia hidup sederhana seperti ini, dari pada banyak uang dengan hasil ilegal,"

__ADS_1


"Terserah padamu, tapi ingat! Mulai sekarang aku tidak akan melindungi kamu dan juga Jane bodoh itu yang sudah menghasut kamu untuk keluar dari dunia yang membuat kita bisa menikmati dunia!"


"Aku tidak terhasut, dia istriku dan hal wajar aku mengikuti ke maunya istriku, karena apa yang dia katakan benar apa adanya,"


"Dasar bodoh!" tegas Tom sambil menggelengkan kepalanya. "Ingat aku tidak akan kembali ke negara ini! Urus dirimu sendiri, karena aku tahu persis kamu pria lemah tanpa ada aku dan juga anak buah uncle yang setia padanya!" tegas Tom sekali lagi kemudian membalik tubuhnya untuk keluar rumah. Mengingat lagi jika Jano masuk ke dunia hitam atas desakan papinya, dan dirinya sering melakukan kesalahan, namun dengan adanya Tom sang sepupu yang ada di sampingnya masalah itu bisa di atasi, karena Tom lebih mengerti seluk beluk dunia hitam di banding Jona, tapi sayangnya Tom tidak bisa menduduki bangku kekuasaan karena Jona lah yang mendudukinya.


"Tenang saja aku akan baik-baik saja meskipun aku lemah, karena ada istriku nanti yang akan selalu menguatkan aku," ucap Jona menghentikan langkah Tom yang akan keluar pintu, sebelum Tom benar-benar meninggalkannya.


Selepas ke kepergian Tom, Jona langsung meraup wajahnya tanpa menyadari ada Jane yang sedari tadi menguping pembicara Jona dan Juga Tom.


"Jona," panggil Jane membuta Jona langsung menurunkan tangannya yang masih meraup wajahnya, lalu membalik tubuhnya.


Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Jona melihat sang istri berdiri di depannya dengan menggunakan setelan baju tidur. "Jane ada–"

__ADS_1


Belum juga Jona meneruskan ucapannya Jane langsung menghambur memeluk Jona. "Terima kasih,"


Bersambung......................


__ADS_2