Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Julid


__ADS_3

"Pokoknya peluk," Jane langsung memeluk Zain saat keduanya sudah tiba di sebuah stasiun kereta api.


"Jane," Zain coba melepas pelukan sahabatnya tersebut, saat keduanya menjadi tontonan banyak pasang mata yanga melihatnya aneh. "Malu banyak yang melihat kita Jane,"


"Malunya kantongin dulu di saku celana kamu, pokoknya aku ingin peluk kamu sebelum kamu pergi,"


"Jane, aku akan kembali, jangan seperti ini,"


Tapi Jane tidak menghiraukan perkataan Zain, dan terus memeluknya. Jane mengulurkan lidahnya saat masih memeluk Zain, untuk meledek ibu-ibu dengan wajah julid yang sedang menatapnya tidak suka.


"Dasar tidak tahu malu," gerutu ibu-ibu tersebut yang terdengar jelas di telinga Jane.


Jane yang mendengar ucapan ibu-ibu julid tersebut, melepas pelukannya, dan menatap ke arah ibu tersebut yang juga sedang menatapnya. "Dasar bodoh, tahu itu dari kedelai bukan dari malu, ibu ini tidak sekolah hah?"


"Ini nih sampah negara, apa kamu tidak di ajari bagaimana bersikap sopan santun pada yang lebih tua?" tanya ibu tersebut kesal saat Jane mengatainya bodoh.


"Jangan bicara sok bijak, kalau ingin di hargai ya harus menghargai orang lain meskipun usia meraka di bawah anda,"


"Benar-benar nih bocah seperti nya mulut tidak di sekolahin,"

__ADS_1


"Ibu yang benar-benar tidak memiliki otak, mana ada mulut sekolah emang bibir punya kaki yang bisa jalan sendiri pergi ke sekolah, aku rasa ibu ini bodoh,"


"Kurang ajar!"


"Ibu yang–


"Jane ada apa denganmu," Zain menarik tangan sahabatnya tersebut dan menghentikan ucapannya. "Bu maafkan temanku,"


Zain langsung menarik tangan Jane untuk menjauh dari ibu-ibu yang masih terlihat kesal melihat Jane, dan juga Jane sudah menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.


Zain mendudukkan Jane di bangku tunggu tapi tidak dengan dirinya yang berdiri di hadapan Jane dan langsung berjongkok di hadapan Jane. Zain menggenggam kedua tangan sahabatnya tersebut.


"Jane kapan kamu akan berubah, ini di tempat umum, dan apa yang kamu katakan tadi salah, ibu itu lebih tua darimu, harusnya kamu tidak meladeni nya, abaikan saja sudah cukup,"


"Iya aku tahu Jane, tapi–


"Sudahlah Zain sampai kapan pun aku tetap seperti ini tidak akan ada yang berubah," sambung Jane memotong perkataan Zain.


Zain mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya, mendengar perkataan sahabatnya tersebut, tahu jika Jane tidak akan segampang itu menerima saran darinya, meskipun Zain sudah berulang kali memberi saran, tapi Jane tetap pada pendiriannya. Dan Zain tidak akan terus mendesaknya, tahu sahabatnya menjadi keras kepala sejak teman-teman Jane meninggalkan nya dan menghinanya saat Jane tidak lagi memiliki apa pun beberapa tahun lalu.

__ADS_1


"Oke, oke aku tahu, kamu kan bukan super hero yang bisa berubah aku sampai lupa," ujar Zain untuk mengalihkan pembicaraannya. "Oh iya sebentar lagi kereta yang akan aku naiki datang, kamu pulang sana,"


"Apa kamu mengusirku?"


"Apa kamu mau ikut denganku?" tanya balik Zain tanpa menjawab menjawab pertanyaan Jane.


"Ih menyebalkan kamu Zain, bukannya menjawab pertanyaan ku, malah balik bertanya," ujar Jane sambil mencubit hidung Zain yang masih berjongkok di hadapannya.


"Ya sudah aku pulang dulu, tapi peluk," Zain pun langsung memeluk sahabatnya tersebut. "Tambah tium," pinta Jane setelah Zain melepas pelukannya sambil menunjuk pipinya.


"Jane jangan berlebihan,"


"Kalau begitu aku yang akan mencium kamu," Dan Jane langsung mencium pipi Zain lalu beranjak dari duduknya di ikuti Zain yang juga beranjak dari tempatnya. "Hubungi aku jika kamu sudah sampai jangan ada kata lupa, dan ingat akhir bulan kamu harus mengunjungi ku oke!"


"Oke,"


"Kalau begitu aku pulang dulu bay bay," ujar Jane dan meninggalkan Zain sambil melambaikan tangannya dengan senyum yang terus menghiasi ke dua sudut bibirnya.


Setelah Jane tidak lagi terlihat dari pandangannya, Zain memegang pipinya yang mendapat ciuman dari Jane sahabatnya.

__ADS_1


"Maafkan aku yang harus menjauh darimu Jane, aku tidak ingin pertemanan kita hancur karena perasaanku padamu,"


Bersambung..................


__ADS_2