
"Apanya yang ganjal. Eh maksudnya janggal pak polisi? Kalau pak polisi tidak percaya bapak boleh lihat miliknya pasti mengkirut, dan kalau masih tidak percaya pak polisi boleh memainkannya pasti tidak akan terangsang, nih aku buka ya pak," ucap Jane dan ingin melepas celana Jona, namun di tahan oleh polisi yang ada di hadapannya.
Dan Jona pun langsung menghembuskan nafasnya lega dan menggelengkan kepalanya sejenak dan melirik ke arah Jane sebelum berpura pura seperti layaknya laddy boy kembali.
"Bukan begitu nona, jika ingin mengganti burung menjadi tempe kenapa tujuan kalian ke negara Indonesia bukan ke negara T?"
"Oh itu, begini pak. Kita ke negara Indonesia terlebih dahulu untuk membeli terasi, setelahnya baru ke negara T pasti pak polisi tahu kan jika negara Indonesia dan negara T tetanggaan,"
"Apa itu terasi?" tanya polisi tersebut dan mengembalikan indentitas Jane dan Jona.
"Oh itu, semacam minyak wangi yang berbentuk padat, selain untuk minyak wangi juga bisa untuk minyak rambut, dan teman aku ini suka memakai itu," ujar Jane sambil menunjuk ke arah Jona dan menahan tawa, tapi tidak dengan Jona yang langsung menarik tangan Jane untuk segera masuk ke dalam bandara saat polisi tersebut sudah mengembalikan indentitas nya. "Kalau begitu kita masuk dulu bay bay pak polisi kalian cucok meong," ujar Jane sambil mengedipkan matanya genit ke arah polisi yang langsung menggelengkan kepalanya, lalu Jane mengikuti langkah Jona yang menarik tangannya untuk segera meninggalkan polisi tersebut.
Jane melepas tangannya yang masih di pegang oleh Jona saat sudah masuk ke dalam bandara. "Sakit tahu tangan aku,"
"Maaf, oh ya Jane sejak kapan terasi bisa untuk minyak wangi dan juga untuk minyak rambut?" tanya Jona sambil menatap Jane saat keduanya sudah duduk di bangku tunggu.
"Sejak tadi aku mengatakannya, besok setelah sampai Indonesia aku buatkan untukmu, baunya sedep sedep gimana gitu,"
"Kamu saja yang menggunakan nya,"
"Tapi jika ingin memelukmu ya, boleh?" tanya Jane sambil menoleh ke arah Jona, tapi tidak di hiraukan nya saat Jona langsung mengangkat ponsel miliknya yang berdering.
__ADS_1
"Oke," hanya itu ucapan yang keluar dari bibir Jona sebelum menutup sambungan ponsel nya.
"Jona siapa yang menghubungimu?" tanya Jane penasaran pasalnya Jona hanya mengatakan kata oke meskipun Jona menelpon cukup lama.
"Tukang terasi," jawab Jona lalu beranjak dari duduknya.
"Dasar menyebalkan!"
*
*
*
"Jona," panggil Jane, pada Jona yang duduk di sampingnya.
"Hem," sambung Jona yang sedang fokus pada ponsel yang ada di tangannya.
"Kenapa kita berada di kota S? Kenapa kita tidak kembali ke rumah kamu?"
Jona mematikan ponselnya lalu menaruh di samping kursi tempatnya duduk dan menoleh ke arah Jane yang masih menatapnya, dan Jona langsung memalingkan wajahnya saat menatap wajah Jane yang begitu menggemaskan, apa lagi bibir ranum yang bervolume yang membuat hasratnya langsung naik seketika hanya dengan melihatnya saja.
__ADS_1
"Kita akan tinggal di kota ini,"
"Kenapa kamu tidak memberi tahu aku terlebih dahulu? Dan kenapa kamu memalingkan wajahmu, aku kan sedang berbicara padamu Jona," Jane memaksa Jona untuk menatapnya dengan menarik dagu nya. "Mah begini kan enak, kalau bicara itu tatap lawan bicara kamu, itu namanya baru sopan,"
"Aku tidak memberi tahu kamu, yang penting aku akan selalu ada di sampingmu, menjagamu, melindungi mu, benar begitu kan?"
"Tapi aku tidak bisa shoping shoping lagi dong,"
"Di sini juga bisa Jane,"
"Benarkah? Kalau begitu aku ingin membeli baju baru, tas baru, sepatu baru dan banyak lagi,"
"Apa kamu punya uang?"
"Tidak, kan ada kamu,"
"Kata kamu aku kere tentu saja aku tidak punya uang,"
"Ish menyebalkan sekali kamu Jona!" ucap kesal Jane sambil memukul lengan Jona, membuat Jona langsung menarik tangan Jane, bertepatan mobil yang di kendarai Tom melewati polisi tidur dan membuat wajah ke duanya bertemu dan hanya berjarak beberapa inci.
Dan Jona yang memang hilang kendali jika melihat bibir Jane, langsung mencium dan menyesap bibir Jane yang rasanya begitu berbeda.
__ADS_1
Bersambung..................
Jeng jeng jeng apa yang akan terjadi? tebak yok tebak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣