Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Aku Membencimu


__ADS_3

"Apa yang– ah sakit!" teriak Jane yang sekarang mendapat sabetan ikat pinggang tepat di lengannya hingga meninggalkan bekas biru kemerahan saat Jona memukulnya sangat kencang.


"Kamu akan merasakan apa yang telah Albert lakukan pada papi hingga papi merenggang nyawa, dan rasakan ini,"


"Jangan!" teriak Jane yang sekarang beralih memeluk kaki Jona yang akan memukulnya lagi dan Jona pun langsung menghentikan aksinya. "Apa, salahku? Kenapa kamu berbuat kasar padaku Jona?" dan Jane pun menangis saat merasakan sakit di kedua paha dan juga salah satu sisi lengannya.


Mendengar pertanyaan Jane, Jona melepas kedua tangan Jane yang masih memeluk kakinya lalu mendorongnya hingga Jane jatuh terjengkang di atas lantai.


"Tidak ada jawaban dari pertanyaan kamu ini," Jona yang sekarang berjongkok di hadapan Jane langsung mencengkram rahangnya dengan kuat, dan Jane pun langsung memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakit.


Setelah puas mencengkram rahangnya Jane melepas tangannya dengan kasar hingga Jane terdorong ke belakang.

__ADS_1


Jona beranjak dari tempatnya lalu meraih ponsel miliknya, dan memberikannya ke depan Jane. "Hubungi Albert papa kamu sekarang, atau aku akan menghabisi mu,"


Jane menapik tangan Jona, hingga ponsel yang berada di tangannya terlempar dan jatuh ke atas lantai.


"Albert papa aku, maksud kamu apa?" tanya Jane dan coba untuk beranjak dari duduknya, tapi dengan segera Jona mendorong nya, hingga Jane jatuh tepat di atas tempat tidur.


"Apa aku harus membunuhmu? Agar tua bangka itu keluar dari persembunyian nya!" Jona lalu mendekat ke arah Jane dan mencekik lehernya, membuat Jane langsung menendang perut Jona menggunakan lututnya, dan Jona pun segera melepas tangannya yang masih mencekik leher Jane.


Jane mendekati Jona dengan tertatih menahan rasa sakit di ke dua pahanya. "Aku tidak tahu apa yang kamu maksud dengan membawa bawa nama om Albert yang sudah meninggal, dan satu lagi aku membencimu!" Jane menunjuk Jona menggunakan jari telunjuk nya.


"Om?" tanya Jona setelah mendengar perkataan Jane, tapi tidak di hiraukan oleh Jane yang ingin pergi meninggalkan Jona, tapi Jona langsung menarik tangannya dan mendorong Jane kembali hingga terjatuh di atas tempat tidur.

__ADS_1


Dan Jona pun langsung meninggalkan Jane dan keluar dari kamar tersebut, dan tak lupa Jona mengunci kamar tersebut dari luar untuk mengurung Jane.


Jona berjalan menuju kamar miliknya dan menuju sebuah meja yang terdapat di dalam kamarnya, Jona menarik salah satu laci meja tersebut, dan mengeluarkan beberapa lembar foto Jane dan juga Albert yang selalu bersama dari kecil hingga dewasa, bukan hanya Albert saja memang, tapi ada pria lainnya di foto tersebut yang Jona hafal, yaitu Jack mata-mata sang papi yang rela mengorbankan diri hanya untuk membalas dendam pada Albert yang sudah dengan keji membunuh papi Jona.


Sementara itu, di dalam kamar, Jane terus berteriak agar pintu kamar tersebut di buka sambil memukul mukul pintu kamar tersebut, tapi percuma saja saat Jane baru menyadari bahwa kamar tersebut kedap suara, akhirnya Jane kembali menuju tempat tidur dengan tertatih saat merasakan sakit di pahanya yang di sabet menggunakan ikat pinggang oleh Jona.


"Apa yang dia maksud Albert itu, om Albert papa Zain," ujar Jane saat sudah duduk di pinggiran ranjang.


Dan Jane mengingat lagi, kenangan di masa lalu, sebelum om Albert dan Jack sang papa meninggalkan karena kecelakaan, jika dirinya begitu dekat degan Albert di banding dengan Zain putranya yang lebih suka menyendiri dan tidak pernah mau jika di ajak oleh sang papa, dan akhirnya Albert lebih senang mengajak Jane gadis kecil yang pemberani di banding Zain putranya sendiri.


Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2