Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Membuat Aku Gila


__ADS_3

"Awww," Jerit Jane lalu menutup tubuhnya dengan selimut tentu saja dirinya masih berada di atas tubuh Jona saat seseorang di ikuti beberapa orang di belakangnya baru masuk ke dalam hotel tempatnya menginap dan mendekati tempat tidur keduanya. "Ya ampun pelayanan hotel macam apa ini?" tanya Jane dengan kepala yang mendongak ke arah pelayanan hotel dengan beberapa polisi yang datang ke dalam kamarnya.


"Maaf Tuan dan Nona mengganggu aktivitas anda, namun kita sedang memeriksa satu persatu kamar, karena pihak polisi mendeteksi jika di hotel kami ada buronan Mafia yang sedang di carinya," jawab petugas hotel tersebut yang tidak berani menatap Jane yang masih berada di atas tubuh Jona, begitu pun dengan ke tiga polisi di belakang petugas hotel tersebut yang juga memalingkan wajahnya ketika Jane terus bergoyang di atas tubuh Jona di bawah selimut karena Jane masih menutup tubuhnya dan hanya kepalanya yang terlihat.


"Boleh nona dan tuan menghentikan aktivitasnya sebentar saja? Kami ingin memeriksa identitas kalian," ujar salah satu polisi yang tetap memalingkan wajahnya.


"Enak saja menyuruh ku menghentikan aktivitas, ini sedang nikmat nikmatnya dan tegang tegangnya, jangan menggangu kita, iya kan sayang," ucap Jane kemudian mencium bibir Jona sekilas yang ada bawahnya, agar akting ke duanya benar-benar terlihat begitu nyata. "Pergi kalian semua dari kamar ku,"


"Tapi nona, kami hanya ingin memeriksa identitas kalian sebentar saja, jadi bekerja samalah dengan kita,"


"Bekerja sama yang bagaimana?" tanya Jane tentu saja dirinya terus berakting bergoyang di atas tubuh Jona yang tidak mengatakan sepatah katapun. "Sekarang aku tanya pada kalian, jika kalian sedang ho ah ho eh terus di hentikan bagaimana rasanya tidak enak kan?"


"Tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata," jawab petugas hotel tersebut.


"Itu tahu, sekarang pergilah! Jika kalian ingin memeriksa identitas kita, tuh di atas meja,"

__ADS_1


Dan ketiga polisi tersebut menuju meja yang ada di kamar hotel tersebut.


"Kenapa kamu masih berada di situ?" tanya Jane pada pegawai hotel yang masih diam di tempatnya.


"Maaf nona, kenapa tuan hanya diam saja, apa dia baik-baik saja?"


"Emmm ahhh baby lebih cepat, sedikit lagi," akhirnya Jona mengeluarkan jurus akting nya membuat pegawai hotel tersebut berjalan menghampiri ketiga polisi yang sedang memeriksa indentitas ke duanya yang memang sudah di siapkan sebelumnya oleh Jona.


Dan tidak lama kemudian ke tiga polisi dan juga pegawai hotel tersebut berjalan mendekati tempat tidur.


"Sekali lagi maaf Tuan dan nona, untuk ganti ruginya karena kita sudah mengganggu aktivitas kalian, kalian boleh menginap di sini free, dan uang yang sudah masuk akan kami kembalikan, sekali lagi kami minta maaf, silakan teruskan aktivitas kalian, permisi," ujar pegawai hotel tersebut lalu keluar dari kamar menyusul ke tiga polisi yang sudah terlebih dahulu keluar.


"Aww sakit Jona!" teriak Jane saat Jona menyingkirkan tubuh Jane dan menjatuhkan nya di tempat tidur tepat di sampingnya, setelah pegawai hotel dan juga ke tiga polisi benar-benar pergi dari kamar hotel tempat nya menginap. "Aku sudah menolong mu tapi kamu kasar sekali," kesal Jane sambil mengerucutkan bibirnya.


"Maaf Jane, ini situasi yang genting aku mohon kamu jangan ngambek atau apa pun yang akan memperumit kita di sini," ucap Jona yang langsung turun dari tempat tidur dan mengenakan kaos.

__ADS_1


Bagaimana dengan celana? Tentu saja celana masih melekat di pinggang Jona, karena memang Jona dan juga Jane hanya berakting. Saat Jona tahu dari Tom, jika polisi sedang mencari dirinya dan untung saja polisi tidak mengenali wajahnya karena Jane yang sudah di beri arahan oleh Jona, terus menghalangi wajah Jona agar polisi tidak mengenalinya, dan untung juga Jona memang menggunakan indentitas palsu.


"Sekarang kita bagaimana?" tanya Jena, tapi tidak mendapat jawaban dari Jona yang mendekatinya lalu mengambil kaos Jane dan memakaikannya.


"Pakai baju dulu, jangan benar-benar membuat aku gila,"


"Kamu memang sudah gila, kita hanya berakting tapi pisang milikku bangun, untung masih di bungkus klo tidak sudah aku gigit biar tahu rasa," kesal Jane.


"Maaf, sekarang kamu bersiap lah, kita kembali ke Indonesia, Tom sudah memesan tiket untuk kita,"


Tapi Jane tidak merespon saat bel pintu kamar hotel di mana dirinya berada berbunyi. "Jona,"


"Kamu tenang saja, aku yang akan membukanya,"


"Jangan!"Jane menarik tangan Jona. "Aku saja,"

__ADS_1


Bersambung....................


__ADS_2