
"Tentu saja aman,"
"Kalau begitu siapa yang datang?" tanya Jona namun Tom hanya mengangkat ke dua bahunya.
"Biar aku lihat,"
Tom melangkahkan kakinya menuju arah pintu dan menoleh sekilas ke arah Jona sebelum membuka pintu tersebut.
"Selamat sore," sapa pria paruh baya yang berdiri tepat di depan pintu, setelah Tom membuka pintu tersebut.
"Sore," sapa Tom balik yang tidak asing dengan pria yang ada di hadapannya.
"Ketemu lagi kita Mas Tomo,"
"Iya Pak Joko, ada yang bisa aku bantu?" tanya Tom yang mengenali pria paruh baya tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah ketua RT di mana dirinya tinggal.
Sementara itu Jane yang masih berada di gendongan Jona, turun dari punggung Jona dan menatap nya setelah mendengar percakapan Tom dengan seseorang dari balik pintu yang tidak di tutup rapat oleh Tom, kemudian Jane tertawa dengan kencang.
"Jane ada apa?"
"Aku kira nama Tom kepanjangannya keren, eh ternyata hanya Tomo," ucap Jane dan terus tertawa.
__ADS_1
"Jane tidak lucu, nama asli dia Tomxel Andersson," Mendengar ucapan Jona, Jane langsung menghentikan tawanya lalu menatap Jona sambil memicingkan matanya. "Di mana pun kita, kita harus menyamarkan nama kita Jane, kamu sudah aku beri tahu bukan, jika kita belum aman, kerena Albert sudah bebas dari penjara dan dia bisa kapan saja menemukan kita.
"Iya aku tahu, awas kalau kamu menyamarkan nama aku dengan aneh-aneh,"
"Tidak paling–
"Selamat sore, oh ini Mbak Juminten dan Mas Jono?" tanya pak Joko yang tiba-tiba sudah berada di dalam rumah, dan menghentikan ucapan Jona yang belum selesai bicara, membuat Jane langsung menatap Jona, dan tak lupa menginjak kakinya dengan kencang.
"Awas kamu Jona! Apa tidak ada nama lain selain itu menyebabkan sekali," ucap Jane dan menatap tajam ke arah Jona yang menjulurkan lidahnya untuk meledak Jane.
Plak!
Tom menahan tangan Jona saat ingin mengejar Jane. "Jona sudah lah, kalian ini benar-benar bikin aku pusing , sebentar akur sebentar lagi berantem," ujar Tom lalu menarik tangan Jona untuk menghampiri pak rt yang sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Maaf Mas Jono mengganggu waktunya sebentar," ucap pak rt Joko ketika Jona sudah duduk tepat di hadapannya. "Perkenalan aku pak Joko rt di perumahan ini," Pak Joko mengulurkan tangannya ke arah Jona yang langsung di jabat olehnya, karena baru kali ini ke duanya bertemu.
"Kalau boleh tahu ada apa pak Joko datang ke rumahku?" tanya Jona yang penasaran untuk apa Ketua rt datang ke rumahnya.
"Oh begini Mas Jono, Mas kan penghuni baru di perumahan ini, dan penghuni baru di sini harus melengkapi indentitas untuk berjaga jaga kiranya ada hal yang tidak boleh di langgar di Komplek ini, dan ini peraturan yang ada di Komplek ini," Pak Joko menyodorkan sebuah lembaran kertas ke arah Jona yang langsung di bacanya.
Senyum tersungging dari sebelah sudut bibir Jona ketika sudah selesai membaca selembaran kertas yang di sodorkan ke arahnya, lalu mengembalikan kertas tersebut ke arah pak Joko. "Oke aku mengerti pak, "
__ADS_1
"Baik, kalau begitu aku bacakan lagi indentitas yang kemarin Mas Tomo berikan padaku, jika Mas Jono dan Mas Tomo adalah saudara sepupu dan mbak Juminten adik Mas Jono, benar begitu?"
"Siapa bilang Juminten adikku," sambung Jona membuat pak Rt dan juga Tom saling pandang. "Lebih baik Pak rt pulang saja dulu nanti malam aku akan ke rumah pak rt dan memberi tahu yang sebenarnya,"
"Tapi kemarin Mas Tomo bilang Mbak Juminten itu–
"Itu ada kesalahan pak, nanti aku ceritakan yang sesungguhnya, sekarang aku sangat lelah dan ingin beristirahat," Jona memotong perkataan pak rt dan langsung beranjak dari duduknya begitu pun dengan pak rt yang juga beranjak dari duduknya.
"Baik kalau begitu nanti malam aku tunggu di rumah,"
"Sip pak rt Joko tapi tidak pakai wi,"
"Mas Jono ada-ada saja, kalau begitu aku permisi," ucap pak rt lalu keluar dari rumah tersebut.
"Jona apa yang kamu lakukan? Tinggal iya in saja apa yang di katakan pak rt biar tidak ribet," ujar Tom setelah kepergian pak rt dari rumah.
"Sudahlah aku tahu apa yang akan aku lakukan, sekarang aku lelah aku ingin beristirahat," sambung Jona yang langsung masuk ke dalam kamar.
Jona yang sudah berada di dalam kamar menautkan ke dua alisnya saat di atas tempat tidurnya sudah ada Jane yang sedang memainkan ponselnya sambil tengkurap dan menggoyang goyangkan kakinya, yang memperlihatkan paha mulusnya.
Bersambung.................
__ADS_1