Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Cuma Arisan


__ADS_3

"Aku minta padamu Tuhan, hari ini jauhkan aku dari om-om perut buncit ataupun pria krempeng kurang gizi dengan burung tidak lebih besar dari pisang uli, kalau aku boleh minta, malam ini aku ingin bertemu dengan pria berotot dengan perut roti sobek, eh nanti dulu rata-rata yang perut roti sobek pasti suka main pedang pedangan, hah sudahlah terima saja yang penting tajir, mau buncit mau kerempeng mau burikkan hajar saja cuma arisan ini paling lebih di em*t-****," ujar Jane sambil menempelkan kartu di pintu kamar hotel di mana bibi Berta sudah memberi tahu sebelumnya.


Jane yang sudah masuk ke dalam kamar hotel tersebut langsung menghentikan langkahnya, dan menutup mulutnya dengan ke dua tangannya saat melihat sosok pria tampan, yang sedang duduk di sebuah sofa yang berada di dalam kamar tersebut sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa yang di duduki nya, dan terlihat begitu maskulin saat satu kaki pria tersebut bertumpu dengan satu kakinya.


"Ya Tuhan apa doaku Engkau kabulkan?" tanya Jane saat matanya terus tertuju pada pria yang belum menyadari jika Jane sudah berada di dalam kamar, pria yang begitu tampan dengan garis wajah yang tegas, tentu saja dengan tubuh proposional yang terbentuk sempurna, hingga otot-otot tubuhnya nampak jelas dari balik t-shirt yang di kenakan nya. "Jangankan main arisan dan em*t-****, di sodok juga aku mau, kapan lagi bisa di sodok dan tahu bagaimana rasanya, apa lagi miliknya pasti berotot dan besar lebih besar dari pisang tanduk," gumam Jane sambil membenarkan riasan dan juga pakaian yang sangat minim yang membalut tubuhnya malam ini.


Jena melangkahkan kakinya mendekati pria tersebut yang baru menyadari Jane sudah berada di dalam kamar. "Hay, selamat malam," tentu saja Jane menyapanya dengan anggun dan senyum yang begitu manis dirinya tunjukkan pada pria tersebut yang hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Jane," Jane yang berdiri di hadapan pria tersebut mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan, dan pria tersebut pun langsung menjabat tangan Jane. "Aku harus memanggilmu apa, baby, sayang atau–


"Panggil saja Jona," sambung Jona memotong perkataan Jane.


"Okelah Jona, nama yanga sangat bagus, oh iya maaf sudah menungguku lama," Jane menaruh tas miliknya di atas meja, dan dirinya langsung duduk di pangkuan Jona lalu kedua tangan Jane dilingkarkan di leher Jona yang terlihat jengah atas sikap Jane tersebut.


Jona menautkan kedua alisnya saat Jane mulai me lu mat bibirnya. "Payah sekali gadis ini, apa dia tidak tahu cara berciuman yang benar, apa selama ini pria yang menghabiskan malam dengannya tidak protes," gumam Jona saat ciuman yang Jane berikan begitu kaku.

__ADS_1


Kedua tangan Jona yang sedari tadi berada di sandaran sofa, refleks menekan belakang leher Jane, dan bibirnya beralih mencium dan mellumatt bibir Jane, yang sekarang hanya diam terpaku dan memejamkan matanya menikmati sesapan demi sesapan yang Jona berikan di bibirnya, hingga membuat tubuh Jane merasakan gejolak aneh untuk meminta lebih, dan Jane yang terus menikmati permainan bibir Jona menggoyang goyangkan pinggangnya di pangkuan Jona dan kedua tangannya menelusup masuk ke dalam pakaian Jona untuk memainkan biji jagung yang terdapat di kedua dada Jona yang berotot.


Jona pria normal tentu saja miliknya mulai menggeliat di bawah sana, saat Jane terus menggoyangkan pinggulnya. Dan Jona pun entah mengapa tidak menolak, padahal tujuannya membayar Jane bukan untuk menikmati tubuhnya tapi ada tujuan lain.


Jona melepas tautan bibirnya untuk menghela nafas, namun baru beberapa detik kemudian, Jona kembali mellummat bibir Jane saat dirinya tidak bisa mengontrol untuk tidak terus menikmati bibir manis tersebut yang rasanya begitu berbeda.


Jane pun tidak lagi mengingat apa yang harus di lakukannya ketika melayani pria hidung belang, saat tubuhnya menginginkan lebih hanya sekedar ini, dan Jane yang masih memejamkan matanya terus menikmati permainan bibir Jona tidak menyadari, jika Jona sudah merebahkan tubuhnya di atas sofa tentu saja dengan bibir yang masih bertautan.

__ADS_1


Bersambung.................


__ADS_2