Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Satu


__ADS_3

Area untuk yang sudah menikah, bocil skip aja Oke!


Jona yang berniat untuk melepas tautan bibirnya, di urungkan nya saat Jane melingkarkan ke dua tangannya ke belakang leher Jona, dan sekarang Jane yang balik melummmat bibir Jona.


Tentu saja Jona membiarkan Jane terus melummmat bibirnya, saat dirinya begitu menikmati permainan Jane yang memang di akuinya sangat lihai, hingga gejolak tubuh Jona menginginkan lebih hanya sekedar berciuman.


Kemudian Jona mengangkat tubuh Jane, dengan bibir yang masih saling bertautan. Dan Jane pun tidak menolak karena dirinya langsung mengapit tubuh Jona menggunakan ke dua kakinya.


Jona dengan pasti melangkah kan kakinya menuju tempat tidur, dan sesekali balas melummmat bibir Jane saat Jane sedang mengambil jeda. Dengan perlahan Jona naik ke atas tempat tidur dan merebahkan Jane yang masih mengapit tubuhnya.


Adik kecil Jona benar benar tidak bisa di kendalikan, karena di bawah sana sudah berdiri kokoh ingin mencari kehangatan.


Jona melepas tautan bibirnya, lalu tersenyum pada Jane yang sedang mengatur nafasnya, dan baru menyadari jika dirinya sudah berada di atas tempat tidur dan Jona sedang mengungkungnya.


"I love you,"


"I love you to," jawab Jane spontan yang membuat dirinya terkejut.


"Terima kasih," Jona kembali mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Jane sekilas, lalu menegakkan kepalanya untuk menatap wajah Jane dengan lekat. "Jane," panggil Jona membuat Jane juga menatap lekat wajah Jona yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. "Apa aku boleh melakukan penyatuan?" tanya Jona meminta persetujuan.


Lama tidak mendapat jawaban dari Jane, Jona menegakan tubuh nya dan dan ingin turun dari tempat tidur namun tangannya di tahan oleh Jane.

__ADS_1


"Aku takut sakit," ucapan yang keluar dari bibir Jane mengingat ada yang mengatakan jika melakukan untuk yang pertama akan sakit.


Dan Jona langsung tersenyum dan mengurungkan niatnya turun dari kamar. "Tidak akan sakit seperti yang kamu bayangkan Jane,"


"Benarkah?"


"Benar Jane," jawab Jona dan satu tangannya mengelus pipi Jane. "Apa aku boleh melakukannya?" tanya Jona lagi dan Jane langsung mengangguk saat gejolak di tubuhnya juga tidak bisa di tahan dan ingin mencari pelepasan.


"Terima kasih Jane, dan aku pastikan kamu tidak akan merasa sakit seperti apa yang kamu bayangkan," ujar Jona yang masih mengungkung tubuh Jane, dan sekarang langsung melepas pakaian yang di kenakan nya tanpa ada tersisa hingga daging berotot miliknya di bawah sana sudah berdiri tegak, membuat Jane langsung melotot melihat adik kecil Jona yang besar dan juga panjang. "Ada apa Jane?"


Namun Jane tidak menjawab pertanyaan Jona, karena tangannya langsung memegang adik kecil Jona dan memainkannya sekilas sebelum Jona melepas tangan Jane.


"Jane bukan begitu cara bermainnya, aku akan menunjukkan bagaimana cara bermain yang benar," ucap Jona yang sekarang melepas pakaian Jane satu persatu hingga tidak ada lagi sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.


"Jo– emmm ahhhh," Jane tidak jadi meneruskan ucapannya di gantikan desaahan saat Jona sudah membuka ke dua pahanya dan menciumi hutan belantara miliknya. "Ahhh em Jona uhhhhh emmm," Jane terus mendeesah merasakan nikmat yang belum pernah di rasakan nya saat Jona sekarang bukan hanya menciumi hutan belantara miliknya, namun memasukan lidahnya dan bermain di danau yang terletak di tengah tengah hutan belantara.


Jona terus bermain di danau tersebut agar Jane terus menndesah yang terdengar indah di telinganya, setelah lama bermain main di danau, kini Jona menghentikan aksinya dan menegakkan tubuhnya untuk menatap wajah Jane yang sedang mengatur nafasnya.


"Bagaimana rasanya?" tanya Jona namun tidak mendapat jawaban dari Jane yang menarik tangannya dan memeluknya. "Apa kamu ingin lebih?" tanya Jona lagi dan Jane langsung mengangguk.


Desaahan demi desaahan keluar dari bibir Jane, saat Jona sekarang menyesap ke dua Choco chip yang berada di tengah gunung Jane bergantian setelah puas memberi tanda kepemilikan di gunung kembar Jane.

__ADS_1


"Emmmm uhhhh Jona," Jane menekan belakang kepala Jona agar terus menyesap Choco chip miliknya, saat Jane merasakan nikmat yang luar biasa.


Jona yang sudah tidak tahan ingin menyalurkan hasratnya dengan perlahan memasukan adik kecilnya ke danau, namun untuk yang ke dua kali dirinya gagal untuk menebus pertahanan danau tersebut.


Kemudian Jona menegakkan kepala nya dan tersenyum ke arah Jane, yang juga balik tersenyum, lalu Jona mendekatkan wajahnya dan kembali mencium dan melummmat bibir Jane, tak lupa adik kecilnya di bawah sana coba untuk menebus pertahanan danau yang begitu sempit.


"Jane!" Jona melepas tautan bibirnya saat bibirnya di gigit oleh Jane, bukan hanya itu ke dua lengan nya juga mendapat cengkeraman dari jari jari Jane, saat dirinya sekarang sudah bisa menebus pertahanan danau setelah beberapa kali mencoba, membuat seluruh adik kecilnya masuk ke dalam danau yang begitu sempit.


"Jona sakit,"


"Setelahnya tidak lagi Jane," sambung Jona dan sekarang menyesap Choco chip di kedua gunung kembar Jane, untuk menetralisir rasa sakit yang Jane rasakan, tentunya adik kecilnya yang sedari tadi hanya diam memenuhi danau kini mulai maju mudur untuk mencari puncak kenikmatan.


"Jona, emmm uhhhh" desaahan Jane saat sudah bisa menikmati adik kecil Jona di bawah sana keluar masuk, yang membuatnya beberapa kali menegang merasakan kenikmatan.


"Ahhhh Jane, sungguh luar biasa, emmmm uhhhhh Jane," desah Jona yang terus menghentak hentakan tubuh bagian bawahnya dari ritme pelan, sedang dan cepat.


Dan malam ini menjadi saksi penyatuan ke dua anak manusia, untuk menikmati surga dunia yang begitu nikmat hingga ke duanya tidak lagi mengingat begitu rumitnya kehidupan di dunia.


Bersambung................


Yang kemarin nanyain belah duren tuh dan tak suguhi, Dan jangan bosen jika nanti setiap episode akan nyodok mulu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Kalau kurang panas, bacanya di atas kompor yang di nyalain ya.


Atau g langsung praktek Oke.


__ADS_2