Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Udang Di Balik Bakwan


__ADS_3

Jona mengukir senyum setelah mematikan sambungan ponselnya saat masih berada di bandara untuk menuju ibu kota, setelah sebelumnya ada yang menghubungi dirinya.


Jane menatap kesal ke arah Jona sambil melipat ke dua tangannya, ketika melihat sang suami tersenyum senang


Melihat sang istri yang terlihat kesal Jona langsung memeluk pinggang sang istri. "Ada apa sayang kenapa kamu cemberut begitu?" tanya Jona namun tidak mendapat jawaban dari Jane yang langsung melepas tangan sang suami agar melepas pelukan di pinggangnya.


"Katakan padaku. Siapa yang baru saja menelpon kamu. Jangan bilang itu wanita lain yang akan kamu temui saat kita sudah berada di ibu kota nanti," ucap Jane sambil memicingkan matanya menatap sang suami. "Pantas saja kamu dengan mudah mengijinkan aku untuk bertemu dengan Zain ternyata ada udang di balik bakwan ternyata ya,"


"Enak dong udah di balik bakwan,"


"Aku sedang tidak bercanda!"


"Sayang kenapa kamu cemburuan begitu? Untuk apa aku mencari wanita lain, aku sudah menemukan wanita sempurna seperti dirimu sayang," goda Jona sambil mencubit hidung Jane. "Kalau kamu sedang kesal begini kamu terlihat cantik,"


"Oh jadi selama ini aku tidak cantik begitu maksud kamu," sambung Jane sambil melipat ke dua tangannya.


"Ya ampun kalau di bandara ini memiliki kamar inap aku sudah menyewanya dan membawa kamu naik ke atas ranjang sayang, dan akan aku memberi pelajaran kamu dengan desahaan,"


"Jaga mulut kamu yang mengandung dua puluh satu plus itu,"


"Lagian kamu kesal tidak jelas dan tanpa sebab,"


"Tanpa sebab kamu bilang? Tentu saja aku kesal, karena tidak seperti biasanya setelah mengangkat ponsel kamu langsung tersenyum tidak jelas,"


"Tentu saja jelas sayang, hari ini aku merasa sangat bahagia. Kamu tahu tadi mobil mewah yang berpapasan dengan mobil kita dan masuk ke komplek?"

__ADS_1


"Jangan jangan itu mobil simpanan kamu Iya begitu?" tanya Jane sambil melotot ke arah Jona yang langsung membawa ke dalam pelukannya.


"Yok kita ke toilet dulu, aku kasih kamu pelajaran biar pikiran negatif kamu kabur,"


"Jona!" Jane berteriak dan coba melepas pelukan sang suami namun Jona tidak membiarkan istrinya lepas dari pelukan nya.


"Asal kamu tahu mobil mewah yang tadi masuk ke komplek kita itu mobil Albert dan juga anak buahnya,"


Jane yang tadi memberontak di dalam pelukan sang suami langsung terdiam dan mendongakkan kepalanya lalu memicingkan matanya menatap Jona, setelah Jona menjelaskan siapa pemilik mobil yang masuk ke dalam komplek tempatnya tinggal.


"Kalau itu Albert kenapa kamu terlihat senang?" tanya Jane penasaran.


"Karena aku semakin suka tinggal di komplek itu,"


"Tentu karena warga komplek bisa mengelabuhi mereka sayang,"


"Maksud kamu?"


"Nanti aku ceritakan di dalam pesawat," jawab Jona karena pesawat yang akan di naiki nya tidak lama lagi akan segera lepas landas.


Dan Jona sangat bersyukur bisa tinggal di komplek perumahan tempatnya selama ini tinggal karena warganya selalu kompak, apa lagi saat dirinya menceritakan yang sebenernya pada pak Joko yang tidak mempermasalahkan asal usul dari Jona dan akan melindunginya jika ada bahaya mengintai.


*


*

__ADS_1


*


Setelah melakukan penerbangan satu jam lebih, akhirnya Jona dan juga Jane tiba di ibu kota. Dan ke duanya menunggu di ruang tunggu bandara tersebut, saat Zain memintanya untuk menunggu sebelum dirinya menjemput.


"Coba kamu hubungi Zain temen kamu itu, dia sudah janji akan menjemput tepat waktu tapi sampai sekarang dia belum juga sampai," keluh Jona pasalnya ke duanya menunggu di ruang tunggu sudah lebih tiga puluh menit, namun Zain belum juga kelihatan batang hidungnya.


"Iya aku coba telepon lagi," Jane segera menghubungi Zain tapi sudah yang kesekian kali Jane menghubungi ponsel Zain dan tetap saja tidak di angkat.


"Bagaimana?" tanya Jona saat Jane mengembalikan ponsel ke dalam tasnya kembali, dan Jane hanya mengangkat ke dua bahunya.


"Kalau begitu lebih baik kita ke hotel saja dulu dari pada menunggu Zain yang entah kapan akan datang, dan kita bisa bercocok tanam kamu mau kan sayang?"


"Tentu saja mau siapa juga yang tidak mau,"


"Kalau begitu ayuk,"


"Ayuk," ucap Jane yang langsung beranjak dari duduknya begitu pun dengan Jona.


"Mau berapa kali?"


"Li–"


"Jane," panggil seseorang menghentikan ucapan Jane.


Bersambung....................

__ADS_1


__ADS_2