Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Kanibal


__ADS_3

Jona yang sudah mendekati Jane langsung menarik tangannya keluar dari kamar mandi.


"Jona," teriak Jane sambil menahan handuk yang melilit di tubuhnya. "Lepas tidak, main tarik tarik sembarang seperti tarik tambang kamu kira sekarang acara tujuh belas agustusan," Jane coba melepas tangan Jona namun tidak bisa saat Jona memegang nya dengan erat, dan hanya membuat Jona menghentikan langkahnya saat sudah berada di samping tempat tidur yang semalam keduanya tiduri bersama.


Lalu Jona menarik dan menjatuhkan Jane ke atas tempat tidur hingga handuk yang melilit di tubuhnya naik ke atas dan memperlihatkan kedua paha mulus Jane.


"Jona, apa yang akan kamu lakukan?"


"Coba kamu pikir," ujar Jona yang mendekat ke arah Jane.


"Jangan macam-macam, jika kamu sampai menyodok ku, aku potong pisang milikmu dan aku jadikan kolak baru tau rasa,"


"Aku tidak berselera dengan bocil seperti,"


"Tidak berselera tapi mau minta aku menikah denganmu,"


"Jane jangan banyak bicara,"


"Jona! Tidak berselera kenapa kamu mendekatiku?" Jane coba untuk beranjak dari duduknya sebelum Jona melempar baju milik Jane yang sudah di siapkan oleh Jona saat Jane sedang mandi.


"Gunakan pakaianmu sekarang, jangan terus menerus menguji kesabaran ku jane! Jangan sampai aku khilaf dan memakan mu,"


"Sejak kapan kamu jadi kanibal?"


"Jane!"

__ADS_1


"Iya, tapi–"


"Apa lagi Jane?" tanya Jona yang sedang bertolak pinggang dan menatap Jane yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil meringis.


"Aku boleh minta tolong tidak?"


"Apa?" tanya balik Jona sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Tapi kamu mau ya?"


"Jane katakan saja jangan banyak basa basi,"


"Oke aku katakan, kamu mau tidak membelikan aku roti tawar?"


"Jangan macam macam Jane kita mau sarapan untuk apa aku harus membelikan roti tawar untukmu,"


"Jangan bercanda, aku sudah melihat isi koper mu dan aku tidak mendapati selai stroberi,"


"Bukan si situ tapi–" Jane tidak jadi meneruskan ucapannya karena dirinya langsung turun dari tempat tidur saat mendapati selai stroberi miliknya tumpah. "Tuh kan jadi tumpah," ujar Jane sambil meringis menunjukkan gigi putihnya ke arah Jona yang langsung meraup wajahnya menggunakan ke dua tangannya, saat mendapati sudah banyak noda darah dia atas tempat tidur.


"Kamu itu benar-benar ya Jane," ujar Jona dan melangkahkan kakinya ingin keluar dari dalam kamar.


"Mau ke mana kamu Jona,"


"Kamu pikir saja sendiri,"

__ADS_1


"Pasti ingin menemui lobang longgar dan mengemis untuk dia kembali padamu iya kan? Tapi sebelum itu belikan aku roti tawar dulu ya, aku tidak ingin ada ikan hiu yang datang ke kamar ini karena banjir darah,"


Tapi Jona tidak menanggapi perkataan Jane kerena dirinya langsung keluar dari dalam kamar meninggalkan Jane yang terus memanggil namanya.


Lima belas menit kemudian Jona kembali lagi ke dalam kamar saat Jane sudah menggunakan atasan, dan handuk yang masih melilit di pinggangnya dan langsung berlari menuju ke arah Jona yang membawa paper bag.


"Tuh kan aku tidak salah, pasti kamu membelikan roti tawar," ujar Jane saat sudah mengambil dan membuka paper bag yang ada di tangan Jona dan mendapati ada pembalut di dalamnya. "Terima kasih," Jane mengambil barang yang di inginkan nya, dan memberikan paper bag kembali ke tangan Jona lagi, kemudian mencium pipi Jona sebelum berlari menuju kamar mandi.


"Jane kamu ini benar benar membuat hidup ku jungkir balik," ucap Jona sambil menggelengkan kepalanya setelah Jane masuk ke dalam kamar mandi.


Jane yang baru saja keluar dari kamar mandi menautkan ke dua alisnya saat di dalam kamar hotel sudah ada beberapa karyawan yang sedang membereskan tempat tidur nya, dan Jona sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar tersebut.


"Apa lihat lihat?" tanya Jane tidak suka saat dirinya melihat salah satu karyawan yang sudah selesai memasang seprei melihat ke arahnya sebelum keluar dari dalam kamar. "Mengesalkan sekali,"


"Mereka pikir kita habis melewati malam bersama Jane," ujar Jona lalu beranjak dari duduknya.


"Bukannya kita memang melewati malam bersama?"


"Bukan itu Jane, mereka pikir kita baru saja melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kalinya saat melihat noda darah tadi,"


"Wait nanti dulu, melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya? Dan darah apa hubungannya?" tanya Jane penasaran.


"Tentu, jika kamu baru di sodok untuk pertama kalinya pasti berdarah,"


"Apa? Sakit dong? Kalau begitu aku tidak mau!"

__ADS_1


Bersambung...................


__ADS_2