Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Membuat Putrimu Menderita


__ADS_3

"Bagaimana apa dia sudah sampai di Indonesia?"


"Sudah bos, dan seperti dugaan kita dari awal, dia salah sasaran, dan itu menjadi ke untungkan kita untuk menguasai bisnisnya, selagi dia lengah, dan aku sudah mengirim pasukan kita ke markas mereka, dan sebentar lagi kita akan melihat kehancuran bisnis keluarga Berto,"


"Kerja yang bagus, di mana Zain sekarang?"


"Ada di kamarnya, sepertinya putra bos masih sangat terkejut mengetahui jika bos masih hidup,"


"Tidak masalah dia masih terlalu muda untuk mengetahui semuanya, dan aku juga tidak ingin menjerumuskan putraku dalam bisnisku, nanti aku akan menemuinya, dan ingat jangan pernah mengatakan apa pun tentang kematian orang tua Jane pada putraku,"


"Baik bos, aku permisi," dan pria yang sedari tadi berbicara pada bos nya keluar meninggalkan pria paruh baya yang masih terlihat begitu gagah di usianya, yang sedang duduk di kursi kebesarannya di dalam ruangan pribadi di rumah yang tergolong sangat mewah di pinggiran kota, tempatnya selama ini bersembunyi dan memanipulasi kan kematiannya, saat kecelakaan yang menimpa dirinya.


Dan dia tahu, kecelakaan itu memang di sengaja dan sudah di rencanakan oleh sahabatnya yang waktu itu satu mobil bersama dengannya, yang ternyata telah berkhianat.


Senyum sinis tersungging dari sebelah sudut bibir pria paruh baya tersebut, ketika baru saja dirinya mengambil sebuah foto yang di silang menggunakan pena warna merah.


"Aku Albert tidak semudah itu di singkirkan oleh siapa pun, termasuk kamu penghianat!" Albert meremas foto seorang pria yang usianya hampir sama dengan dirinya, lalu melempar foto yang sudah di remas ke sembarang arah. "Dan satu lagi, aku juga tidak akan membiarkan putrimu bisa hidup tenang, biarkan mereka yang sudah membuatmu berkhianat padaku yang akan membuat putrimu menderita,"

__ADS_1


Albert menatap pintu ruangnya di buka dari luar, dan tatapannya langsung tertuju ke arah pintu, di mana Zain sang putra yang membuka pintu nya dan masuk ke dalam ruangannya.


"Selamat malam putraku?" tanya Albert tapi tidak di hiraukan oleh Zain yang berjalan mendekatinya.


Dan baru beberapa langkah Zain ingin menghampiri sang papa, Zain menghentikan langkahnya saat kakinya menginjak remasan seperti kertas, dan Zain langsung mengambil gulungan tersebut.


"Zain jangan–


Belum juga Albert meneruskan ucapannya saat ingin menghentikan Zain membuka remasan tersebut, Zain sudah terlebih dahulu membuka remasan yang menyerupai kertas tersebut.


"Om Jack," ucap Zain jika foto tersebut adalah Jack papa dari Jane sahabat papanya yang mengalami kecelakaan bersama Albert, lalu Zain mendekat ke arah sang papa. "Apa om Jack juga bersembunyi dan memanipulasi kan kematiannya selama ini, seperti papa bersembunyi dariku? Katakan pa, di mana om Jack,"


Bukannya menjawab pertanyaan sang putra, Albert yang sudah beranjak dari duduknya beralih memegang ke dua bahu sang putra yang sudah mendekat ke arahnya.


"Jelas saja Jack sudah berada di bawah tanah, dan itu tempat yang layak untuknya,"


Mendengar perkataan sang papa, Zain menautkan ke dua alisnya, saat Albert berbicara dengan nada mengejek. "Kenapa papa berbicara seperti itu?"

__ADS_1


"Itu kenyataan, sudahlah jangan di bahas lagi, ayo kita makan malam bersama, papa sangat merindukan kamu,"


"Lepas," Zain menyingkirkan tangan Albert saat sudah memeluk bahunya. "Aku tidak bisa,"


"Kenapa Zain, apa kamu masih marah pada papa, papa sudah menjelaskan semua padamu jika papa terkena gegar otak dan di rawat oleh seseorang yang tidak papa kenal, dan tidak mengingat apa pun lagi, dan baru-baru ini papa mengingat semuanya, dan papa menyuruh nenek kamu untuk menghubungimu," bohong Albert untuk membohongi putranya tersebut.


"Tetapi kenapa harus membawa paksa aku dari rumah nenek?" tanya Zain saat dirinya baru saja tiba di rumah neneknya, beberapa pria datang dan membawa paksa Zain dari rumah sang nenek.


"Papa menyuruh mereka, karena papa ingin memberi kejutan padamu,"


"Dan papa berhasil membuat aku terkejut, dan aku membenci papa, dan sekarang aku ingin kembali ke rumah nenek,"


"Tidak bisa, kamu akan tetap berada di sini, dia bukan nenek kamu,"


"Apa maksud papa?"


Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2