
"Bibi!" teriak Jane dan langsung beranjak dari tidurnya saat mengalami mimpi buruk tepat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul delapan pagi, Jane menatap ke sebelah sisinya saat mengingat semalam dirinya tidur sambil memeluk Jona. Dan Jona pun masih tidur dengan posisi tengkurap di tempatnya.
Jane meraba kantong celana yang masih melekat di pinggangnya, celana yang di gunakan dari kemarin saat semalam Jane tidak sempat mengganti pakaian, lalu Jane mengambil lipatan kertas yang di tulis mendiang sang bibi, kemudian membuka lipatan kertas tersebut dan membaca kembali pesan yang tertulis di dalamnya, jika Albert sedang mengincar nyawanya, lalu Jane mengingat kembali semua yang di ceritakan oleh Jona, dari awal hingga akhir.
"Apa aku harus menemui om Albert agar semua masalah bisa terselesaikan,"
"Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ujar Jona dengan suara parau yang baru saja kembali dari alam mimpinya lalu beranjak dari tidurnya dan meraih tangan Jane kemudian menggenggam nya dengan erat.
"Siapa tahu setelah aku menceritakan semuanya pada om Albert dia bisa mengerti, dan ini semua hanya kesalah pahaman,"
"Aku sudah mengatakan padamu Jane, jika Albert adalah manusia berdarah dingin, dia tidak akan pernah mau mendengar siapa pun, karena dia merasa dirinya yang paling benar, apa kamu tidak ingin membalas dendam padanya setelah semuanya yang dia lakukan pada mamamu, papamu, dan juga bibimu?"
"Untuk apa membalas dendam, kamu sendiri yang bilang semua ini takdir dari Tuhan, dan biarkan mereka tenang di atas sana," ujar Jane saat mengingat lagi apa yang di katakan oleh Jona semalam. "Dan aku akan ikhlas menerima takdir Tuhan ini, dan aku akan terus melanjutkan hidup dengan semua kenangan yang pernah aku lalui, dan menjadikan kenangan itu sebagai pelajaran hidup di masa mendatang," mendengar perkataan Jane, Jona langsung membawa Jane ke dalam pelukannya, saat dirinya tidak menyangka sama sekali ucapan yang keluar dari gadis yang terlihat begitu arogan benar adanya, dan menjadi pelajaran untuknya juga.
"Jona," panggil Jane yang masih berada di dalam pelukan Jona, dan Jona hanya menjawab dengan deheman. "Mau kah kamu meninggalkan pekerjaan kamu itu, dan lupakan balas dendam ke pada om Albert, kamu tahu pekerjaan yang kamu tekuni sangat berbahaya untukmu sendiri, dan aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi untuk kesekian kalinya,"
__ADS_1
"Apa kamu menyayangiku?" tanya Jona dengan begitu antusias.
"Iya aku menyayangimu, karena kamu sudah aku anggap seperti kakakku,"
Mendengar jawaban dari Jane, Jona langsung melepas pelukannya beralih memegang ke dua bahu Jane untuk menghadap ke arahnya. "Apa tidak bisa lebih selain menjadi kakak kamu?"
"Baiklah kalau begitu bagaimana jika kamu–
Belum juga Jane meneruskan ucapannya, Tom masuk ke dalam kamar dan memanggil Jona.
Brak!
Suara bantingan gelas dari dalam kamar Jona terdengar jelas di telinga Jane, saat dirinya yang sudah membersihkan diri baru saja keluar dari dalam kamarnya, lalu Jane melangkahkan kakinya mendekat ke arah pintu kamar Jona.
Kemudian Jane memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Jona ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat pintu kamar Jona tidak di tutup rapat.
__ADS_1
Jane begitu terkejut saat sudah masuk ke dalam kamar dan mendapati kamar tersebut sudah berantakan bagaikan kapal pecah, lalu pandangan Jane tertuju ke arah Jona yang sedang memegangi keningnya dan duduk di sebuah kursi kerjanya yang berada di dalam kamar tersebut.
Tom yang mendapati keberadaan Jane, langsung keluar dari kamar Jona meninggalkan Jane dan juga Jona.
"Jona," Jane yang sudah menghampiri di mana Jona berada langsung memegang bahunya saat mengetahui jika Jona sedang tidak baik-baik saja "Kenapa?"
"Pergilah aku hanya ingin sendiri untuk saat ini,"
"Aku akan tetap di sini sebelum kamu menceritakan apa yang membuatmu seperti ini,
"Jane,"
"Jona," sambung Jane memanggilnya balik. "Kamu sudah berjanji akan selalu bersamaku, tapi kamu sudah membuat aku tidak percaya dengan janjimu, saat kamu tidak mau mengatakan apa yang terjadi padamu, kalau begitu baiklah aku akan pergi," ujar Jane dan ingin pergi namun tangannya langsung di cekal oleh Jona.
Bersambung....................
__ADS_1