
Jane terus tersenyum dan tatapan matanya tertuju pada Jona yang sedang mengendarai mobil mewah yang hanya di produksi beberapa unit di dunia.
Jona yang melirik sekilas ke arah Jane hanya bisa menggelengkan kepalanya menyadari jika Jane benar-benar masih bocah, dan begitu polos dengan cara berbicaranya yang ceplas ceplos, tentu saja Jona tahu karena umur Jona sudah sangat matang, dan bisa membedakan seseorang dari gaya bahasanya.
"Kamu mau membawa aku ke mana? Aku susah tidak tahan,"
Mendengar ucapan Jane, Jona sekilas menolah ke arah gadis yang ada di sampingnya yang sedang memiringkan tubuhnya sambil menatap Jona dan senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya. Bibir yang begitu manis bagi Jona yang sudah merasakannya, dan juga tentunya sangat berbeda baginya.
"Ih kenapa tidak menjawab," ucap manja Jane, membuat Jona tiba-tiba menghentikan mobil yang di kendarai, dan menolah ke arah Jane lalu tangan kirinya menarik belakang leher Jane untuk mendekat.
Ciuman di berikan oleh Jona yang entah mengapa tidak tahan melihat bibir ranum sedikit bervolume milik Jane. Jona melepas tautan bibirnya setelah puas menyesap nya, dan dirinya sadar apa yang di lakukan nya salah.
"Sepertinya kamu sangat menyukai bibirku, mau lagi?" tawar Jane sambil mengerucutkan bibirnya ke arah Jona, yang langsung mengemudikan mobilnya kembali. "Kenapa jalan lagi, aku kira kita akan melakukannya di dalam mobil, seperti di novel-novel, hingga mobilnya bergoyang seiring dengan hentakan demi hentakan, ach aku sudah tidak sabar ingin menikmatinya, bagaimana rasanya ya," ucap Jane tapi tidak di hiraukan oleh Jona yang terus mengemudikan mobilnya. "Jona,"
Jona yang di panggil refleks langsung menoleh ke arah Jane.
"Kamu kan sudah sering melakukan sodok menyodok dengan wanita bayaran, gimana sih rasanya?" tanya Jane dengan bodohnya.
"Apa kamu tidak pernah melakukannya?"
"Belum, tadi aku sudah memberi tahu kamu kan?"
__ADS_1
Jona tidak menjawab pertanyaan Jane, karena dirinya langsung menghentikan laju mobilnya, membuat Jane langsung tersenyum senang, karena dirinya pikir Jona akan melakukannya di dalam mobil.
"Aku sudah siap, lakukan saja," Jane menurunkan tali gaun yang di gunakan nya untuk merayu Jona. Dan Jona hanya menoleh sebentar sebelum membuka pintu mobilnya.
"Turunlah kita sudah sampai," ujar Jona yang langsung turun dari dalam mobil.
"Ah aku kira akan menyodok, aku kan sudah tidak tahan, ingin mencoba daging berotot yang bisa berdiri tegak, aku yakin milikmu besar dan panjang, ah aku tidak tahan," ucap Jane sambil membenarkan tali gaunnya dan keluar dari dalam mobil. Dan Jane tidak tahu jika dirinya dalam bahaya, lalu mata Jane tertuju pada rumah yang begitu megah di tengah hutan setelah hampir dua jam Jona mengendari mobilnya.
"Jona, bukannya kita akan menghabiskan malam bersama, kenapa kita datang ke hutan, jangan bilang kamu akan melakukan uji nyali,"
"Aku hanya ingin menghindari, suara kesakitan kamu, asal kamu tahu jika kamu baru saja melakukan hubungan intim itu rasanya sangat sakit,"
"Oh benarkah, kalau begitu kita pulang saja, aku takut," Jane mendekat ke arah Jona dan memeluk lengannya.
"Mana bisa begitu,"
"Kamu belum melayani ku tentu saja aku minta uangku kembali,"
"Ya sudah aku tidak akan pulang,"
"Bagus," ujar Jona dan langsung menuju pintu rumah bersama Jane yang masih memeluk tangannya.
__ADS_1
Jane menyusuri setiap sudut rumah tersebut yang terlihat begitu elegan, saat sudah berada di dalam rumah mewah tersebut.
"Jona, apa tidak ada orang di rumah ini?"
"Ada, kita berdua," jawab Jona dan langsung menuju lantai dua di ikuti Jane dari belakang. "Masuklah," Jona membuka pintu salah satu kamar, dan Jane pun langsung masuk ke dalam kamar yang begitu luas dan terlihat begitu maskulin dengan corak abu-abu dan juga putih warna yang mencolok di kamar tersebut yang Jane yakinin jika itu kamar jona. "Apa kamu sudah siap?"
"Tentu saja, apa kita akan melakukannya sekarang?" tanya Jane tapi tidak di hiraukan oleh Jona yang langsung melepas ikat pinggang yang dikenakan nya.
"Aku ingin tahu,"
"Tahu apa, kalau aku masih virgin? Tentu saja. Kalau tidak percaya buktikan saja," Jane langsung tersenyum dan mendekat ke arah Jona lalu mengelus dada bidang Jona.
"Tapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu,"
"Tanyakan saja aku akan menjawab,"
"Apa kamu mengenal Albert Gonzales?"
"Tentu," mendengar jawaban Jane, Jona langsung mendorong tubuh Jane. "Jona apa yang kamu lakukan?"
Bukannya menjawab pertanyaan Jane, Jona memukul kedua paha Jane menggunakan ikat pinggang miliknya yang masih berada di tangan, membuat Jane langsung berteriak saat merasakan sakit di kedua pahanya.
__ADS_1
Bersambung............