Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Tentu Saja Bisa


__ADS_3

Jane dan juga Jona mengikuti Zifa dari belakang menuju unit apartemennya, setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari bandara. Saat Zifa bisa meyakinkan siapa dirinya, dan tuduhan Jane dan juga Jona pada dirinya di tepisnya, hingga Zifa menghubungi sang suami untuk meyakinkan ke duanya.


Jane berjalan sambil menatap punggung Zifa dan masih tidak percaya jika wanita yang berjalan di depannya adalah istri Zain sahabatnya, meskipun Zifa sudah menceritakan panjang lebar saat masih berada di dalam mobil.


Bagaimana Jane akan percaya, karena dirinya tahu persis siapa sahabatnya tersebut, yang tidak pernah sama sekali dekat dengan wanita manapun kecuali dirinya. Terlebih lagi Zain mengalami gangguan di juniornya.


"Aku tahu pasti kalian hanya pura pura menikah kan?" tanya Jane tapi tidak di hiraukan oleh Zifa yang langsung menekan pass kode pintu unit apartemen nya. "Sudah jujur saja aku tahu siapa Zain, dan aku sangat yakin jika memang kamu istrinya kamu pasti menyesal mengetahui siapa Zain yang sebenarnya,"


Dan lagi lagi Zifa tidak ingin menanggapi ucapan Jane, dan membalasnya dengan senyum kemudian mempersilakan Jane dan juga Jona untuk masuk ke dalam apartemen nya.


"Silakan masuk," ucap Zifa namun Jane mau pun Jona hanya diam berdiri di depan pintu unit apartemen Zifa. "Ada apa?"


"Katakan padaku yang sejujurnya kamu bukan istri Zain kan?" tanya Jane balik sambil melipat ke dua tangannya dan menatap intens ke arah Zifa yang hanya mengukir senyum.


"Ya Tuhan. Aku harus membuktikannya dengan apa lagi agar kalian percaya jika aku adalah istri Zain,"


"Kalau kamu istri Zain bagaimana kamu akan di puaskan dengan junior dia yang loyo kaya terong bakar,"

__ADS_1


"Aku selalu puas dengan permainan dia," Akhirnya Zifa yang sedari tadi menahan untuk tidak mengatakan hal yang berbau dua puluh satu plus akhirnya menyatakan nya juga.


Mendengar apa yang di katakan oleh Zifa, Jane langsung tertawa kencang lalu melepas lipatan tangannya dan mendekati Zifa.


"Puas apa kamu yakin? Zain


Menggunakan apa? Jari tangan apa jari jempol?" tanya Jane namun tidak mendapat tanggapan dari Zifa yang kembali menyuruh ke duanya masuk, karena tidak ingin ketularan gila seperti Jane yang mulutnya tidak bisa di rem.


Akhirnya Jona dan juga Jane masuk ke dalam apartemen sederhana namun begitu mewah isi di dalamnya. Bagaimana tidak sederhana jika di dalam apartemen tersebut hanya terdapat kamar tidur yang terpampang nyata dari ruang tamu di mana Jane dan juga Jona sekarang berada.


"Kamu belum menjawab pertanyaan aku yang tadi, Zain memuaskan kamu dengan apa?"


"Tentu saja dengan juniornya yang panjang dan besar," Akhirnya Zifa menjawab pertanyaan gila yang di ajukan oleh Jane.


"Ha ha ha apa kamu sedang bercanda Zain itu–"


"Loyo maksud kamu?" tanya Zifa memotong perkataan Jane. "Mungkin dulu dia juniornya loyo, tapi sekarang tidak lagi karena sudah bisa berdiri tegak dan sempurna. Kalau begitu aku ke dapur dulu," ucap Zifa yang langsung melangkahkan kakinya menuju dapur, meninggalkan Jane yang tidak percaya pada apa yang di katakan oleh Zifa.

__ADS_1


"Suamiku sayang memang bisa dulu loyo sekarang tegak?" tanya Jane sambil menatap ke arah sang suami saat ke duanya sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Tentu saja bisa, kenapa tidak,"


"Jadi Zain sudah bisa berdiri tegak, aku jadi penasaran dan ingin melihatnya, punya dia sebesar apa," ucap Jane yang langsung di rangkul lehernya oleh Jona dan menidurkan nya di ke dua pahanya.


"Awas saja kalau sampai itu terjadi, aku kurung kamu di kamar dan tidak aku izinkan kamu pergi selangkah pun. Dan aku kasih pelajaran hingga kamu tidak bisa berdiri lagi karena kelelahan sayang,"


"Ah aku mau jika pelajaran nya tentang tusuk menusuk emmm sayang," sambung Jane di akhiri dengan menddesah.


"Apa kamu sedang menggodaku?" tanya Jona yang langsung mencium bibir Jane yang ada di pangkuannya, saat Jane akan mengatakan sesuatu.


Jane dan juga Jona saling balas mencium hingga ke duanya lupa sedang ada di mana, dan ke duanya tidak menyadari jika pintu unit apartemen tersebut baru saja di buka oleh Zain yang baru kembali.


"Jane,"


Bersambung......................

__ADS_1


__ADS_2