
Dan benar apa yang di katakan oleh Jona, jika dirinya tidak akan lama keluar rumah, karena sekarang Jona sudah berada di rumahnya dan langsung menuju kamar di mana tadi dirinya meninggalkan Bela sang kekasih seorang diri.
Bela yang memang belum tidur untuk menunggu Jona kembali, karena penasaran dengan perkataan Jona sebelum meninggalkannya, beranjak dari duduk dan menghampiri Jona yang baru masuk ke dalam kamar, lalu memeluknya dengan erat.
"Akhirnya kamu kembali,"
"Apa kamu sedang menungguku?"
Bela pun langsung melepas pelukannya dan menganggukkan kepalanya. "Aku masih penasaran dengar ucapan yang kamu katakan, sebelum kamu pergi tadi, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan sayang?"
Jona hanya tersenyum lalu menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, di ikuti Bela dari belakang yang semakin menambah penasarannya.
"Apa kamu mengikuti ku?"
"Tentu, aku ingin membantumu melepas pakaian,"
"Hanya itu?"
Mendengar pertanyaan Jona, Bela lalu menggelengkan kepalanya. "Katakan padaku hal penting apa yang ingin kamu katakan padaku, jangan membuatku penasaran sayang,"
"Aku ingin pergi ke Indonesia, karena ada urusan bisnis,"
"Hanya itu, di mana pentingnya sayang, kamu juga sering pergi keliling negara, kamu membuat aku kuatir saja,"
"Tapi untuk kali ini aku akan sedikit lama berada di sana,"
"Berapa hari dua hari? Empat hari atau satu minggu?"
"Paling cepat sekitar dua bulan,"
__ADS_1
"Apa!" Bela begitu terkejut pasalnya tidak pernah sekali pun sang kekasih pergi lebih dari satu minggu.
"Aku harap kamu tidak keberatan,"
"Tentu saja tidak," ujar Bela tahu jika Jona tidak suka ada yang ikut campur dengan pekerjaannya. "Apa aku boleh ikut?"
"Bela,"
"Iya, maaf sayang," sambung Bela tahu, karena tidak pernah sekalipun dirinya pernah ikut Jona saat kekasihnya tersebut ke luar negeri karena urusan bisnis.
"Jangan cemberut begitu, apa kamu akan berfikir, jika aku akan meninggalkan kamu? Apa kamu tidak percaya padaku lagi?"
"Siapa yang tidak percaya, aku akan selalu percaya padamu sayang,"
"Terima kasih,"
Dan Jona pun langsung mengangkat tubuh Bela dan membopongnya. "Ah Jona apa yang kamu lakukan,"
*
*
*
Bibi Berta menggelengkan kepalanya saat masuk ke dalam kamar keponakan yang masih terlelap, padahal jam dinding di kamar Jane sudah menunjukkan pukul sepuluh siang.
"Ya ampun, bangun tidak kalian berdua!" teriak bibi Berta dan menarik selimut yang menutupi tubuh Jane dan juga Zain yang sedang tidur sambil berpelukan.
"Ah bibi aku masih mengantuk," Jane dengan suara parau yang langsung melepas pelukannya beralih menutup wajahnya dengan bantal, begitu pun dengan Zain yang masih merasakan kantuk yang luar biasa, dan langsung merubah posisi nya menjadi tengkurap.
__ADS_1
Bagaimana keduanya tidak mengantuk saat keduanya baru tidur jam lima pagi, setelah semalaman keduanya bergadang saling bercerita keseharian keduanya dari yang penting hingga yang tidak penting keduanya ceritakan.
"Cepat bangun ini sudah siang, bibi rasa kalau kalian di grebeg warga, pasti kalian langsung di kawinin,"
"Ogah amat kawin sama Zain yang tidak bisa berdiri," ujar Jane sambil melempar bantal yang menutupi kepalanya dan coba untuk bangun dari tidurnya meskipun dengan enggan. "Bibi tahu, Zain bilang sudah coba memakai tisu getok magic tapi tetap saja tidak bisa berdiri,"
Mendengar perkataan sang ponakan bibi Berta tertawa geli, berbeda dengan Zain yang langsung menarik tangan Jane dan membawa ke dalam pelukannya.
"Jangan mengumbar aib ku,"
"Kamu sendiri yang bilang semalam kan Zain,"
"Iya tapi tidak kamu ceritakan pada orang lain juga markonah!"
"Bibi kan bukan orang lain,"
"Dasar mulut ember, awas kau Jane," Zain pun langsung menggelitik perut Jane hingga Jane tertawa dengan terpingkal pingkal.
Bibi Berta hanya menggelengkan kepalanya melihat keponakannya dan juga sahabatnya yang begitu dekat, hingga tidak ada rahasia di antara keduanya, dan bibi Berta juga tahu jika Zain loyo, hingga bibi Berta tidak melarang Zain tidur bersama dengan Keponakannya. "Zain kamu ke stasiun jam berapa? Ini sudah jam sepuluh,"
"Apa!" teriak Zain dan berhenti menggelitik Jane.
*
*
*
"Peluk,"
__ADS_1
"Jangan manja."
Bersambung...........