Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Pacuan Kuda


__ADS_3

"Guru privat?" tanya Jona untuk memastikan apa yang di dengarnya tidak salah.


"Iya," jawab Jane sambil mengukir senyum.


"Ya ampun sayang kamu tahu aku tidak ada bakat untuk memberi pelajaran, aku hanya bakat menghajar dirimu sayang,"


"Ah Jona! Lepaskan tidak," ujar Jane saat sang suami tiba-tiba mengangkat tubuhnya.


"Tidak, selama berada di sini aku belum memberi pelajaran untukmu. Dan sekarang saatnya aku memberi pelajaran untukku sayang. Jangan ada alasan seperti yang sudah sudah oke!"


"Oke aku tidak akan menolak tapi–"


Jona menautkan keningnya saat sang istri tidak jadi meneruskan ucapannya. "Tapi apa?"


"Bagaimana jika kita mengajak Zain dan Zifa untuk berlomba siapa yang tahan lama dan juga paling banyak bermain variatif,"


Mendengar ucapan sang istri, Jona menempelkan keningnya di Jane. "Kamu tidak sakit kan sayang?"


"Apa maksud kamu?"


"Tidak, aku kira otak kamu sudah bergeser, bisa bisanya kamu mengatakan hal tidak manusia seperti itu,"


"Kurang ajar, kamu pikir aku sudah gila," sambung Jane kesal lalu turun dari gendongan sang suami. "Malam ini tidak ada namanya main pacuan kuda mengerti!" ancam Jane yang langsung berjalan menuju kamar.


"Sayang kok begitu sih, aku pengin dan sudah di ubun ubun ini," ucap Jona sambil mengikuti sang istri dari belakang.

__ADS_1


"Masukin saja ke lubang apa ke terserah,"


"Oh no tidak sayang!"


Jona membuka matanya tepat jam yang berada di kamar menunjukkan pukul delapan pagi.


Matanya langsung tertuju ke arah sang istri yang tidur di sebelahnya, yang tidak menggunakan sehelai benang pun dan juga selimut yang tidak menutupi seluruh tubuhnya.


Kemarahan yang semalam di tunjukkan oleh Jane pada Jona tidak berlangsung lama, pasalnya setelah masuk ke dalam kamar, Jane yang malah mengajak sang suami untuk main pacuan kuda, dan itu bukan hanya sekali melainkan berulang kali hingga Jona kewalahan melayani sang istri, yang akhir akhir ini permainannya begitu bersemangat.


Jona mendekatkan wajahnya untuk mencium kening sang istri, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan tidak ada niat untuk membangunkannya.


Kemudian Jona turun dari tempat tidur dan ingin menuju kamar mandi, namun dirinya urungkan saat mengingat ponsel miliknya semalam ke habisan baterai dan lupa untuk mengisi daya.


Jona mengambil ponsel miliknya yang berada di atas meja tidak jauh dari tempat tidur lalu mengisi baterai dan juga menyalakan ponselnya, takut ada hal penting yang terjadi di showroom mobil miliknya, apa lagi selepas kepergian dirinya dan juga Jane ke ibu kota, di mana Albert datang ke komplek tempatnya selama ini bersembunyi.


"Tom," ucap Jona sambil menautkan ke dua alisnya setelah membuka pesan yang di kirim oleh Tom, jika Tom ingin mengunjunginya. "Ada apa dia ingin datang ke Indonesia? Ah bodo amat," ucap Jona lagi lalu meletakkan ponselnya setelah membaca pesan Tom yang ingin mengunjunginya tanpa membalas pesannya.


Jona yang sudah membersihkan diri keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan kebetulan di dapur sudah ada Zain yang sedang menyiapkan bahan masakan.


"Kau sudah bangun?" tanya Zain saat Jona sudah menghampirinya.


"Seperti yang kamu lihat. Mau masak apa kita pagi ini?" tanya Jona yang sudah terbiasa memasak sarapan bersama Zain selama tinggal bersamanya, selagi istri mereka masih tidur.


"Seperti biasa," jawab Zain lalu menatap Jona. "Oh iya kalian tidak akan mengundur waktu untuk tinggal lebih lama di sini?"

__ADS_1


"Tidak, kita sudah memutuskan nanti sore akan kembali ke kota S, aku tidak bisa meninggalkan showroom milikku yang baru saja berjalan," jawab Jona dan tangannya dengan cekatan membantu Zain memasak.


"Baiklah, maaf aku tidak bisa mengantar kalian. Hari ini aku kembali syuting,"


"Tidak masalah," sambung Jona.


"Tapi aku janji pada kalian, aku dan juga Zifa istriku lain waktu akan mengunjungi kalian.


" Kami akan dengan senang hati menyambut kalian,"


"Terima kasih,"


Wek wek!


Wek wek!


Jona dan juga Zain menghentikan aktivitasnya lalu menatap sumber suara dari istri masing masing yang baru saja ke luar dari kamar.


"Jona!"


"Zain!" teriak Jane dan juga Zifa bergantian.


Wek!


Wek!

__ADS_1


Keduanya kembali masuk ke dalam kamar, membuat Jona dan juga Zain yang berada di dapur langsung berlari untuk menghampiri istri masing masing.


Bersambung.......................


__ADS_2