Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Nick Bateman


__ADS_3

"Jane!" teriak Jona lagi sambil menggoyang goyangkan tubuh Jane, saat Jane yang tidur di satu tempat tidur yang sama begitu berisik, karena memang Jona hanya memesan satu kamar atas permintaan Jane yang masih asing dengan negara yang dikunjunginya, dan Jona pun langsung beranjak dari tidurnya dan menatap jam dinding di kamar hotel tempatnya menginap sudah menunjuknya pukul sepuluh pagi.


"Ah Jona enak sekali, terus tusuk aku sampai mentok," Jane terus mengigau dengan mata yang masih terpejam tentunya dengan tangan dan juga kaki yang masih terikat, yang memang di sengaja oleh Jona, agar Jane tidak merancau lagi, yang bisa saja membuat dirinya hilang kendali.


"Ya ampun Jane bangun!" teriak Jona dengan kencang tepat di telinga Jane, membuatnya langsung membuka matanya.


"Jona apa yang kamu lakukan di sini? Tangan ku kaki ku?" tanya Jane saat menyadari jika kaki dan juga tangannya masih di ikat. "Apa kamu menodai ku, ya ampun Jona kamu tega sekali, aku sudah mengatakan aku tidak mau denganmu kamu ini sudah tua,"


"Dasar aneh, setelah aku pikir-pikir aku juga ogah menjadikan kamu istri ku, mulut kamu seperti kaleng rombeng, jadi perempuan itu yang lemah lembut, lah mulut kamu ini cocok buat jualan cang ci men,"


"Cang ci men, cang ci men mataku. Ogah tapi barusan nyodok, dan kamu sudah mengambil kesucian ku, tega sekali kamu Jona, kamu jahat," ujar Jane memasang muka sedih.


Mendengar ucapan Jane, Jona langsung menoyor kening nya. "Dasar aneh, kalau ngomong itu di saring Jane,"


"Tapi aku enak dan basah,"


"Ya ampun Jane lama-lamu aku dekat kamu, aku bisa kehilangan kewarasan," ujar Jona lalu melangkah kan kakinya menuju kamar mandi sebelum Jane menghentikan langkahnya. "Ya ampun apa lagi!" Jona membalik tubuhnya dan menatap Jane dengan kesal.


"Lepaskan ikatan di tangan dan juga kakiku dulu,"

__ADS_1


"Iya," ucap singkat Jona dan menghampiri Jane yang masih terbaring di atas tempat tidur.


"Jona,"


"Apa lagi Jane!"


"Kenapa kaki dan tanganku di ikat?"


"Apa kamu tidak ingat?"


"Ingat apa?"


"Kalau tidak ingat ya sudah diam,"


"Para normal, karena kamu kemasukan setan!" ucap kesal Jona yang sudah melepas ikatan di tangan dan juga kakinya.


"Kenapa kamu marah begitu? Pasti karena lobang kendor yang sudah mengkhianatimu iya kan, lagian kamu jadi pria bodoh sekali, masa kekasih kamu suka celap celup tidak tahu, seberapa hebat sih goyangannya, hingga kamu terkecoh apa karena kamu bo–" Jane menghentikan ucapannya saat Jona tiba-tiba mencium bibirnya, namun Jane langsung mendorong wajah Jona untuk melepas ciumannya.


"Jangan katakan apa pun lagi Jane, sebelum aku hilang kendali,"

__ADS_1


"Iya maaf," ucap Jane singkat saat menatap wajah Jona yang tidak seperti biasanya. "Dasar pria bo–" Jane tidak meneruskan ucapannya saat Jona yang akan menuju kamar mandi menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Jane yang langsung bernyanyi tidak jelas.


Setelah Jona masuk ke dalam kamar mandi Jane turun dari tempat tidur lalu memegangi celana panjang yang di kenakan nya yang ternyata basah, tepat di atas hutan belantara miliknya.


"Berarti tadi aku mimpi enak, mimpi saja sudah enak apa lagi beneran yang ampun aku pengin," ujar Jane sambil tersenyum tidak jelas. "Tapi kenapa aku mimpi dengan dia ya, tidak asik, harusnya kan sama Nick Bateman yang pasti panjang dan besar" ujar Jane dan ingin menuju di mana kopernya berada namun dirinya urungkan saat Jona sudah keluar dari kamar mandi.


"Tidak usah menatapku, buruan sana mandi jangan lama-lama, setelah ini kita sarapan di luar," ujar Jona menuju di mana kopernya berada, dan tanpa berpikir lagi Jane langsung menuju kamar Mandi saat dirinya juga sudah sangat lapar.


Jona yang sudah rapi duduk di pinggiran tempat tidur sambil memainkan ponsel untuk menunggu Jane yang masih berada di kamar mandi. Jona melirik ke arah pintu kamar mandi yang di buka, dan hanya kepala Jane yang menyembul keluar.


"Jona,"


"Buruan, aku sudah sangat lapar,"


"Aku pun tapi aku–"


"Jane bicara yang benar," sambung Jona saat Jane tidak jadi meneruskan ucapannya.


"Aku mau–" Jane tidak jadi meneruskan ucapannya malah beralih mengigit bibirnya, membuat Jona langsung beranjak dari duduknya

__ADS_1


"Jane jangan menguji kesabaran ku. Jangan salahkan aku jika aku menyodok mu," ujar Jona lalu mendekat ke arah Jane yang malah tersenyum.


Bersambung.........................


__ADS_2