
Akhirnya Jona mengikuti saran Tom setelah sang istri menyuruhnya untuk mengikuti apa rencana Tom.
Sebenarnya Jona berat untuk meninggalkan sang istri, terlebih lagi Jane sedang mengandung yang membutuhkan perhatian lebih, apa lagi Jane mengalami morning sickness.
Namun Jona dengan berat hati meninggalkan Jane hanya semata mata agar urusannya dengan Albert cepat tuntas, dan dirinya bisa menjalani kehidupan dengan tenang tanpa ada bayang bayang Albert.
Jane yang di kelilingi warga komplek terus melambaikan tangannya seiringan dengan mobil sang suami menjauh dari halaman rumahnya.
Sebelumnya Jona sudah meminta sang istri untuk meninggalkan komplek tersebut untuk keamanannya, karena Albert sudah mengetahui keberadaanya.
Dan Jona juga sudah meminta pada sang istri untuk tinggal di rumah baru di mana Tom sudah menyediakan tempat persembunyian nya yang baru, namun Jane menolak dengan mentah mentah dan ingin tetap tinggal di kompleks tempatnya selama ini tinggal.
Tentu saja Jona tidak meninggalkan istrinya begitu saja, karena Jona sudah meminta seluruh warga komplek yang sudah seperti keluarga untuk menjaga sang istri, bukan hanya itu, Tom juga meninggalkan beberapa anak buahnya di komplek tersebut untuk menjaga Jane selama Jona tidak bersama dengan nya.
Bu Joko dan juga bu Tuti memeluk Jane dari samping kanan dan juga kiri Jane yang masih berdiri di halaman rumah, saat mobil yang dinaiki Jona sudah tidak terlihat lagi.
__ADS_1
"Jangan bersedih mbak Juminten, ada kita di sini yang akan selalu bersama Mbak Juminten," ucap bu Joko sambil mengelus punggung Jane.
"Iya Mbak Juminten, asal Mbak Juminten tahu, dulu saat aku mengandung anak pertama suamiku juga pergi berlayar dan kembali saat aku ingin melahirkan," sambung bu Tuti yang sudah mengetahui jika Jane sedang mengandung.
Bukan hanya bu Tuti yang tahu Jane sedang mengandung, seluruh penghuni komplek juga tahu karena Jona sudah memberi tahu, bukan hanya memberi tahu jika sang istri mengandung, Jona juga memberi tahu apa tujuan dirinya pergi ke kota Paris, dan serentak penghuni komplek mendukungnya dan berjanji akan menjaga Jane hingga Jona kembali.
"Dari pada galau bagaimana jika kita bikin rujak, mantap ini tengah hari bolong seperti ini kita rujakan, pasti Mbak Juminten suka," ajak salah satu ibu-ibu yang masih berkumpul di halaman rumah Jane.
"Wah benar banget apa yang di katakan oleh bu Broto," sambung bu Joko menyetujui ajakan tetangganya. "Bagaimana Mbak Juminten mau?" tanya bu Joko dan Jane langsung menganggukkan kepalanya, karena kebetulan Jane juga sedang ingin makan rujak
"Terima kasih," ucap Jane pada semua ibu ibu yang berada di halaman rumahnya, karena seluruh penghuni komplek tempatnya tinggal selama ini begitu baik padanya, apa lagi sekarang, meraka begitu perhatian padanya, tidak seperti yang Jane pikiran dulu jika para tetangganya bermuka dua dan tukang julid.
"Sama-sama," ucap serentak semua ibu ibu yang ingin memeluk Jane namun di halangi oleh bu Joko.
"Jangan mendekat! Kalian mambu kelek kasihan mbak Juminten yang selalu wangi ini,"
__ADS_1
"Ah bu Joko tidak asik, bu Joko juga mambu kelek, tapi boleh peluk mbak Juminten," sambung bu Broto.
"Nanti kalau di tambah kelek kalian Mbak Juminten pingsan, lebih baik kalian siapkan bumbu dan peralatan untuk membuat rujak, dan iya, ambil tikar di aula pertemuan. Edisi siang hari ini kita makan rujak bersama,"
"Siap bu rete," ucap ibu ibu berbarengan dan langsung mengikuti perintah bu Joko.
Jane terus mengukir senyum dan kesedihan karena belum lama di tinggal sang suami hilang entah kemana, ketika melihat keseruan seluruh warga komplek yang berkumpul dan bercengkrama di halaman rumahnya setelah selesai makan rujak bersama, hingga Jane tidak menyadari sudah lebih dari dua jam dirinya berada di halaman rumah.
Jane menoleh ke depan pintu rumahnya saat bu Tuti yang tadi di suruh Jane mengambil cemilan yang selalu penuh di dalam rumahnya berteriak dan keluar dari dalam rumah.
"Bu Tuti mengagetkan aku saja, ada apa?" tanya bu Joko.
"Pesawat jatuh itu–" Bu Tuti tidak jadi menerus ucapannya dan kembali masuk ke dalam rumah, dan Jane yang tadi ikut duduk berbaur dengan ibu ibu yang lain, beranjak dari duduknya dan berlari menuju ke dalam rumah penasaran dengan apa yang di katakan oleh bu Tuti.
Bersambung..........................
__ADS_1