
Jane menoleh ke arah Jona sambil memicingkan matanya, setelah mendengar apa yang di katakan pria yang duduk di sampingnya.
"Jona!" teriak Jane membuat Jona langsung menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda.
"Tadi salah ucap Jane. Tadi aku mau bilang. Ho no begitu,"
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Jona, Jane mengalihkan pandangannya ke arah pak Joko yang berdiri tepat di hadapannya.
"Pak Joko apa sedang bercanda? Aku harus menikah dengan dia?" tanya Jane sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Jona. "Sorry ya pak Joko, dia bukan seleraku, lagian dia sudah tua tidak cocok dengan ku yang masih ABG,"
"Ah neng Juminten tidak tahu saja, jika yang tua itu yang mateng, rasanya juga legit,"
"Aku lebih tahu pak, yang tua itu tidak tahan lama kalau tidak minum obat, dan semprotan nya juga tidak kencang,"
"Ko mbak Juminten tahu?"
"Ha ha ha ha," tawa renyah terdengar jelas dari bibir Bejo dan Paimin, membuat pak Joko beralih menatap ke duanya.
"Kenapa kalian tertawa?"
"Ngakunya kemarin tahan lama, jadi pak Joko minum obat, ha ha ha," jawab Bejo yang masih terus tertawa begitu pun Paimin.
"Apa salahnya minum obat, demi membahagiakan istri. Benarkan mas Jono?" tanya pak Joko yang sekarang menatap ke arah Jona yang sedang menahan senyum.
"Benar pak seratus persen, agar bisa mendessah bersama, tapi aku tidak menggunakan obat juga tahan lama pak,"
__ADS_1
"Tuh Mbak Juminten dengarkan apa yang di katakan mas Jono,"
"Ya lama karena main solo sendiri di kamar mandi," cibir Jane sambil melipat ke dua tangannya.
"Sungguh malang kamu mas Jono, kalau itu benar,"
"Jelas saja benar pak, karena meskipun tinggal di rumah yang sama kita tidak pernah melakukan apa pun, dan sekarang ijinkan aku pulang," Jane beranjak dari duduknya namun langsung di tahan oleh pak Joko, dan menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Peraturan tetap peraturan, dan itu harus di ikuti, jika kalian tidak ingin mematuhi peraturan di komplek ini, silakan kalian pergi sekarang juga!"
"Tidak bisa begitu pak, itu rumahku, masa aku harus pergi dari rumahku sendiri," sambung Jona,
"Kalau begitu ikuti peraturan di sini, jika kalian masih ingin tinggal, dan besok kalian harus menikah, jangan sampai warga mengetahui semuanya, dan menelanjangi kalian!"
"Baik Pak,"
Setelah kepergian pak Joko, Jona menghadap ke arah Jane lalu memegang ke dua bahunya.
"Jangan pegang pegang!" Jane menyingkirkan tangan Jona dengan kasar. "Pokoknya aku tidak mau menikah titik,"
"Terus?"
"Kita harus meninggalkan komplek ini, aku tidak mau tinggal di sini,"
"Jane kamu tahu kita belum aman? Dan komplek ini tempat teraman untuk kita tinggal dengan peraturan yang ada. Kamu masih ingat yang di katakan Tom bukan? Sebelum dia pergi?" tanya Jona mengingat lagi setelah kepergian Tom seminggu lalu untuk mengelabuhi musuh, Tom mengatakan tempat ini paling aman untuk bersembunyi saat ini.
__ADS_1
"Iya aku tahu, tapi aku tidak ingin menikah," sambung Jane sambil menekuk wajahnya.
"Jane dengan kita menikah, urusan akan semakin mudah. Aku janji meskipun nanti kita sudah menikah, aku tidak akan menyentuhmu,"
Mendengar perkataan Jona, Jane langsung menatap wajah Jona sambil menautkan ke dua alisnya. "Janji?"
"Iya Jane," jawab Jona sambil tersenyum.
"Benar ya, awas aja kalau sampai itu terjadi," Membuat Jona langsung menganggukkan kepalanya.
"Itu juga kalau tidak khilaf," ucap Jona sangat pelan.
"Apa kamu mengatakan sesuatu?"
"Tidak, sudahlah. Kamu pasti lelah, lebih baik kamu pulang saja terlebih dahulu, aku akan berbicara pada pak Joko," perintah Jona karena rumahnya dan juga aula pertemuan jarak nya tidaklah jauh.
"Baiklah aku pulang dulu," Jane beranjak dari duduknya dan menatap tidak suka ke arah pak Joko yang akan mendekatinya, lalu Jane keluar dari aula pertemuan dengan kesel.
"Tos," Jona mengangkat tangannya dan melakukan tos dengan pak Joko setelah kepergian Jane. "Terima kasih pak Joko, Bejo dan juga Paimin atas kerja samanya, dan ini untuk kalian," ucap Jona sambil mengambil tiga amplop coklat dan memberikan ke pada ketiga nya yang sudah dirinya siapkan di balik jaket miliknya.
Karena rencananya akhirnya berhasil membuat dirinya akan menikah dengan Jane, karena sandiwara yang di mainkan pak Joko dan kedua rekannya atas perintah Jona jauh-jauh hari.
"Cie besok mas Jono mau belah duren nih ya," Ledek Bejo sambil menyenggol lengan Jona.
"Belah duren? Apa maksudnya?"
__ADS_1
Bersambung.................