Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Matamu Butik


__ADS_3

Senyum tersungging dari sebelah sudut bibir Jona lalu melangkah kan kakinya menuju tempat tidur di mana Jane belum menyadari keberadaannya.


"Jona!" teriak Jane saat Jona menjatuhkan tubuhnya tepat di samping Jane membuatnya begitu terkejut. "Kamu mengagetkan aku saja, ada apa kamu ke kamar ku?"


"Ini kamar ku Jane,"


Mendengar perkataan Jona, Jane langsung menoyor kepala Jona yang merebahkan tubuhnya menghadap ke arah Jane dengan kepala bertumpu di satu tangannya. "Matamu butik, ini kamarku Jona! Lihat interior kamar ini, dan lihat baju yang aku kenakan ini aku ambil dari lemari itu," ujar Jane sambil menunjuk lemari pakaian yang berada di dalam kamar tersebut yang memang adalah kamarnya.


"Berarti aku salah masuk dong?"


"Pikir saja sendiri, sekarang pergi lah dari kamar ku, jangan menghalangi pemandangan indah di kamar ini,"


"Tidak mau aku sudah nyaman di sini," sambung Jona yang sekarang beralih merebahkan tubuhnya telentang dengan berbantalkan ke dua tangannya.

__ADS_1


"Dasar menyebabkan," Jane beranjak dari tempatnya lalu turun dari tempat tidur, namun tangannya langsung di cekal oleh Jona. "Mau ke mana kamu?"


"Bukan urusanmu," jawab Jane sambil melepas tangan Jona yang masih memegangi tangannya. "Jona lepaskan tidak!" kesal Jane saat Jona malah mengeratkan genggaman tangannya.


"Tidak mau, naiklah aku ingin tidur di temani kamu,"


"Sorry aku tidak– ah Jona!" Jane tidak jadi meneruskan ucapannya di gantikan teriakan saat Jona beranjak dari tidurnya lalu mengangkat Jane naik ke atas tempat tidur dan langsung membawa ke dalam pelukannya. "Jona lepaskan tidak!" Jane yang berada di atas tubuh Jona terus mencoba melepas tangan Jona yang memeluk dirinya dengan erat.


"Jona! Tidak lucu tahu,"


"Ya elah Jane ketimbang menemani doang apa salahnya, tadi aku cium saja kamu menikmati,"


"Tadi aku khilaf dan sekarang aku sudah sadar,"

__ADS_1


"Baiklah akan aku buat kamu khilaf lagi," ujar Jona sambil melepas pelukannya lalu membalik tubuh Jane kemudian mengungkung di bawah tubuhnya.


"Jona apa yang–" Belum juga Jane meneruskan ucapannya Jona sudah menempelkan bibirnya ke bibir Jane yang lagi-lagi entah mengapa Jane tidak bisa menolak ciuman Jona apa lagi sekarang, Jona mulai menyesap bibirnya lalu melummatnya. Jane benar-benar di buat melayang dengan apa yang dilakukan Jona, dan membuat nya langsung melingkarkan kedua tangannya ke belakang leher Jona dan terus menikmati permainan bibir Jona, hingga ada rasa yang bergejolak di tubuhnya ingin meminta lebih hanya sekedar Berciuman. Dan Jona yang mendapati Jane begitu menikmati lummmatan bibirnya, melepas bibirnya untuk mengambil nafas saat keduanya mulai kehabisan oksigen, Jona menatap wajah Jane yang hanya berjarak beberapa senti di bawahnya yang sedang mengukir senyum sambil mengatur nafasnya. Hasrat di tubuh Jona tidak bisa lagi di kontrol, kemudian mendekatkan wajahnya tapi kali ini bukan lagi mencium bibir Jane melainkan mencium ceruk leher Jane.


"Ahh Jona hen– ti–kan," dessah Jane saat merasa gelayaran aneh di tubuhnya ketika Jona mulai memberikan tanda kepemilikan, namun mendengar dessaahan Jane, Jona malah bersemangat untuk memberikan tanda kepemilikan lagi, dan satu tangan nya mulai masuk ke dalam dress minim yang Jane gunakan lalu meremas gunung kembarnya tanpa sepengetahuan pemiliknya yang masih merasakan gelayaran aneh di dalam tubuhnya. Hingga ke duanya tidak menyadari jika pintu kamar tersebut sudah di buka oleh Tom yang langsung memanggil Jona.


"Jona!" teriakan Tom untuk yang kesekian kalinya membuat Jona langsung menghentikan aksinya, dan menatap ke arah pintu di mana Tom sudah berdiri sambil bertolak pinggang. Begitu pun dengan Jane yang langsung meraih selimut dan menutupi tubuhnya saat dress yang di kenakan nya sudah tidak berada di tempatnya. "Ikut denganku sekarang, ada hal penting yang harus kamu tahu sekarang juga," ucap Tom yang langsung ke luar dari kamar tersebut.


"Aku akan segera kembali," Jona mencium kening Jane sebelum keluar dari kamar untuk menyusul Tom.


Selepas kepergian Jona, Jane memegangi dadanya yang masih berdetak tidak seirama, lalu menggelengkan kepalanya mengingat lagi apa yang baru saja terjadi. "Jane ini tidak benar," ucap Jane pada dirinya sendiri lalu turun dari tempat tidur menuju pintu kemudian menguncinya.


Bersambung.......................

__ADS_1


__ADS_2