
Mendengar apa yang di katakan oleh bu Joko yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan, Jane dan juga Jona saling pandang.
"Kalian terkejut tidak? Pastilah terkejut dan bertanya tanya kenapa aku ada di sini kan?"
Mendengar pertanyaan bu Joko, Jane dan juga Jona langsung menggelengkan kepalanya.
"Oh Tuhan kalian ini, harusnya bilang, oh ya bu Joko aku sangat terkejut, bagaimana bu Joko ada di sini?" ujar bu Joko dengan dramatis sambil memajukan bibirnya.
"Bu Joko kalau begitu tambah cantik," goda Jona.
"Oh iya terima kasih mas Jono," sambung bu Joko dengan gembiranya lalu membuka tas miliknya. "Ya ampun mas Jono maaf tidak ada receh, yang ini saja ya," ujar bu Joko yang baru saja mengambil uang seratus ribu dari dalam tas, dan menyodorkan ke arah Jona.
"Apa ini Bu?" tanya Jona tanpa mengambil uang yang di sodorkan bu Joko.
"Uang,"
"Iya untuk apa?"
"Karena mas Jono sudah membuat aku bahagia, dengan mengatakan aku cantik, jadi ini untuk mas Jono,"
"Ma–"
"Terima kasih bu Joko," sambung Jane memotong perkataan Jona dan langsung menyambar uang yang ada di tangan bu Joko yang berdiri di sisi ranjang perawatannya. "Benar apa yang di katakan Jono, bu Joko hari ini memang sangat cantik," Puji Jane berharap bu Joko akan mengeluarkan uang kembali dari dalam tasnya.
__ADS_1
"Ah mbak Juminten jangan suka memuji, aku sadar mbak Juminten lebih cantik dari pada aku yang udah keriput dan juga kendor, dengan mbak Juminten memuji ku seolah olah Mbak sedang menghinaku," ujar bu Joko sambil memasang muka sedih.
"Ya ampun," sambung Jane lalu menepuk jidatnya sendiri.
Tapi tidak dengan Jona yang langsung beranjak dari duduknya dan beralih memeluk bahu bu Joko. "Meskipun bu Joko sudah tua, tapi aura bu Joko itu sungguh mempesona,"
"Oh ya? Mas Jono bisa saja," sambung bu Joko sambil tersipu malu.
"Dasar kegatelan sepertinya obat kalpinik di rumahnya habis," ujar Jane kesal saat bu Joko sekarang sedang memeluk Jona.
"Oh iya bu Joko, ada apa bu Joko datang ke rumah sakit ini?" tanya Jona setelah melepas pelukannya.
"Tentu saja untuk menjenguk mbak Juminten yang sedang hamil," jawab bu Joko. "Selamat ya mas Jono. Dan juga Mbak Juminten sebentar lagi kalian akan di karuniai momongan,"
"Apa ini miskah, mas Jono belum nyodok?" tanya bu Joko yang sekarang gantian menatap Jona yang ada di sampingnya.
"Memang belum bu Joko, aku baru nusuk doang," bohong Jona.
"Ya ampun mana enak mas Jono, yang enak tuh nyodok terus keluarin di dalam biar cepat jadi, pantesan belum jadi, nusuk doang tidak nyodok, kalian itu payah," ujar bu Joko yang mengartikan apa yang di katakan Jane dan juga juga Jona berbeda.
"Boleh juga usul bu Joko," sambung Jane. "Kalau begitu bu Joko boleh tinggalkan kita tidak, kita ingin mencoba apa yang di katakan oleh bu Joko siapa tahu pulang dari rumah sakit nanti aku bisa hamil,"
"Ih mbak Juminten tidak sabar sekali, jangan membuat jiwaku meronta," ucap bu Joko sambil tersenyum. "Kalau begitu ingat di dalam. Tuh kan aku jadi pengin, selamat anu anu Mbak Juminten dan mas Jono, aku mau pulang dulu nyari terong," ucap bu Joko yang langsung meninggalkan ruang perawatan tersebut.
__ADS_1
Selepas kepergian bu Joko, Jona mendekati Jane sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya untuk merayu Jane.
"Kamu kenapa Jona? Mata kamu sakit?"
"Aku sedang merayu kamu Jane, mau di sodok kan?"
"Jangan mengada ada,"
"Tadi kamu bilang apa?"
"Akting, sudahlah aku suntuk lebih baik kamu nyalakan televisi,"
"Dari pada kamu nonton televisi, lebih baik kamu tidur biar kamu cepat sehat,"
"Aku tidak mengantuk, sudah nyalakan saja televisinya.
" Oke," Jona langsung menyalakan televisi yang ada di kamar perawatan Jane. Dan memindah stasiun televisi sesuai keinginan Jane, yang sedari tadi tidak menemukan acara yang cocok dengan Jane.
"Stop Jona itu saja!" perintah Jona saat salah satu stasiun televisi sedang menayangkan siaran langsung.
Jane menautkan ke dua alisnya, dan beranjak dari tidurnya saat sudah melihat siaran langsung tersebut.
"Jona. Bukannya itu Zain?" tanya Jane sambil menunjuk layar televisi, dan senyum langsung terukir dari ke dua sudut bibirnya saat yang di lihatnya benarlah Zain yang sudah lama hilang kontak dengannya.
__ADS_1
Bersambung..........................