Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Pisang Tanduk


__ADS_3

"Selamat pagi mbak Jum," sapa wanita paruh baya pada Jane yang baru saja membuka pintu rumahnya.


"Ish kok mbak Jum sih, mbak Juminten yang benar," sambung bu Joko membenarkan ucapan wanita yang ada di sampingnya.


"Aku juga tahu, tapi kan lebih keren manggilnya mbak Jum, dari pada mbak Juminten. Iya kan mbak Jum?"


"Keren dari mananya coba, kenapa sih Jona masih saja menggunakan nama palsu, kalau pun nama palsu ganti ke yang keren, Angelo apa Britney masa harus Juminten," Kesal Jane dalam hati sambil tersenyum pada wanita paruh baya yang ada di hadapannya yang tak lain dan tak bukan adalah ibu Tuti sahabat dari bu Joko yang tinggal tidak jauh dari rumah Jane.


"Oh iya bu Joko dan bu Tuti ada apa pagi-pagi sudah datang ke rumahku, apa tukang sayur sudah datang?" tanya Jane pada ke dua wanita paruh baya yang ada di hadapannya, karena biasanya kedua nya selalu memanggil Jane saat tukang sayur langganan penghuni komplek sudah datang.


"Belum," Jawab bu Joko singkat lalu menunjukan keranjang sayur yang di bawanya. "Sebelum menunggu tukang sayur datang ada yang ingin kami tanyakan pada mbak Juminten,"


"Betul mbak Jum, aku juga penasaran," sambung bu Tuti dan mengikuti langkah bu Joko masuk ke dalam rumah Jane, tanpa di persilakan masuk oleh pemilik rumah.


"Mau bertanya apa bu? Aku tidak bisa memasak?" tanya Jane ketika melihat keranjang sayur yang ada di tangan bu Joko penuh dengan sayur dan juga ada beberapa buah, lalu Jane mengikuti ke dua wanita paruh baya yang berjalan menuju ruang tamu.


"Mbak Juminten tinggal duduk saja dan menjawab apa yang akan kita tanyakan oke," ucap bu Joko sambil menaruh keranjang yang ada di tangannya ke atas meja.


"Benar itu," sambung bu Tuti yang langsung menarik tangan Jane lalu mendudukkannya di sofa ruang tamu. "Mbak Jum diam saja di sini, dan cukup menjawab pertanyaan yang akan kita ajukan Oke," ucap bu Tuti kemudian menghampiri bu Joko yang sedang mengeluarkan semua isi yang berada di keranjang ke atas meja.

__ADS_1


Jane menautkan ke dua alisnya, melihat bu Tuti dan bu Joko terus mengeluarkan isi dari keranjang sayur yang di bawanya. Dari terong, wortel, lobak, singkong, ubi, timun, dan sayur yang lainnya, bukan hanya itu tapi juga segala perpisangan dan persosisan juga bu Joko keluarkan.


"Eh bu Joko lontong belum," ucap bu Tuti.


"Oh iya," bu Joko langsung mengeluarkan isi terakhir yang berada di keranjang yang di bawanya yaitu lontong.


"Bu, apa yang akan kita lakukan dengan semua ini? Apa bu Joko dan juga bu Tuti akan mengajariku memasak dengan semua bahan ini?" tanya Jane penasaran karena meja tamunya penuh dengan barang yang di bawa bu Joko.


"Oh tentu saja tidak," sambung bu Joko lalu mengambil timun yang ada di atas meja dan menunjukkan ke arah Jane.


"Aku tahu itu timun bu Joko,"


"Bu Tuti aku juga tahu itu terong, dan semua yang berada di meja ini aku tahu,"


"Bagus, dan sekarang kita tanya milik mas Jono itunya sebesar apa?"


"Apanya?" tanya Jane sambil menautkan ke dua alisnya menatap bu Joko dan bu Tuti yang juga sedang menatap Jane.


"Burungnya, yang bisa membuat mbak Juminten merem melek,"

__ADS_1


"Dan juga mendessaah ah ah ah," sambung bu Tuti.


"Oh itu," sahut Jane sambil tersenyum lalu satu tangannya mengambil salah satu pisang yang paling besar dan juga panjang yaitu pisang tanduk yg ukurannya jumbo. "Seperti ini," ucap Jane sambil menunjukkan ke arah kedua wanita paruh baya yang ada di hadapannya, yang langsung membuka mulutnya lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


"Ya Tuhan bagaimana rasanya,"


"Iya aku pengin mencobanya pasti rasanya ummm ahhhh mantap, tidak seperti milik suamiku yang sebesar pisang uli itu juga ukuran yang paling kecil," sambung bu Tuti.


"Masih mending, punya suamiku sebesar ubi bantet, oh no,"


Mendengar perkataan ke dua wanita paruh baya yang sedang terduduk di atas sofa sambil memegangi pisang tanduk, Jane hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


*


*


*


"Jadi Mereka ada di Kota S?" tanya Albert sambil tersenyum sinis, saat dirinya sedang duduk di kursi kebesaran nya, dan baru saja mendapat informasi dari anak buahnya, yang memberi tahu di mana keberadaan Jane dan juga Jona sekarang.

__ADS_1


Bersambung.......................


__ADS_2