Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Merem Melek


__ADS_3

"Mana enak rendang burung, sosis bakar jumbo pakai saos mayonaise baru mantul Jane, pasti bikin kamu merem melek tidak mau berhenti," ucap Jona dan mendekati Jane yang terus memundurkan langkahnya.


"Jona apa yang akan kamu lakukan Jona! Awas saja aku tendang aset milikmu biar struk selamanya,"


"Jane aku hanya ingin membuat kamu merem melek, yuk Jane," ujar Jona sambil mengedipkan sebelah matanya untuk meledak Jane.


"Jona!" teriak Jane dengan kencang saat Jona menarik satu tangannya, membuat Jona langsung melepas tangannya yang masih memegangi tangan Jane, lalu beralih menutup ke dua telinganya.


"Ya ampun Jane kamu berisik sekali kalau tetangga dengar, kita langsung di nikahin sekarang juga,"


"Lagian kamu ngapain tarik tarik tangan aku dan bertelanjang dada, kamu sendiri yang bilang tidak akan macam macam meskipun kita sudah menikah, ini belum menikah sudah berani macam macam,"


"Jane aku hanya ingin satu macam Jane yuk mau ya,"


"Jona singkirkan tangan mu!" Jane menampik tangan Jona yang akan meraih tangannya.


"Jane ayuk lah mau ya?"


Jane tidak menjawab pertanyaan Jona karena dirinya langsung berlari melewati Jona ingin menuju ke arah pintu namun Jona langsung menahan tangan Jane.


"Jona!"


Bruk!


Setelah menarik tangan Jane, Jona menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan Jane yang di tarik tangannya langsung terduduk di pinggiran tempat tidur, kemudian beranjak dari duduknya.


"Jangan pergi Jane, aku membutuhkan kamu, sepertinya aku masuk angin, tolong kerokin punggungku,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Jona, Jane membuka mulutnya sambil menggelengkan kepalanya. "Ya ampun Jona aku pikir kamu–"

__ADS_1


"Apa? Pikiran kamu tuh sudah terkontaminasi Jane," sambung Jona memotong perkataan Jane.


"Lagian tinggal bilang saja dari awal minta di kerokin, ini main kunci pintu, bilang sosis, mayonaise bikin otak waras ku jadi oleng. Aku kan sudah lama tidak mainan sosis dan mayonaise,"


"Jane mulut kamu kondisikan, jangan memancing otak waras ku untuk oleng, aku tusuk kamu baru tahu rasa,"


"Ogah,"


"Jangan banyak bicara yang bisa bikin otakku ngeleg Jane, sekarang tolong bantu kerokin punggungku,"


"Sorry lah ya, tangan ku tidak biasa bekerja kasar,"


"Jane tolonglah, kepalaku pusing, besok kita akan menikah, masa aku sakit. Jangan sampai nanti pak Joko menikahkan kamu sama Bejo apa Paimin,"


"Idih ogah, masa aku harus menikah dengan mereka yang mirip Bokirun, tidak level kali,"


"Jangan pernah menghina seseorang karena fisiknya Jane, di dunia ini tidak ada satu orang pun yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan,"


"Jane,"


"Iya,"


"Buruan kerokin,"


"Aku tidak bisa Jona, jangan memaksa,"


"Kalau tidak bisa olesin saja punggungku dengan balsem, ada tuh di laci," tunjuk Jona ke arah laci meja nakas yang terdapat di samping tempat tidurnya.


Dan Jane mau tidak mau langsung mendekati meja nakas untuk mengambil balsem dan langsung naik ke atas tempat tidur di mana Jona sudah tertidur tengkurap.

__ADS_1


"Bagaimana Jane, kamu sudah merem melek belum?"


"Bukan merem melek lagi, tapi bercucuran air mata" sambung Jane saat sudah mengolesi punggung Jona dengan balsem membuatnya tidak bisa menahan pedih di mata dan juga hidungnya. "Ganti saja pakai bawang merah ya, aku tidak kuat,"


"Kamu pikir aku anak bayi Jane,"


"Emang hanya untuk anak bayi?"


"Tidak tahu juga Jane," jawab Jona yang masih berada di tempatnya.


"Kalau begitu coba saja oke,"


"Oke Jane," sambung Jona, membuat Jane langsung beranjak dari tempatnya dan keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil bawang merah.


*


*


*


"Lepaskan Zain, kamu bilang– ahhhh Zain,"


Bersambung......................


Maaf up dikit, lagi ada urusan di dunia nyata.


Yang suka bilang up nya dikit banget sih?


Soalnya otakku minimalis kak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 harap di maklumin.

__ADS_1


Happy Reading love you all 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2