Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 114


__ADS_3

"Hahahaha"


Terdengar tawa dari seluruh keluarga yang masih berkumpul di ballroom hotel tempat acara resepsi pernikahan Zen dan Lila berlangsung. Mereka masih betah di sana sebab asik bercanda ria serta mengobrol tentang banyak hal. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam dan dua jam yang lalu pasangan pengantin sudah naik kelantai atas duluan menuju tempat peraduan mereka.


"Sudah malam, aku sama Jira duluan istirahatnya," kata Zafa berdiri dari kursi yang di duduki nya.


"Ia, istrimu juga sudah tampak lelah, kasian cucu-cucu Papa kalau Mommy nya lelah. Sebentar lagi kami juga akan kekamar masing-masing," tambah Zavier yang masih mau menemani beberapa tamu yang terlambat datang.


"Mama, aku istirahat dulu," ucap Jira.


"Ia sayang," balas Fanya memeluk menantunya.


"Ayah, kami istirahat dulu," pamit Jira pada Jhoni.Sejak Jhoni tinggal di rumah yang di beli oleh Jira mereka jadi lebih banyak waktu untuk bertemu begitu pula dengan Zen, hubungan Ayah dan anak itu juga semakin membaik. Dan karena permintaan Jhoni lah Jira sekarang memanggilnya Ayah.


"Istirahatlah nak, kau memang sudah kelelahan," tutur Jhoni.


"Tris, gue ke kamar dulu, titip para orang tua," kata Zafa pada adiknya.


"Sip, tenang aja. disini juga masih banyak anak-anak," balas Tristan menunjuk Toni, Leo, Dani dan anak buahnya yang lain.


Zafa menuntun sang istri keluar dari sana menuju lift khusus menuju lantai kamar presidential suite. Di hotel itu mereka memiliki 5 kamar presidential suite dengan tipe kemewahan dan fasilitas yang berbeda-beda. Satu sudah di tempati oleh pengantin baru dan satu lagi Zafa memesan untuk ia dan sang istri. Sedangkan keluarga lainnya memilih kamar VVIP.


"Sini aku bantu," ucap Zafa saat Jira kesusahan membuka simpul rambutnya.


"Sekalian buka resleting baju ya by," pinta Jira duduk di depan meja rias.


"Siap, sekalian aku buka sama baju nya," goda Zafa tersenyum jail menatap pantulan istrinya di cermin.


"Modus."


"Hahaha... aku juga pengenlah sayang malam pertama, masak pengantin baru aja yang malam pertama."


"Kamu mau malam pertama apa lagi sih sayang, udah besar gini perut aku," cibir Jira.


"Hahaha...maksudnya malam pertama yang kesekian kalinya," jelas Zafa membantu menyisir rambut istrinya yang sedikit kusut.


"Mandi dulu."


"Mandi berdua yuk," ajak Zafa menaik turunkan alisnya.


"nggak, mandi sendiri-sendiri aja," tolak Jira


"Tapi nanti boleh ya, aku jenguk anak kita," bujuk Zafa dengan wajah memohon.


"Ia," jawab Jira berdiri dan menuju lemari mencari baju ganti untuk ia dan Zafa.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Morning honey," sapa Zafa pada sang istri yang masih betah berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


"Morning hubby, jam berapa sekarang?" tanya Jira.


"Jam 9, aku udah minta pelayan siapkan sarapan buat kamu, bangun yuk sarapan dulu kasian debaynya," ajak Zafa membantu Jira duduk di atas ranjang.


"Kamu udah sarapan emang?"


"Sudah sayang, tadi pagi aku sarapan sama Papa, Mama dan lainnya. Bahkan pengantin baru juga ikut," jelas Zafa memasangkan sendal hotel pada kaki sang istri.


"Seharusnya mereka yang bagun siang, kok malah aku yang kesiangan."


"Nggak apa-apa sayang, semua ngerti kok kamu pasti butuh istirahat lebih.di tambah kamu juga melayani aku semalam."


"Cih, sudah tau istri lagi hamil, butuh istirahat masih aja minta jatah," kesal Jira


"Hehehe... maaf honey. aku janji balik Zen honeymoon kita pergi baby moon."


"Serius?"


"Ia, tapi Kita cuma ke Bali ya, sebelum pergi kita konsul dulu sama dokter."


"Terus yang lain udah pada pulang? kalau kak Zen udah berangkat?"


"Sudah.semua sudah pada pulang. Zen dan Lila juga sudah berangkat menuju bandara setelah sarapan.Ayok mandi aku," ajak Zafa menuntun Jira masuk kekamar mandi.


πŸ€πŸ€πŸ€


Sesuai janjinya satu minggu setelah Zen menikmati libur honeymoon Zafa membawa sang istri tercinta jalan-jalan ke Bali. Dan atas anjuran dokter Jira tidak boleh terlalu lelah ibu hamil itu harus banyak istirahat Zafa memutuskan mereka hanya lima hari di sana.


Hari keempat mereka jalan-jalan mencari oleh-oleh untuk seluruh keluarga dan teman-teman di kota J.Sedangkan hari terakhir ibu hamil itu hanya mau memanjakan diri dan merileksasikan tubuhnya di sebuah spa dan perawatan tubuh.Sore harinya Zafa membawa Jira untuk diner romantis di tepi pantai.Semua sudah di persiapkan nya sejak siang hari.


"Aku punya sesuatu buat kamu," kata Zafa saat mereka menyudahi makan malam.


"Apa?"


"Tutup dulu matanya!"


Jira pun menutup matanya.


Zafa membawa sang istri berjalan menuju hamparan pasir. Tunggu aku di sini sebentar bisik Zafa di telinga Jira.


Wanita itu hanya mengangguk. Sebelum pergi Zafa menyampirkan jasnya pada bahu sang istri.Agar nantinya Jira tak masuk angin karena angin pantai semakin berhembus kencang. Beberapa detik setelah kepergian Zafa terdengar orang-orang mulai bernyanyi di dekatnya. Jira membuka mata melihat ada beberapa orang pria dan wanita menari sambil bernyanyi.🎀


🎼🎼🎼🎢🎢🎢


Oh, her eyes, her eyes


Make the stars look like they're not shinin'


Her hair, her hair

__ADS_1


Falls perfectly without her tryin'


She's so beautiful and I tell her everyday


Yeah, I know, I know


When I compliment her, she won't believe me


And it's so, it's so


Sad to think that she don't see what I see


But every time she asks me, "Do I look okay?"


I say


Jira menatap tak percaya orang-orang itu bernyanyi dan menari mengelilinginya lalu memberikan satu tangkai bunga mawar untuknya.


pria dan wanita itu membuka jalan untuk Jira menuntun ibu hamil yang masih saja tampak cantik dan sexy itu dalam balutan dress kimono warna hijau bermotif floral. Saat ia melangkah, kaki jenjang nya terlihat kala dress itu di terpa angin pantai.Jira melihat sang suami berdiri di ujung sana memegang satu buket bunga dan ia bernyanyi


🎼🎼🎼🎢🎢🎢


When I see your face


There's not a thing that I would change


'Cause you're amazing


Just the way you are


And when you smile


The whole world stops and stares for a while


'Cause girl, you're amazing


Just the way you are


Yeah


Jira menutup mulutnya, ia tak menyangka ternyata sang suami memberikannya sebuah kejutan atau flashmob bahkan Jira tak tau sama sekali Zafa memiliki suara yang merdu.Sambil bernyanyi Zafa menghampiri istrinya memberikan buket bunga mawar yang dipegangnya tadi lalu ia berpindah berdiri di belakang Jira mengalungkan sebuah kalung berlian yang di pesan khusus untuk sang istri. Jira menangis haru meraba kalung yang sudah terpasang di lehernya.


🎼🎼🎼🎢🎢🎢


The way you are


The way you are


Girl, you're amazing

__ADS_1


Just the way you are.


__ADS_2