Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 81


__ADS_3

keesokan hari...


malam ini di gedung ZF Corp acara pengumuman Zafa sebagai pewaris dan pemilik ZF Corp akan di langsungkan. para wartawan dan awak media sudah berada di sana sejak pagi hari karena mereka pastinya tak mau melewatkan berita besar.


"ready honey?" tanya Zafa duduk di pinggir kasur pada istrinya.


"ayok, aku sudah selesai" jawab Jira.


Zafa menatap kagum istrinya kala keluar dari ruang ganti. "kamu cantik sayang" puji Zafa.


Jira tersenyum malu "kamu juga tampan" balasnya mengusap pipi Zafa.


"aku mimpi deh bisa nikahin wanita secantik ini" ucap Zafa menatap istrinya. penampilan Jira malam ini memang cantik dan anggun menggunakan gaun malam warna navy dan hitam.



sedangkan Zafa memakai tuxedo formal warna senada dengan sang istri



"gombal, ayok kita berangkat mama sama papa pasti sudah di sana" Jira menarik suaminya segera turun dari hunian megah mereka.


sampai di gedung ZF Corp kedatang mereka sudah di sambut oleh para wartawan dan media. mereka berjalan di atas karpet merah bergaya kala kamera sudah menyorot untuk mengambil gambar.


"pak Zafa bagaimana perasaan anda akan mewarisi perusahaan terbesar di kota ini? "


"bagaimana rasanya menjadi istri dari pengusaha muda?"


dan banyak lagi pertanyaan dari para wartawan dan awak media. mereka hanya melempar senyum.ini pertama kali bagi Zafa tersenyum di depan awak media. karena biasanya ia akan memasang wajah dingin dan datar.


"kami akan menjawab pertanyaan kalian saat konferensi pers nanti" jawab Zafa membuka suara untuk pertama kalinya di depan awak media.


lalu mereka melangkah memasuki gedung karena acara akan segera dimulai.


Zavier menaiki panggung atas permintaan MC.


"terimakasih karena semua teman, sahabat dan rekan bisnis sudah berkenan hadir. malam ini saya akan menyerahkan ZF Corp sepenuhnya pada anak saya Zafa Farjana dan mulai sekarang Zafa resmi menjadi pemilik dan Presiden Direktur ZF Corp" ucap Zavier di iringi tepuk tangan para tamu undagan. Zafa menaiki panggung mereka menandatangani beberapa surat pernyataan kalau kini Zafa resmi memiliki ZF Corp.


"selamat nak" ucap Zavier memeluk putranya.

__ADS_1


"terimakasih pa" balas Zafa.


"saya juga akan mengumumkan bahwa anak saya yang sudah mengikuti kakaknya kurang lebih 6 tahun akan menjabat sebagai CEO" sambung Zavier juga di iringi tepuk tangan para tamu.Tristan menaiki panggung menandatangani surat pemberian jabatan.


"selamat nak, papa bangga" ucap Zavier memeluk anak angkatnya.


"terimakasih pa" balas Tristan.


lalu Zafa dan Tristan saling memeluk memberi selamat.


"saya harap kedepannya ZF Corp semakin maju dan berkembang di tangan anak-anak saya" harap Zavier.


Zafa dan Tristan sedang berbaur dengan para tamu yang datang mengucapkan selamat kepada mereka. pastinya melakukan sedikit pendekatan pada 2 orang teratas di ZF Corp. agar nantinya bisa bekerja sama dan bisnis mereka bisa berjalan lancar.


"bos waktunya kita konferensi pers" kata Toni datang menghampiri.


Zafa dan Tristan duduk di meja yang sudah di sediakan. di depan mereka berjejer wartawan dan awak media yang sudah menyiapkan pertanyaan pada mereka.


"siapa yang akan mendampingi anda selanjutnya jika pak Tristan menjabat sebagai CEO? " wartawan 1.


"saya pastinya akan di dampingi oleh istri saya, dia akan kembali menjadi sekretaris saya" jelas Zafa


"apa pak Tristan akan mencari asisten atau sekretaris?" wartawan 2


"apa hal baru kedepannya yang akan di luncurkan oleh ZF Corp?" awak media


"kami akan mengembangkan bisnis baru di bidang pertanian, lebih tepatnya perkebunan buah dan sayur. sebenarnya ini ide papa dan istri saya" jawab Zafa.


"lalu bagaimana dengan bisnis keamanan yang kalian bagun dulu?" awak media


"masih berjalan dan semakin berkembang. bahkan jasa kami banyak digunakan oleh para pengusaha dalam dan luar negri" jawab Tristan.


"maaf pak Zafa, apa benar istri anda pernah mengalami pelecehan seksual hingga membuat istri anda depresi" tanya salah satu wartawan


"maaf, kami sudah menjelaskan bahwa pertanyaan hanya seputar acara malam ini" sanggah Toni langsung.


Zafa geram tak suka jika wartawan dan media membahas ranah pribadinya. apalagi berita tak sesuai dengan kenyataannya. Tristan menyadari kemarahan kakaknya. terlihat dari raut wajah Zafa rahangnya sudah mengeras menahan amarah.


"hanya pelecehan sedikit saja tidak sampai depresi dan masalahnya juga sudah selesai.kakak ipar saya itu terlalu cantik jadi pasti akan banyak pria yang menggoda.saya rasa penjelasan ini cukup dan kalian tidak semakin membesarkan berita" tekan Tristan tegas.

__ADS_1


wartawan dan media sedikit takut dan khawatir dengan tatapan mengancam dari Tristan.


usai konferensi pers Zafa dan Tristan kembali masuk untuk menikmati pesta. Zafa menghampiri sang istri yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya.


"sayang... kita pulang yuk" ajak Zafa dengan wajah dinginnya.


Jira mengangkat wajahnya melihat sang suami. ia paham kalau Zafa sedang kesal dan marah.


"guys, aku pamit duluan ya. biasa bayi besar sudah merengek" kata Jira pada teman-temannya.


"hati-hati miss" ucap Banyu


"dada" lambai Siska dan Lila


mereka juga pamit terlebih dahulu pada Zavier dan Fanya.di tengah perjalanan Zafa hanya diam fokus mengemudikan mobil sport miliknya sambil menggenggam tangan sang istri.


baru saja memasuki penthause Zafa langsung memeluk sang istri. menghirup dalam aroma tubuh Jira yang dapat menenangkan perasaannya.


"kenapa? hem... " tanya Jira mengelus punggung Zafa.


Zafa menghirup nafas dalam "aku nggak suka mereka mencampuri urusan pribadi kita, apalagi mereka bilang kamu depresi" jelas Zafa.


Jira membawa suaminya dudu di sofa."sini" ajak Jira menepuk paha dan Zafa meletakkan kepalanya di sana.


"sekarang kamu fokus sama perusahaan. jangan dengarkan berita yang nggak penting" jelas Jira lembut mengusap rambut yang kecoklatan itu.


Zafa mengeratkan pelukan di pinggang istrinya.membenamkan wajah di perut rata Jira. "aku senang sekarang ada tempat berbagi, bercerita dan berkeluh kesah" ucap Zafa. "terimakasih sudah mendampingi aku".


"sama-sama sayang, aku juga senang kalau kamu percaya untuk bercerita apa saja sama aku. tapi sebelum kita menikah kamu kayak gimana ya kalau lagi kesal dan marah?" tanya Jira berfikir


"aku pulang ke apartemen atau menginap di kantor saja, menenangkan diri dengan minuman tapi aku masih tau batasannya. tiba-tiba Zafa mengangkat wajahnya menatap sang istri " kapan terakhir kamu datang bulan?".


Jira berfikir "sebelum kita ke Dubai deh kayaknya. emang kenapa?".


"aku pengen secepatnya perut rata ini membesar" kata Zafa mengelus perut Jira.


"kita berdoa saja, semoga tuhan menitipkannya segera" jawab Jira penuh harap. "kita ganti baju yuk, aku mau masak makan malam. kamu pasti belum makan di pesta tadi kan!? ".


Zafa mengangguk " tapi kamu nggak capek kan?"

__ADS_1


"nggak sayang,aku akan masak makanan kesukaan kamu" jawab Jira


"thanks honey" balas Zafa mengendong istrinya menuju kamar.


__ADS_2