Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 28


__ADS_3

Zafa dan Tristan kembali keruangan Zafa. menghampiri Jira yang sedang menunggu mereka.


"ekhem... jadi gini ra, Tristan benar-benar harus pergi besok dan ini masalah yang nggak bisa di tunda.jadi mendingan lo bantu gue dulu, jadi sekretaris gue selama 3 bulan kedepan. nanti pas Tristan pulang gue janji lo bisa kerja jadi kepala disain lagi" Jelas Zafa lembut pada Jira


Jira menatap Zafa heran. tumben sekali pria di depannya ini bisa bicara lembut.


"kalian berdua udah kong-kalikong ya" tebak Jira


"nggak kok gue serius, benaran besok gue harus pergi. jadi sekarang gue udah harus siap-siap"jelas Tristan meyakinkan


Jira terdiam sejenak dengan pikirannya. menimang-nimang keputusannya. sebenarnya ia tak tela meninggalkan teman-teman dan pekerjaannya. tapi Zafa dan Tristan juga sangat membutuhkan bantuannya.


"ok 3 bulan. kalaupun Tristan nggak pulang gue tetap balik ke disain titik. nggak ada nego lagi" kata Jira tegas


Zafa dan Tristan saling pandang meminta pendapat masing-masing lewat tatapan mata.


"ok deal" jawab mereka serempak


"karena lo udah jadi sekretaris Zafa, gue mau kasih beberapa daftar jadwal Zafa kedepannya dan beberapa laporan yang perlu di selesaikan" ucap Tristan menggeser dokumen di atas meja ke Jira.

__ADS_1


"meja kerja lo nanti gue minta OB untuk beresin dan tata di sini 1 ruangan aja sama Zafa"


"kok gitu" tanya Jira yang masih kesal


"ee... biar lo nggak capek bolak-balik kesini kalau harus di luar atau di ruangan gue hhmm gitu, ia gitu gue perhatian loh" jawab Tristan sebagai alasan


Jira mengangguk setuju.


"ok bos kalau gitu gue tinggal beres-beres buat berangkat besok. kalau lo butuh sopir atau buat jaga-jaga ada Toni lo tenang aja dia bisa di andelin" pamit Tristan meninggalkan Zafa dan Jira.


Zafa melirik jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 11.15.ia pun memutuskan mengajak Jira untuk makan siang di luar.


"ra, kita makan siang di luar yuk.itung-itung perayaan lo jadi sekretaris gue" ajak Zafa. "selagi meja lo di urus OB"


Zafa tersenyum kecil melihat tingkah Jira yang seperti anak-anak. mereka menuju sebuah restoran yang jaraknya hanya 10 menit dari kantor. menggunakan mobil sport hitam milik Zafa mereka sampai di sana.restoran itu hanya berdinding kaca transparan.menampakan orang-orang yang sedang makan di dalamnya atau pun orang yang sedang berada di luar.


"mau pesan apa" tanya Zafa pada Jira memberikan buku menu


"mie goreng sama Capucino dingin aja ya mbak" jelas Jira pada pelayan

__ADS_1


"saya steak sapi,minumnya samain aja" sambung Zafa


10 menit menunggu pelayan datang membawa pesanan mereka.


"selamat menikmati" kata pelayan


"terima kasih" balas Jira tersenyum manis dan mampu membuat hati Zafa bergetar


"lo suka mie goreng?" tanya Zafa mencoba akrab


Jira mengangguk. "kalau makan di restoran atau caffe gue lebih suka pilih menu mie goreng aja.tapi kalau makanan di kaki lima gue suka semuanya" jelas Jira antusias


"kenapa? "


"makanan disana tu enak-enak dan lebih pas di lidah gue yang emang suka makanan dan masakan indonesia" jelas Jira menyuap makanannya


"terus waktu lo tinggal di inggris gimana sama makannya? "


"gue masak lah, tiap bulan gue minta kirim bahan makanan dari indo sama ibu panti" jelas Jira santai

__ADS_1


"panti? "


Jira mengangguk "ia gue dari kecil tinggal di panti sampai SMA, pas lulus gue dapat beasiswa makanya bisa kuliah di kota.nah sejak itu gue ketemu dan pacaran sama Miko"


__ADS_2