
siang hari Jira dan Zafa sudah bersiap untuk kembali ke kota. memang sengaja berangkat siang agar mereka sampai saat sore. beberapa oleh-oleh dan hasil perkebunan sudah di bungkus dan dimasukkan kedalam mobil oleh kang deden.
"bu, Jira pamit ya, maaf Jira nggak bisa lama-lama, soalnya Jira harus kerja" pamit Jira sedih
"ia nak, ibu paham. nanti kalau ada waktu kesini lagi"
"bu saya juga pamit. terima kasih karena sudah menerima dan menjamu saya" pamit Zafa datar
"ia nak Zafa.lain kali kesini lagi ya" pinta bu Arsy lembut
"hhmm...nanti saya akan kirim uang tiap bulannya. anggap saja saya jadi donatur" kata Zafa.
"alhamdulillah" seru bu Arsy, Jira dan kang deden. "terima kasih banyak nak Zafa, semoga allah membalas kebaikan nak Zafa" doa bu Arsy
"kang aku pamit ya, titip salam buat anak istrinya" kata Jira hendak memeluk kang deden tapi malah ditarik Zafa
"nggak usah dipeluk" kata Zafa dingin
"ia teh nggak usah peluk, nanti bosnya makin cemburu" goda kang deden. hati-hati dijalan ya teh kalau ada waktu sering-sering kesini".
"hhhmmm... angguk Jira." dada semua da adik-adik" lambai Jira dari dalam mobil. Jira menghembuskan nafas kasar.sedih rasanya meninggalkan keluarga. berat hati rasanya harus kembali ke kota yang besar dan dirinya hanya berjuang sendiri di sana.
selama perjalanan Jira hanya menatap nanar keluar jendela.Zafa juga hanya fokus menatap jalanan di balik kemudi.sesekali Jira mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi mulusnya lalu Jira menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan pelan untuk menenangkan hatinya yang gundah gulana.
"kamu kenapa" tanya Zafa melirik Jira
__ADS_1
Jira hanya menggeleng.
"masih sedih ninggalin ibu? " tebak Zafa
"hhmm... keluarga ku disini. pasti sedih meninggalkan mereka. sedangkan di sana aku hanya sendiri" jawab Jira dingin.
mereka kembali diam. sibuk dengan pikiran masing-masih.Jira juga sempat tertidur karena lelah habis menangis. ia terbangun karena dering ponselnya
π±ia miko...
π±lo di mana, 2 hari gue kekantor tapi lo nggak ada...
π±gue kepanti. tapi sekarang lagi dijalan pulang. kenapa emang...
π±ibu udah pulang dari rumah sakit, beliau pengen ketemu...
Jira menutup telpon itu. dan ia kembali menyandarkan kepala di kaca mobil.
"ekhem... siapa? " tanya Zafa datar
"Miko"
"ngapain? "
"ibunya udah pulang dari rumah sakit. jadi besok aku mau jenguk beliau" jelas Jira datar.
__ADS_1
...π₯π₯π₯π₯π₯...
4 hari sejak pulang dari panti. Jira mulai bersikap dingin pada Zafa. entah karena apa Jira juga membuat pembatas sendiri untuk Zafa. apa Jira juga takut jatuh cinta pada Zafa?
setiap sore setelah menyelesaikan pekerjaannya Jira selalu pulang sedikit lebih awal dari Zafa. ia memilih jalan dan makan bareng teman-temannya atau jalan bersama Miko.
seperti sore ini Jira akan makan malam bersama keluarga Miko sekedar perayaan kecil karena Miko sudah mendapatkan pekerjaan.
"pak Zafa semua laporan sudah saya letakkan di atas meja, tolong tanda tangannya. karena besok pagi akan saya antar kedewan direksi" jelas Jira datar. "kalau begitu saya pulang dulu , selamat sore" pamit Jira melangkah keluar ruangan tapi tangannya di tahan oleh Zafa.
"ra, kamu kenapa jadi dingin dan serius gini sih" tanya Zafa kesal
"nggak apa-apa aku belajar dari kamu. aku pulang" kata Jira dingin
"mau kemana? "
"mau makan malam sama keluarga Miko" jelas Jira
"jadi kamu benar kasih kesempatan buat bajingan itu? " tanya Zafa dengan rahang mengeras
"setidaknya masih ada orang yang menghargai aku dan membuat aku tak merasa sendiri" jelas Jira dingin lalu pergi meninggalkan Zafa
"ra, jira..." panggil Zafa namun tak di hiraukan oleh Jira malah gadis itu terus melangkah memasuki lift.
jangan lupa likeπ dan komenπ ya...
__ADS_1
nanti malam aku update lagi π, sekarang baterei HP udah habis jadi di cas dulu π
terimakasih karena sudah baca ππ₯°ππ₯³π€©