Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 94


__ADS_3

"Ayo, semuanya kita segera meninggalkan rumah ini," kata Jhoni pada semua anak buahnya selepas kepergian Zen.


Seluruh anak buah Jhoni dan pelayan pergi meninggalkan rumah megah dan mewah Gumalang.Dan tepat setelah kepergian mereka,Reza beserta anak buahnya tiba di sana.


"Sial... mereka sudah pergi," geram Reza.


"Apa yang akan kita lakukan bos?" tanya anak buahnya.


"Cari mereka sampai ketemu! terutama Putri, anaknya Gumalang," titah Reza dan mereka pergi meninggalkan rumah itu.


🛑 3 hari kemudian...


"Uncle Jhon" panggil Putri berteriak keluar dari gubuk kecil.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Jhon pada Zen.


"Kami baik-baik saja, ibu yang menampung kami sangat baik," jelas Zen.


Jhoni membawa gadis kecil itu duduk di pangkuannya. "Putri, maaf uncle tidak bisa lama-lama. Uncle harus pergi membawa Zen. tapi Putri harus tetap bersembunyi disini."


"Kenapa Zen harus pergi?" tanya Putri.Air matanya sudah mengenang. "Kenapa harus sembunyi?"


"Zen harus pergi,karena jika Zen tinggal maka akan ada penjahat yang dapat menemukan kalian.Tapi uncle janji akan sering datang kesini. Dan mulai sekarang lupakan nama Putri.Uncle punya nama yang bagus untuk kamu," bujuk Jhoni mengelus rambut gelombang gadis kecil itu.


"Apa itu?"


"JIRA FALINA PUTRI.Ingat, sekarang kamu dipanggil Jira".


"Kenapa harus Jira? kan Putrinya masih ada, aku maunya tetap dipanggil Putri."


"Jira itu nama yang bagus nona. Putri itu nama yang pasaran. Nona tau, kan banyak anak-anak di sekitar sini bernama Putri," timpal Zen membujuk.


Jira mengangguk ragu.


"Setuju?" tanya Zen

__ADS_1


"Setuju, tapi aku tidak mau tinggal di rumah kecil itu. Sempit dan banyak anak-anak lainnya. Aku mau punya kamar sendiri," rengek Jira kecil.


"Tenang saja! besok akan ada orang yang akan membangun rumah serta kamar untuk Jira. Tapi Jira harus berbagi rumah dengan teman-teman Jira yang disini," kata Jhoni


"Lalu,mama dan papa kemana?"


Jhoni dan Zen bersitatap. Apa yang harus mereka jelaskan pada gadis kecil ini.Jhoni mengusap wajahnya lalu menarik nafas dan menghembuskan nya.


"Paman dan bibi sedang menangkap penjahat. Jadi sebaiknya nona menunggu dan bersembunyi di sini sampai nanti kami datang menjemput," Zen terpaksa berbohong.


"Janji?"


Zen mengangguk menatap mata Jira lekat seolah berkata percaya pada ku.


"Baiklah sekarang Jira boleh kembali bermain.Oh ya, Uncle punya banyak mainan untuk kamu di mobil. Minta bantuan Zen untuk mengambilnya,dan harus berbagi pada teman-teman ya!" kata Jhoni menurunkan gadis kecil itu.


"Baik uncle" jawab Jira berlari girang mengikuti Zen.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Jhoni mendekati seorang wanita di depan rumah kecil itu.


"Terimakasih sudah membantu anak-anak saya," kata Jhoni


Wanita itu mengangguk. "Panggil Arsy."


Jhon pun mengangguk. "Saya titip anak saya, tolong jaga dan rawat serta didik dia."


"Baik tuan, akan saya laksanakan," jawabnya.


Jhoni bangkit dari duduknya lalu ia keluar menghampiri Jira dan Zen.


"Ayo Zen kita harus segera pergi!"


Zen menghembuskan nafasnya "Nona,saya harus pergi tetaplah disini dan percayalah kalau saya akan selalu menjaga nona meski tak harus disini," kata Zen memegang pundak Jira.


"Kami pamit," potong Jhoni pada Arsy dan Jira.

__ADS_1


"hhhhuuu.. jangan pergi Zen," tangis Jira dalam gendongan Arsy.


"Ibu aku mau ikut Zen... hiks... hiks... " sedangkan Arsy hanya bisa menenangkan dan membujuknya.


Zen hanya bisa menatap sang adik dari kaca mobil belakang.semakin lama mobil yang membawanya bergerak menjauh meninggalkan tempat itu.hatinya terluka kala harus dan terpaksa meninggalkan sang adik yang masih kecil seorang diri menjalani kehidupan yang keras dan kejam ini.


Pasti Jira sangat membutuhkannya.tapi ia harus kuat, ia harus tegar ini baru permulaan, ya ini lah awal bagi Zen untuk berjuang, melindungi dan menjaga sang adik.janji dan tekatnya akan memberikan kebahagiaan pada Jira.


Sejak hari itu Jira kecil mulai di asuh oleh Arsy. yang juga merupakan anak didik Jhoni sendiri. Hanya saja Arsy tak pernah bertemu atau terlibat langsung dalam tim keamanan Jhoni Purnama.


Jira kecil tumbuh di desa terpencil bersama anak yatim dan piatu lainnya.Awalnya memang sulit, merindukan keluarga dan orang tua. Seiring berjalannya waktu Jira sudah terbiasa, ia juga mulai sadar bahwa kedua orang tuanya pasti sudah meninggal dunia. Tapi karena apa? Jira tak pernah tau.


Sama halnya dengan yang di alami Zafa dan keluarganya saat ini. Bingung dan banyak sekali pertanyaan yang mulai muncul di benak Jira. Sampai akhirnya saat ia berumur 17 tahun ia memastikan pada Jhoni apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya.Karena selama ini Jhoni selalu menutupi pada Jira. Kali ini ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuanya. Jira berhak mengetahuinya.


Lulus SMA Jira memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di kota tempat kematian keluarganya.Sampai Zen harus ketar ketir untuk terus melindunginya dan saat keberadaannya mulai terancam Jira akan di bawa pergi oleh Zen. Kemana mereka pergi? entahlah yang penting mereka tetap aman dan jauh dari jangkauan Reza.


Sejak menghilangnya Jira dan Jhoni,Reza terus mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Jira.Putri Gumalang yang masih hidup menghalanginya mewarisi seluruh harta dan kekayaan Gumalang. Bahkan Reza mengajak serta musuh Gumalang untuk memburu Jira. Mereka di beri tawaran yang sangat menarik.


Karena ketamakannya,meski sudah mendapatkan separuh harta Gumalang Reza tidak pernah puas.Dewan direksi dan pemegang saham pun memutuskan jika putri Gumalang masih hidup maka Reza tak berhak sepenuhnya atas perusahaan Gumalang.Itulah yang membuat Reza mati-matian mencari keberadaan Jira.Tapi Jhoni dan Zen selau punya cara untuk menutupi keberadaan Jira.


🛑kembali ke masa depan....


Zafa dan Zavier akhirnya bernafas lega setelah mendengarkan cerita panjang kehidupan Jira. Semua pertanyaan yang bersarang di benak mereka terjawab sudah. Kini yang harus mereka lakukan adalah menjaga Jira dan juga janin dalam kandungannya yang saat ini dalam keadaan lemah.


"Bagaimana keadaan ayah dan anak itu?" tanya Zavier.


"Reza berhasil saya tangkap, sedangkan anaknya kritis saat di tangani oleh anak anda, Tristan," jawab Jhoni.


"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"


"Syarat untuk mendapatkan kembali harta Gumalang kami harus bisa membuktikan kecelakaan itu di sengaja atau sebuah tes DNA yang dapat membuktikan Jira anak kandung Gumalang."


"lalu? tanya Zafa penasaran.


"Kami tidak pernah tau di mana Gumalang di kubur. Kami juga tidak dapat membuktikan kecelakaan itu di sabotase. Reza itu orang yang licik.Permainannya sangat bersih," jawab Jhon mengusap wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2