
jira sempat berhenti di satu minimarket membeli beberapa bahan makanan untuk dimasak.karena ia yakin Zafa pasti belum sarapan dan makan siang. tiba di apartemen Zafa meski ragu Jira mencoba menekan kunci password apartemen itu karena saat datang waktu bersama Zafa Jira sempat melihat Zafa menekannya saat akan masuk.
"berhasil" seru Jira senang karena pintu terbuka.Jira masuk meletakkan barang belanjaannya di atas meja dapur. lalu mencari keberadaan Zafa di kamarnya. dan benar saja Zafa tampak tengah tidur dengan masih menggunakan pakaian kerja kemaren.
Jira mencoba memegang kepala Zafa. mengecek suhu tubuh pria itu dengan telapak tangannya.
"panas" gumam Jira
Jira kembali kedapur. ia mengambil ponselnya dari dalam tas memesan obat penurun demam di satu aplikasi.Jira juga mulai memasak sup serta bubur untuk Zafa. karena pastinya perut Zafa belum diisi apapun sejak semalam.
20 menit Jira mulai menata masakannya di meja makan.dan kurir pun datang mengantar obat pesanannya. Jira kembali masuk kekamar Zafa untuk membangunkannya agar makan dan minum obat.
"Zafa... fa... " panggil Jira lembut membangunkan Zafa
"hhmm... "
"bangun makan dulu yuk, habis itu minum obat, kamu demam" kata Jira lagi tetap lembut
Zafa mulai membuka mata, mengumpulkan kembali kesadaran dan ingatannya.
"sejak kapan kamu disini" tanya Zafa dingin
__ADS_1
"dari 1 jam yang lalu.kita kedepan yuk! kamu makan dulu ya biar bisa minum obat. pasti kamu belum sarapan dan makan siang" ajak Jira lembut dengan senyum manisnya
Karena memang perutnya sudah keroncongan Zafa akhirnya mengikuti Jira menuju meja makan. tampak di sana sup dan bubur serta beberapa masakan lainnya sudah terhidang.
"ini makan dulu" kata Jira memberikan piring yang sudah di isinya pada Zafa.
dengan lahap Zafa menghabiskan makanannya. entah karena lapar atau enak.
📱ia pak sekali lagi saya minta maaf karena baru kasih kabar. baik nanti akan saya atur lagi jadwalnya secepatnya akan saya kabari.
kata Jira pada klien yang sudah menunggu Zafa untuk meeting.
Jira membereskan meja makan lalu mencuci beberapa piring kotor.
"Zafa kamu ngapain" tanya Jira kaget saat lengan kekar Zafa melingkar di pinggang rampingnya.
"biarkan seperti ini dulu sebentar" pinta Zafa lemah.
Jira kembali melanjutkan kegiatannya mencuci piring. meski merasa sedikit sulit bergerak karena Zafa terus memeluknya. tapi Jira juga menikmatinya. ada rasa nyaman dan tenang berada dipelukan pria yang beberapa hari ini dihindarinya.
"maaf" pinta Zafa sendu
__ADS_1
"kenapa? "
"karena aku sempat ragu. tapi aku nggak bermaksud meragukan kamu, aku cuma butuh waktu buat meyakinkan perasaan aku sendiri" jelas Zafa yang masih memeluk Jira
Jira membalik tubuhnya menghadap Zafa. mengelus lembut rahang keras itu."aku juga minta maaf karena belakangan ini aku terlalu emosi dan akhirnya aku menghindari kamu".
"aku ngerti kamu pasti marah sama aku,mungkin karena sifat aku yang kadang-kadang terlalu cuek sama kamu.padahal kamu pasti butuh seseorang untuk berbagi dan bercerita. aku janji akan mulai mengubah sifat aku yang dingin dan cuek, mencoba untuk bisa jadi pasangan yang baik untuk kamu" terang Zafa membawa gadis yang beberapa hari ini dirindukannya kedalam pelukan.
"hhmm... seperti kata kamu jalani aja dulu" balas Jira
Zafa memegang kedua pipi Jira."aku mau kita segera menikah".
"kamu serius? " tanya Jira tak percaya
Zafa mengangguk. "aku nggak rela kalau kamu balik lagi sama bajingan yang namanya Miko itu.
" apa nggak terlalu cepat? " tanya Jira lagi
"apa kamu ragu sama keyakinan aku? " tanya Zafa balik
"bukan gitu, cuma alasan kamu apa memutuskan secepat ini. kita saling kenal baru 3 bulan. apa nanti keluarga kamu akan setuju? " rentetan pertanyaan mulai Jira lontarkan
__ADS_1