
"aku tidak peduli Zen, aku akan membiarkan mereka mendapatkan harta itu".
" dengan cara apa nona? meski anda menolak harta itu mereka tidak akan mendapatkan 1 % pun nona.mereka juga akan membunuh anda.ini semua tidak semudah yang anda pikirkan nona! jalan satu-satunya adalah kita mendapatkan bukti kecelakaan malam itu di sabotase" jelas Zen tegas.
"lalu apa saya juga harus bersembunyi dari suami saya sendiri?" kata Jira emosi.
"maaf nona, ini demi nyawa anda. sebaiknya anda menunggu kedatangan tuan Jhon" jawab Zen.
Jira menghembuskan nafas nya " lalu apa tujuan kamu dikirim uncle Jhon kesini?"
"untuk memastikan anda tutup mulut sebelum kedatangan beliau. kalau sampai anda bicara maka tuan Jhon akan membawa anda pergi. karena mertua anda juga ikut memburu anda nona" jelas Zen
"memburu?"
"ia nona, beliau mengirim beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan anda".
"apa kamu yakin dia mencari saya karena tertarik dengan tawaran ayah dan anak itu?" tanya Jira ragu.
"entahlah nona, kita tunggu saja kedatangan tuan Jhon.
"baik lah, saya akan kembali. oh ya saya bawakan kamu makanan" kata Jira menunjuk rantang yang dibawanya tadi.
"terimakasih nona" balas Zen lalu mengantar Jira memasuki lift.
sampai di lantai teratas Jira masuk kekamarnya.mengambil ponsel dan menghubungi nomor uncle Jhon.
tut, tut, tut.
"kenapa nomornya nggak bisa di hubungi sih" kesal jira.
"nomor siapa sayang?" tanya Zafa yang baru datang dari ruang kerjanya.
"ih Zafa kebiasaan deh suka bikin kaget" Jira tampak marah.
"maaf.kamu kenapa?" tanya Zafa memegang kedua pipi istrinya.
"aku lagi coba hubungi uncle Jhon tapi nomornya nggak aktif" jelas Jira menghempaskan bokongnya di atas kasur.
"kenapa? emang kamu ada perlu ya? siapa sih uncle Jhon itu? misterius banget! " kata Zafa memancing istrinya agar mau bercerita.
__ADS_1
"aku ada sedikit yang perlu di omongin"
"tentang apa? pasti tentang papa kamu?" pancing Zafa lagi.
"please bisa kita bahas lain kali. aku mohon untuk saat ini aku nggak bisa cerita banyak sama kamu. beri aku waktu ya" jelas Jira sendu.
Zafa memeluk istrinya "nggak apa-apa sayang aku paham. pasti kamu punya alasan".
" terimakasih. aku mandi dulu ya" kata Jira beranjak dari kasur.
"kita mandi bareng yuk" ajak Zafa mengendong istrinya kedalam kamar mandi. pastinya acara mandi itu bukan hanya mandi. Zafa pastinya mengajak sang istri menikmati surga dunia.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
sudah 1 bulan berlalu. Uncle Jhon yang di tunggu Jira tak kunjung datang. ia semakin resah kala Zafa kadang menyingung lagi tentang orang tuanya. ia dilema satu sisi uncle Jhon orang yang sudah berkorban banyak untuk menjaganya selama ini dan Zafa adalah suaminya sendiri. Jira merasa bersalah kalau terus mengelak dari Zafa.
Jira memijit pelipisnya belakangan ia sering merasa pusing. mungkin efek kerjaan yang sangat menyita waktu. dirumah ia juga harus memasak dan mengurus sang suami. di tambah pikiran dan hatinya bercabang memikirkan nasehat uncle Jhon atau bercerita pada Zafa suaminya.
"sayang kamu yakin baik-baik aja?" tanya Zafa. kini mereka sedang beristirahat di dalam kamar.
"aku nggak apa-apa, cuma kurang istirahat aja" jelas Jira.
"aku jadi nggak tega ninggalin kamu ke inggris"
pagi harinya Jira membantu menyiapkan perlengkapan Zafa. suaminya berkunjung ke inggris untuk meninjau perusahaan yang ada di sana. Zafa berangkat sendiri karena hanya 3 hari.
"pagi nona, apa tuan Zafa sudah siap?" tanya Zen datang menjemput tuanya.
"dia sedang bersiap dikamar. bisa kita bicara sebentar" ajak Jira menuju ruang tamu.
"Zen ini sudah 1 bulan tapi, kenapa uncle Jhon tak datang bahkan nomornya juga tak bisa di hubungi?"
"maaf nona, saya juga belum mendapatkan kabar dari beliau" jawab Zen tertunduk.
"sampai kapan Zen? kamu ingat apa yang saya bilang? kalau beliau tidak muncul saya akan cerita pada suami saya" ancam Jira
"silahkan nona, tapi setelah itu saya akan membawa anda pergi dari sini" kata Zen dengan tatapan mengancam.
"kamu bilang tidak mendapatkan kabar dari uncle Jhon, lalu kemana kamu akan membawa saya?"
__ADS_1
"saya hanya tinggal menekan panggilan darurat nona" jawab Zen
"kamu gila! kenapa tidak sekarang saja tekan panggilan darurat itu biar si tua keras kepala itu datang" kesal Jira
"oh... jadi kalian berdua saling kenal!" suara Zafa mengagetkan Jira dan Zen."lalu apa? kalian membahas uncle Jhon.jadi istri ku ini lebih percaya bercerita pada orang lain dari pada suaminya sendiri?" Zafa menahan amarah
"sayang... bukan seperti itu" sanggah Jira
"jelaskan" pinta Zafa tegas.
Jira hanya diam, ia ragu dan dilema.satu sisi ia takut akan dipisahkan dengan Zafa jika ia bercerita sejujurnya. tapi jika ia hanya diam seperti ini Zafa pasti akan marah besar.
"aku... aku akan jelaskan tapi kita tunggu kedatangan uncle Jhon" jawab Jira sendu.
Zafa mengangguk lalu ia mengambil kunci mobil di atas meja yang sempat di letakkan Zen.
"aku pergi" kata Zafa dingin meraih kopernya kasar lalu segera memasuki lift.
"Zafa... tunggu" kejar Jira.
"Zen ambil kunci mobil lainnya kita susul Zafa" teriak Jira
"baik nona".
sampai di bandara Jira mengejar Zafa yang sudah menaiki pesawat pribadinya.
"Zafa please dengar aku dulu, aku mohon ini rumit dan sulit buat aku" mohon Jira menangis.
"aku harus pergi. kita bahas masalah ini saat aku pulang" jawab Zafa datar.
"aku mohon jangan marah" pinta Jira.
Zafa tak menghiraukan sang istri. hatinya sakit ia kecewa karena sang istri tak mempercayainya.ia butuh waktu untuk sendiri. untuk menenangkan amarahnya. biasanya ia akan memeluk tubuh Jira. tapi kali ini Jira lah yang membuatnya kecewa.
Jira hanya bisa menatap pesawat itu lepas landas. berharap suaminya akan paham dan mengerti.
"nona, mari saya antar kembali" ajak Zen
Jira di antar oleh Zen kembali menuju penthouse.sepanjang perjalanan ia hanya memandang ke luar jendela pikirannya kusut hatinya resah.sulit bagi nya saat ini jika harus memilih. sungguh Jira tak berniat untuk menutupi ini pada suaminya. tapi keadaan yang memaksa.
__ADS_1
......................
esok pagi Zen menuju kantor polisi saat mendapat kabar bahwa Miko sudah di bebaskan bersyarat dan di jamin dengan uang yang sangat besar.ia segera mencari tau siapa orang yang sudah membebaskan Miko. dan apa alasan orang itu melepaskan bajingan itu.