Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 54


__ADS_3

"manja?" tanya Fanya tak percaya. soalnya yang ia ketahui tentang Zafa adalah anak yang mandiri dingin serta cuek.bahkan Zafa tak pernah bermanja-manja sama sekali pada dirinya ibu yang melahirkan dan membesarkannya.malahan Tristan lah yang suka merengek pada Fanya kalau ada sesuatu yang di inginkan nya


"ia tante! maunya dipeluk mulu, kalau habis mandi rambutnya harus aku yang bantu keringkan, makan maunya di ambilin, kalau bisa di suapin sekalian" jelas Jira panjang lebar.


"kalau tidur?" tanya Fanya memancing.


"rambutnya mesti di usap" jawab Jira keceplosan menutup mulutnya.


"ooo.... sekarang mama ngerti pa, kenapa anak kamu kebelet nikah. ternyata butuh belaian" kata Fanya melirik tajam pada Zafa dan Jira yang duduk di bangku belakang menahan malu karena ketahuan.


"sayang...kamu memang pintar, tapi kamu bodoh dalam jebak menjebak" kata Zafa pada Jira.


"maaf" lirih Jira


"udah lah ma, biarin aja. papa percaya sama mereka.semoga mereka nggak melewati batas" bela Zavier pasalnya ia juga pernah muda dulu dan Zavier pernah berada di posisi Zafa saat dulu ia dan Fanya pacaran.


"pokoknya besok 3 hari sebelum pernikahan kalian harus pisah" kata Fanya tegas.


"nggak bisa gitu dong mam" tolak Zafa.


"harus! biar kalian me time. nanti pas hari H sama-sama pangling".tegas Fanya. " Jira juga butuh waktu untuk memanjakan dirinya" sambungnya lagi.


perjalanan itu terasa singkat karena obrolan mereka yang membahas tentang banyak hal. mulai dari masa kecil Jira, lalu Fanya juga membahas masa kecil Zafa dan Tristan,tentang bisnis, juga tentang pernikahan mereka.


sampai di kota J setelah mengantar Zavier dan Fanya kerumah. Jira dan Zafa kembali pulang ke apartemen. tanpa mereka sadari Miko sudah berada di sana mengamati gerak-gerik mereka.


di dalam apartemen Jira memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. dan disusul Zafa. saat sedang menganti pakaian ponsel Jira berdering.


📱 hallo...


📱kamu dimana ra, aku kekontrakan nggak ada...


📱aku nginap dirumah teman...


📱aku susul ya, kita jalan sebentar...


📱maaf miko aku nggak bisa, aku mau istirahat...


"sayang handuknya mana" teriak Zafa dari pintu kamar mandi dan dapat didengar Miko lewat telpon


📱udah dulu ya miko, aku tidur dulu, malam...

__ADS_1


kata Jira menutup sambungan telpon.


...🧀🧀🧀🧀🧀...


sudah 5 hari sejak dari Jira dan Zafa dari panti mereka masih tinggal 1 atap. tiap pulang dan berangkat kerja selalu bersama. dan itu tak luput dari pantauan Miko yang secara diam-diam mengikuti mereka.


lalu Miko akan menghubungi Jira menanyakan keberadaan dan kegiatan gadis itu. tapi Jira memberikan jawaban yang lain sengaja berbohong untuk menghindari Miko. Jira memang sengaja belum menjelaskan pada Miko tentang hubungannya dengan Zafa. karena Jira takut kalau Miko akan berbuat yang macam-macam untuk menggagalkan pernikahannya.


makanya Jira memilih akan memberitahukan pada Miko tentang pernikahannya saat dekat hari H.


dan hari ini rencananya Jira akan pulang kerumah kontrakan untuk mengemasi barang-barangnya sebelum pindah ke apartemen Zafa.


setelah makan malam di kediaman Farjana. Jira di antar Zafa untuk pulang kerumah kontrakannya.


"nggak nginap disini aja sayang" ajak Fanya


"kapan-kapan deh tante, soalnya aku mau beres-beres. besok kan pindah ke apartemen" tolak Jira menjelaskan


kini Jira sedang di perjalanan menuju rumah kontrakan nya di antar oleh Zafa.


"di depan ada mini market kita berhenti sebentar ya" pinta Jira


"kamu mau beli apa?" tanya Zafa


mobil sport hitam itu berhenti di depan mini market yang dimaksud Jira.ia turun membeli beberapa makanan ringan dan kembali masuk ke mobil Zafa.


20 menit mereka sampai di depan rumah kontrakan Jira.


" aku langsung pulang ya, udah malam" kata Zafa mencium kening Jira


Jira mengangguk "hati-hati di jalan, kalau udah sampai rumah kabari aku".balas Jira juga mengecup pipi Zafa.


" dddaa... " lambai Jira pada Zafa yang sudah melajukan mobilnya.


di rumah kontrakannya Jira langsung mandi dan berganti pakaian di kamar.malam ini Jira memakai baju tidur kimono berbahan satin di atas lutut. Jira bermaksud untuk menonton sebuah film sambil memakan cemilan yang sempat dibelinya tadi.


tiba di ruang tamu alangkah terkejutnya Jira melihat Miko sudah duduk di atas sofa.


"Miko" pekik Jira keget."kok kamu bisa masuk?" tanya Jira


"lo nggak perlu tau bagaimana cara gue masuk.yang perlu lo tau tujuan gue kesini" kata Miko

__ADS_1


"ngapain kamu kesini?" tanya Jira mulai cemas melihat gelagat Miko yang seperti orang mabuk


"gue kesini mau ketemu orang yang gue cintai" jawab Miko.


"aku udah bilang sama kamu Miko.aku sudah tidak memiliki perasaan untuk kamu lagi. aku cuma anggap kamu teman! nggak lebih" terang Jira tegas duduk di hadapan Miko.


"cih... lo sengaja nolak gue karena lo mau nikah sama bos lo yang kaya raya itukan?!" kata Miko kesal


"tau darimana lo gue bakalan nikah?" tanya Jira yang juga mulai kesal pada Miko


"sejak kita ketemu di mall gue sengaja ikutin lo.dan ternyata lo bohongin gue. kenapa ra kenapa...?" tanya Miko dengan suara tinggi.


"karena gue nggak mau lo sakit hati" balas Jira dengan suara tinggi.


Miko bersimpuh di kaki Jira. "gue mohon batalin pernikahan lo dan kembali sama gue. gue janji ra bakal bahagiain lo, gue bakal menebus semua kesalahan gue" mohon Miko menangis


"lo mabuk ya?! " tanya Jira mencium aroma alkohol dari mulut Miko. "gue pikir lo bakalan benar berubah tapi tenyata... " kesal Jira tak melanjutkan ucapannya.


"ini karena lo, lo udah hindari gue beberapa minggu ini" terang Miko emosi.


"sekarang mending lo pulang" usir Jira


"nggak ra mohon gue batalkan pernikahan lo dan balik sama gue" mohon Miko memaksa Jira


"nggak akan!" jawab Jira tegas. "


"baik kalau itu mau lo. akan gue bongkar identitas asli lo" ancam Miko menunjuk Jira terhuyung.


"silahkan" jawab Jira tak takut. "sekarang lo keluar dari rumah gue" pekik Jira mengusir Miko.


"ra please jangan tolak gue, jangan nikah sama pria lain ra. gue cinta sama lo, gue sakit ra lihat lo sama pria lain" pinta Miko kembali memegang pipi Jira.tiba -tiba Miko ******* bibir manis Jira.


Plak... tangan mulus Jira mendarat di pipi Miko.


"jangan kurang ajar lo" geram Jira


"kenapa lo nggak mau gue cium?" sedangkan dengan laki-laki itu lo udah tidur bareng kan" geram Miko.


"jangan asal bicara lo ya, kalau nggak tau yang sebenarnya" ancam Jira menunjuk Miko.


miko tersenyum sinis."jangan munafik lo. apa yang dilakukan pria dan wanita saat mereka tinggal bersama". kata Miko dengan nada tinggi.

__ADS_1


" jijik gue sama lo, pergi dari rumah gue" usir Jira mendorong Miko.


Miko meremas dagu Jira. "kalau gue nggak bisa miliki lo, maka orang lain juga nggak akan bisa miliki lo. gue bakalan bikin dia jijik sama lo dan ninggalin lo" ancam Miko dengan raut wajah penuh amarah.


__ADS_2