Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 79


__ADS_3

mentari pagi sudah menyinari bagian bumi. sinarnya mengintip masuk lewat celah gorden kamar sepasang insan yang masih menyelam di alam mimpi.Jira mengerutkan wajahnya kala sinar mentari menyapa untuk bagun.


"astaga, sudah pagi aku terlambat bagun" gumamnya seorang diri. beranjak turun dari atas ranjang menuju kamar mandi membersihkan diri.


terasa bersih kala air sudah membasuh tubuh indahnya Jira memakai baju dan menghampiri ranjang besar tempat pelepas penat. "sayang... bagun" panggi Jira lembut membangunkan pria yang masih nyenyak dalam tidurnya.


wanita cantik dalam balutan dress floral itu berjalan kearah jendela menyibak kain yang menghalangi sinar mentari untuk masuk.


"uuummm.... " kesal Zafa menutup wajah dengan bantal saat sinar menerpa wajah gagah nan rupawan nya.


"bangun sayang, ini sudah hampir siang mama sama papa pasti sudah dimeja makan" jelas Jira lagi menarik bantal dari wajah suaminya.


"hhmm... ia aku bagun" jawab Zafa malas mendudukkan diri diatas kasur.


"aku sudah siapkan baju ganti, kamu mandi dulu. aku segera kebawah untuk bantu siapkan sarapan" kata Jira mengecup pipi suaminya dan berlalu pergi menuju meja makan.


"syukurlah" gumam Jira mendapati meja itu masih belum di tepati orang rumah."bik aku bantu menata sarapan pagi".


"baik non" jawab bik Diah


15 menit Fanya dan Zavier turun dari kamar menuju meja makan dan Zafa menyusul di belakang. "pagi mama dan papa" sapa Jira tersenyum manis.


"pagi sayang" jawab mertuanya serempak.


"morning honey" sapa Zafa mengecup bibir istrinya sekilas dan mendudukkan diri di kursi.


"woi ini meja makan" teriak Tristan yang baru muncul. Zafa hanya acuh tak acuh menanggapi adiknya itu.


"silahkan dinikmati sarapannya" kata Jira lalu membantu suaminya.


"dua hari lagi papa akan umumkan kalau ZF Corp akan sepenuhnya milik Zafa" mulai Zavier membuka obrolan.


"kenapa mendadak pa?" tanya Zafa.


"sebenarnya akan papa umumkan seminggu setelah pesta pernikahan kamu, tapi karena kamu dan Jira ada masalah jadi papa tunda. dan Tristan akan mengantikan posisi kamu yang sekarang".


" nggak perlu pa, aku cukup dampingi Zafa" sanggah Tristan.


"kalian berdua yang harus mengurus perusahaan mulai sekarang, jadi kalian harus bekerja sama. papa nggak mau kamu jadi asisten Zafa lagi".


" baik pa" jawab Zafa dan Tristan bersama.


"selamat ya sayang dan juga buat Tristan. semoga ZF Corp semakin berkembang dibawah kepemimpinan kalian berdua" ucap Jira


"terimakasih honey" balas Zafa tersenyum.

__ADS_1


"selamat buat anak-anak mama. semoga kalian lebih sukses kedepannya" sambung Fanya.


"terimakasih ma" balas Tristan.


"kamu gimana sayang? masih lanjut kerja?" tanya Fanya pada menantunya.


"aku sih tergantung Zafa mam,di kasih izin kerja lagi atau nggak. gimana sayang?" jawab Jira.


"hhhmmm... boleh tapi tetap jadi sekretaris aku" jawab Zafa datar.


"tapi aku pengennya di divisi disain" rengek Jira.


Zafa menggeleng "jadi sekretaris aku atau nggak kerja sama sekali!".


Jira hanya cemberut dan melanjutkan makan sarapan paginya.


"lo kapan balik kerja Fa?" tanya Tristan.


"dua hari lagi aja, selesai pengumuman dari papa" jawab Zafa


Tristan mengangguk "kalau gitu semuanya aku pamit kekantor dulu. ada beberapa berkas yang harus di selesaikan sebelum Zafa pindah jabatan" terangnya.


"hati-hati ya Tris" ingat Fanya.


"aku sama Jira juga langsung pamit mam, pah. kita mau ke penthouse" timpal Zafa.


"kok buru-buru?" heran Fanya.


"Jira mau beres-beres mam, sekalian mau belanja bulanan" jawab Zafa.


Fanya mengantar kepergian anak dan menantunya sampai kehalaman memandangi mobil sport itu meninggalkan halaman rumahnya.


"kita belanja dulu ya" pinta Jira dan Zafa mengangguk.


mereka belanja di mall yang masih satu gedung dengan penthouse tempat mereka tinggal. Jira belanja kebutuhan dapur karena memang ia akan memasak untuk suaminya.meski ada pelayan memasak merupakan kewajiban ia sebagai seorang istri.


pelayan hanya akan datang bertugas dari jam 9 pagi membersihkan rumah dan tugas laundry pulangnya sore hari sebelum Jira dan Zafa pulang kerja. Jira tak ingin privasi rumah tangganya terganggu karena ada pelayan.


selesai membeli kebutuhan rumah tangganya. Jira dan Zafa menyempatkan makan siang disalah satu restoran yang terdapat di mall. merasa kenyang mereka menyudahi makan siang itu dan berlalu menaiki lift pribadi menuju lantai teratas tempat hunian megah mereka.


"aku tarok belanjaan di kulkas dulu" kata Jira


Zafa mengangguk "aku keruang kerja dulu, ada email yang dikirim Tristan" balas Zafa mengecup kening istrinya.


di ruang kerjanya Zafa menghubungi Tristan.

__ADS_1


tut... tut... tut...


📱ia fa, ada apa...?


📱gue mau lo selidiki masa lalu Jira, siapa orang tua dan keluarganya...


📱aneh lo, istri sendiri dicurigai...


📱gue nggak curiga, cuma ada yang aneh, ada yang ditutupi...


📱apa lo sudah tanya soal kemaren...


📱karena itu gue mau lo selidiki tentang orang tua Jira...


📱ok...


sambungan telpon mereka putus. dan Zafa memeriksa beberapa email yang dikirim Tristan. 30 menit ia keluar mencari keberadaan istrinya di dapur.tak menemukan yang dicarinya Zafa melangkah menaiki lantai dua menuju kamar.


"ternyata tidur" gumam Zafa yang juga ikut membaringkan diri di atas kasur memeluk erat tubuh istrinya menuju alam mimpi.


sore hari Jira terbangun mendapati Zafa yang juga tertidur pulas memeluk dirinya. pelan-pelan Jira melepas pelukan suaminya.turun dari ranjang lalu menuju dapur untuk memasak makan malam.


40 menit Jira berkutat di dapur dengan bahan-bahan makanan.memasak dengan ikhlas dan penuh cinta untuk sang suami. kini hanya tinggal menunggu sayurannya matang.


"kamu disini" seru Zafa memeluk istrinya dari belakang.


"astaga, kamu kebiasaan deh" kaget Jira memegang dada.


"masakannya sudah matang?" tanya Zafa mencium leher Jira yang terpampang nyata karena rambutnya di ikat cepol keatas.


"sudah" Jira mematikan api kompor dan berbalik. "minggir aku mau tata masakan ini di meja".


" cium dulu"


"nanti aja, pakai baju gih! kita makan malam" ajak Jira.


Zafa tersenyum menggoda lalu mengangkat tubuh istrinya ke atas meja makan besar yang terbuat dari batu alam yang harganya pasti mahal.


"aku mau makanan pembuka dulu disini" bisik Zafa ditelinga Jira.


"jangan gila kamu" pekik Jira mendorong dada suaminya.


"kenapa? cuma ada kita berdua kok." tangan nakal Zafa mulai menjelajahi tubuh istrinya.


"Zaf... " mulut Jira dibungkam oleh Zafa ******* bibir istrinya. fantasi Zafa memang liar. itu karena ia tak pernah menyentuh wanita sekalipun.maka kini saat memiliki istri Zafa menyalurkan imajinasi liarnya. tak salah mereka sudah halal, lagi pula di mana dan kapanpun juga tak ada salahnya karena memang di hunian dan megah serta mewah itu hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2