Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 88


__ADS_3

"aakkhhh.... iiisshh... " Jira sadar dan memegang kepalanya yang terasa sakit.


Mengigat kembali apa yang terjadi. terakhir kali ia di rumah sakit keluar dari ruang rawat. tampak para bodyguard yang menjaganya sudah terkapar. lalu ada dua orang pria berpakaian dokter datang dan menyuntiknya hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.


Jira mencoba duduk dari pembaringan. kepalanya masih terasa berat mungkin akibat obat bius. ia sadar kini sedang berada di sebuah ruangan petak tapi tak tau dimana ia berada dan siapa yang membawanya kemari.


Beberapa orang yang memantau keadaannya dari CCTV segera melapor pada tuannya bahwa orang yang mereka culik tadi sudah sadarkan diri.


ceklek... pintu ruangan dibuka.


"Sudah sadar?" tanya seorang pria menghampiri Jira.


Jira mengerutkan dahi "kau?" tunjuk nya merasa mengenali orang yang duduk di depannya.


"Ia, aku Moses. kamu ingat,kita pernah bertemu kan!?"


Jira mengangguk. "Perlu apa kau membawa ku kesini?" tandas Jira geram.


"Perlu apa? kepentingan ku menculik mu sangat sederhana! apa kamu ingin tau?"


"Jelaskan apa mau mu tak perlu basa-basi!"


"Sebaiknya aku panggil dulu ayah ku. biar nantinya kau lebih paham apa maksud dan tujuan kami membawa mu kesini," jelas Moses beranjak pergi meninggalkan Jira di ruangan itu.


Tak berselang lama Moses kembali menemui Jira tapi kali ini ia datang bersama sang ayah.


"Kenapa? kau terkejut melihat kehadiran ku?" tanya Reza duduk di depan Jira.


"REZA ARIANDRA! hah... jadi laki-laki bajingan ini anakmu?" tanya Jira tersenyum sinis. "Pantas saja, buah jatuh tak jauh dari pohonnya," sindir Jira tersenyum mengejek.


"ya... begitulah! sekarang kau tau apa maksud dan tujuan kami menculik mu?" jawab Reza duduk santai mengangkat satu kakinya. "15 tahun saya mencari keberadaan putri Gumalang,ternyata kau selama ini berkeliaran di dekat ku! sungguh hebat sekali si Jhoni itu menyembunyikan diri mu HANAYA PUTRI GUMALA."


Jira menyunggingkan sudut bibirnya. "Jadi kau masih ingat dengan nama masa kecil ku? sayangnya nama itu sudah lenyap 15 tahun yang lalu saat kau membunuh kedua orang tua ku."


"Ayo lah, mana mungkin aku membunuh saudara ku sendiri. ya... walaupun saudara tiri tapi aku sangat menyayanginya," kilah Reza santai.


"cih... kau hanya menyayangi hartanya," kesal Jira.

__ADS_1


"Jangan harap kau akan mendapatkan sepersen pun harta keluarga ku," tambah Jira mendekatkan wajahnya pada Reza.


"Kau yakin? jangan pikir setelah kau bisa bebas dengan mudah nya. kau tau, aku harus membayar mahal untuk bisa menemukan mu!"


"siapa orang yang memberikan informasi pada kalian?" tanya Jira pengen tau.


"Miko Varendra" jawab Moses. "Kamu pasti mengenalnya. sekarang dia sudah menjadi orang kaya memiliki satu perusahaan karena dia memberikan sempel diri mu untuk tes DNA. itu bayaran yang di mintanya pada kami."


"Dasar bajingan, ternyata dia tidak berubah," keluh Jira.


"Katanya dia hanya ingin mendapatkan kamu kembali dan meminta kami untuk menghancurkan ZF Corp dan Zafa Farjana suami kamu," sambung Moses santai.


"Coba saja, tidak semudah yang kalian pikirkan," jawab Jira menantang.


Reza melemparkan sebuah map berisi surat ke hadapan Jira. "Tanda tangani surat itu," titahnya serius.


"Jangan harap."


Reza memberi kode pada anaknya. Moses keluar dan ia kembali membawa sebotol minuman.


"Paksa dia meminumnya," cetus Reza pada moses.


"uhuk... uhuk..." Jira tersedak karena ia berusaha menolak meminumnya. "Minuman apa yang ada di botol itu?" tanya Jira marah.


"Minuman itu akan membunuh anak dalam rahim mu secara perlahan sayang," bisik Moses.


"Sekarang lebih baik kau tanda tangani surat itu sebelum aku memaksa mu kembali meminumnya!" ancamnya lagi.


"Dasar bajingan! kalian orang yang tamak! sekalian bunuh saya!" geram Jira.


"no... no... no... " kata Reza mengerakan telunjuknya kekiri dan kekanan. "Tidak semudah itu ponakan ku tersayang, sebelum kau menandatangani surat ini kami akan terus menyiksa mu," kata Reza meremas dagu Jira dan melepaskannya kasar.


"TANDA TANGAN" desak Moses.


Jira hanya diam. Jika ia menandatangani surat itu maka dirinya akan dibunuh. jika ia tak menandatanganinya maka anaknya juga dalam bahaya.tak ada pilihan,kali ini ia hanya berharap jika Zen segera menemukannya.


Plak... tamparan keras dari Moses menyadarkan Jira dari lamunan. "Cepat tanda tangan" bentak Moses tak sabar.

__ADS_1


Jajah Jira terlempar kesamping, ia meraba sudut bibirnya yang berdarah. "maafkan mama nak, kamu ikut jadi korban dalam masalah mama," batin Jira memegang perutnya yang masih rata.


"Moses, paksa dia kembali meminum cairan itu," tegas Reza marah dan kesal karena Jira hanya diam tak bergeming melakukan perintahnya.


Jira berontak dan mendorong tangan Moses yang menuangkan minuman keras itu ke mulutnya. "hey... kalian cepat kesini ikat wanita sialan ini," teriak Moses memanggil anak buahnya yang berada di luar.


"Lepaskan saya, apa pun yang akan kalian lakukan saya tidak akan menyerahkan harta itu," pekik Jira berontak berusaha melepaskan diri dari ikatan.


Setelah Jira di ikat di kursi oleh anak buah Moses. ia kembali menuangkan minuman keras kedalam mulut Jira. wanita itu berusaha menolak, ia mencoba agar minuman itu tak sampai tertelan.


Plak... kali inj tangan Reza mendarat di pipi mulus Jira.


"Keras kepala kau ya,cepat tanda tangan dan kau akan segera menyusul kedua orang tua kau itu," geram Reza tak sabar agar Jira segera melakukan perintahnya.


"Bunuh saya sekarang," tekan Jira


"Tidak akan" balas Reza.


"Bagaimana ini ayah, dia tetap tak mau menandatangani surat ini," tanya Moses. "Jangan sampai dia mati sebelum harta itu sah jatuh ke tangan kita."


" aakkhh... dia benar-benar keras kepala sekali. sama seperti ayahnya. bahkan ia rela jika anak dalam kandungannya mati" geram Reza tampak gusar.


"hah... semua akan sama, jika saya menandatangani surat itu anak saya juga akan ikut mati bersama saya," kata Jira lemah tersenyum sinis.


Plak... Reza melayangkan kembali tamparannya. "Paksa kembali dia meminum cairan itu, dan pastikan anaknya mati," pungkas Reza marah pada anaknya lalu ia keluar dari ruangan membanting pintu.


"hahaha... baik jika itu mau mu kita lakukan. aku akan membunuh anak mu terlebih dahulu," tawa Moses merasa senang tanpa rasa iba.


"aaakkhh.... pekik Jira merasakan sakit di perutnya. terasa darah mulai mengalir dari sela pahanya.


hiks... hiks... maafkan mama nak, mama tak bisa menjagamu," isak Jira menahan sakit di perutnya.


"hahahaha.... rasakan akibatnya jika kau masih keras kepala," tawa Moses mencengkram dagu Jira.


"dddoorr.... bbbuumm... " suara tembakan dan letusan dari luar terdengar oleh Moses.


"Tuan markas kita di serang," lapor anak buahnya.

__ADS_1


"SIAL" umpat Moses menarik kalung Jira. ia membalik liontin kalung itu. dan benar saja ada lampu kecil merah berkedip di sana.


Jira tersenyum "Saatnya giliran kau bajingan," kata menatap Moses penuh kemenangan.


__ADS_2