
di karenakan tamu pada malam ini sangat banyak membuat Jira dan Zafa sedikit kewalahan menerima ucapan dan salam selamat serta doa dari para tamu. Jira sempat merasakan pusing karena berdiri terlalu lama.
"kamu nggak apa-apa sayang?" tanya Zafa khawatir.
"aku pusing" jawab Jira lemah.
"kita langsung istirahat dikamar ya, kalau masih disini tamunya nggak akan habis" ajak Zafa.
karena izin dari Zavier juga saran mama Fanya serta bu Arsy, Zafa meninggalkan pesta membawa Jira untuk segera istirahat dikamar pengantin.
sampai di kamar pengantin mereka yang mewah Zafa membaringkan istrinya di atas kasur yang berhiaskan taburan kelopak bunga mawar merah berbentuk hati.tapi Jira kembali duduk bersandar dan tersenyum melihat wajah suaminya yang begitu khawatir.
"apa masih pusing?" tanya Zafa memberikan segelas air putih
Jira menelan habis air yang ada di dalam gelas itu, lalu meletakan gelas kosong di atas meja di sampingnya."aku cuma capek, tamunya nggak habis-habis, bikin pegel" jelas Jira cekikikan.
"jadi kamu ngerjain aku?" tanya Zafa kesal karena sang istri sudah membuatnya khawatir.
"hahahaha..... sorry sayang, tapi kan bagus.sekarang kita di kamar" tawa Jira menaik turunkan alisnya.
"awas kamu ya!" ancam Zafa membuka jas dan dasinya menarik Jira berbaring di atas kasur dan menindihnya. "aku akan menghukum kamu tanpa ampun" bisik Zafa di telinga Jira.
Zafa mencium bibir Jira dengan lembut dan Jira membuka mulutnya membalas ciuman itu. ciuman lembut yang membuat mereka mulai terbuai akan nikmatnya benda kenyal itu. Zafa terus ******* bibir bawah dan atas Jira bergantian. makin lama ciuman itu pun menuntut lebih.
"mmmpphh... " Jira mendorong dada Zafa melepas ciuman yang sudah mulai membangkitkan gairah itu."aku harus mandi dan berganti pakaian" kata Jira lembut pada Zafa.
__ADS_1
"tapi... " Jira menutup mulut suaminya dengan telunjuk.
"aku harus mempersiapkan diri, please 10 menit" bujuk Jira menggoda.
"baiklah".Zafa merebahkan dirinya di atas kasur. dan Jira segera berlari ke kamar mandi. " 10 menit" teriak Zafa mengingatkan istrinya agar tak berlama-lama di sana.
10 kemudian Jira keluar dari kamar mandi. ia menggunakan lingerie warna hitam transparan memperlihatkan aset berharganya. melihat Jira yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, membuat Zafa tak sabar. ia segera menghampiri istrinya dan menggendongnya seperti koala. ia kembali mencium bibir manis Jira sambil berjalan kearah tempat tidur dan membaringkannya di atas kasur.
Zafa menatap intens pada tubuh istrinya. "tak sia-sia menunggu 10 menit" kata Zafa mulai mencium dan menggelitik telinga Jira.
"aaahh..."desah Jira meras geli.
Zafa kembali ******* bibir istrinya, Jira juga mulai membuka satu persatu kancing kemeja Zafa membelai dan memainkan jari-jemarinya diatas dada bidang suaminya.Zafa yang mendapatkan sentuhan dari sang istri semakin berhasrat untuk menikmati tubuh sexy istrinya malam ini.
dari bibir Zafa mulai turun ke leher mulus Jira. m*****m dan m*******pnya lama meninggalkan tanda merah keunguan. perlahan tangannya pun mulai merambat naik m*****s lembut p******a istrinya yang menggoda sejak tadi dari balik kain tipis itu.
Jira juga mulai membalas permainan suaminya. ia bangkit dan duduk di pangkuan Zafa m******ti leher keras suaminya dan m*******pnya lembut meninggalkan tanda miliknya disana. lalu mulai turun m******p dada bidang Zafa menggelitik p****g kecil p******a Zafa.
"aahhh.... erang Zafa dengan suara beratnya. lalu ia mulai mencari jalan keluar 2 benda kenyal istrinya.m******t dan m*******p coklat kecil yang sudah menonjol dari balik kain tipis hitam itu.
" aaahhh..." erang Jira nikmat meremas rambut Zafa.
Zafa semakin gemas untuk bermain di sana.ia semakin menjadi memainkan kedua tangannya disana juga sesekali menyusu seperti anak kecil yang kehausan.
Jira semakin tak tahan, ia semakin merasakan sesak di dadanya. "aahh... za... fa... stop" pinta Jira namun Zafa tak mendengarkannya ia semakin asik membenamkan wajahnya disana.
__ADS_1
"aaakkhh... " Jira merasa nafasnya tersekat mulai susah untuk bernafas, tubuhnya mulai gemetar, panas dan dingin menjalar di seluruh tubuhnya, kejadian malam itu, malam dimana ia dilecehkan dan dianiaya oleh Miko kembali muncul di ingatannya membuat Jira tak sadar bahwa saat ini yang menyentuhnya adalah sang suami.
dengan reflek Jira menendang Zafa membuat suaminya terjatuh dari atas kasur." tolong lepasin gue" ucap Jira beringsut di atas kasur memeluk kakinya.
Zafa menyisir rambutnya kebelakang ia bergegas menghampiri Jira. "kenapa sayang?" tanya Zafa bingung.
Jira berlari turun dari kasur mengarah ke jendela kamar itu. "tolong lepasin gue, gue mohon" pinta Jira berlinang air mata membasahi pipi.
"ini aku sayang, Zafa suami kamu" jelas Zafa mendekat dan meyakinkan Jira
"tolong jangan sentuh gue" lirih Jira lagi.ia mulai menendang jendela kaca didepannya berusaha untuk kabur.
Zafa terus mendekati istrinya meraih kepelukan nya. namun Jira terus berontak dan melawan Zafa. ia malah mengigit tangan suaminya. Zafa hanya meringis menahan sakit. tapi Jira semakin berontak dalam pelukan Zafa ia terus menendang dan memukul Zafa agar melepaskannya.
PLAK...
"sadar Jira ini aku Zafa suami kamu" bentak Zafa memegang bahu istrinya.
Jira pun sadar akibat tamparan Zafa namun ia hanya diam menatap Zafa nanar dan kosong. Zafa merasa bersalah telah menyakiti sang istri lalu ia memeluk jira erat.
"maafin aku sayang, aku terpaksa" kata Zafa serak dan meneteskan air mata.
Zafa melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Jira menghapus air mata yang telah mengalir deras. lalu ia mengecup puncak kepala Jira dan kembali memeluk sang istri erat.
Jira yang masih terpana, akhirnya tak sadarkan diri dipelukan Zafa. "sayang..." panggil Zafa menepuk pipi istrinya. "jira... sadar sayang... " panggil Zafa cemas.
__ADS_1
Zafa membaringkan Jira di atas kasur. lalu menghubungi Tristan yang tengah menutup pesta malam ini agar para tamu segera pulang.
"lo siapin mobil, kita kerumah sakit sekarang" kata Zafa lugas dan langsung menutup telpon.