Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 71


__ADS_3

tanpa sadar Jira sudah mulai menyerahkan tubuhnya pada Zafa.suaminya hanya mengikuti permainan sang istri.Zafa tak berani melakukan jauh sebelum Jira yang memintanya.


"ok... cu... cukup, hah... hah... " pinta Jira terengah-engah.


begitu pula dengan Zafa ia harus berhenti kala hasratnya sudah hampir meledak. tapi memang itulah resiko yang harus ditanggung Zafa saat ini. tak apa-apa ia bersolo karir nantinya. yang terpenting ia dan Jira sudah melakukan sedikit lebih jauh dari dugaan mereka.


Zafa menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya pelan. menormalkan nafas dan detak jantungnya yang berdebar cepat.


"are you oke?" tanya Zafa memastikan Jira yang kini masih mengatur nafasnya memeluk Zafa.


Jira mengangguk di dada bidang suaminya."maaf aku cuma bisa sampai disini" pinta Jira menyesal


"nggak apa-apa sayang, kamu sudah sedikit jauh" jelas Zafa menenangkan Jira.


Jira membuka kembali ikatan tangan suaminya.lalu ia menatap tubuh Zafa memeriksa kembali perbuatannya. "ini perbuatan ku?" tanya Jira meraba leher dan tubuh Zafa.


Zafa mengangguk "sekarang lihat tubuh kamu" kata Zafa menunjuk dengan dagunya.


Jira menundukkan wajahnya memeriksa tubuhnya, seketika Jira menarik selimut menutupi dirinya yang hanya memakai dalaman saja."aku melakukan sejauh ini?" tanya Jira tak percaya menatap Zafa


Zafa mengangguk lagi "kamu sudah berhasil sayang, kita tinggal sedikit lagi" kata Zafa meyakinkan Jira.


jira menangis sesegukan "apa aku akan sembuh secepatnya?" tanya Jira pada suaminya.


"pasti! kamu pasti akan sembuh dari trauma itu. sekarang jangan nangis lagi" bujuk Zafa mengusap pipi istrinya yang basah."sekarang kamu istirahat ya" kata Zafa membaringkan Jira dan menyelimuti istrinya.


"kamu kemana?" tanya Jira menahan tangan Zafa


"aku harus kekamar mandi sayang, menyelesaikan permainan kamu" jelas Zafa menunjuk barangnya yang masih tegak berdiri.


"maaf " lirih Jira

__ADS_1


Zafa tersenyum "nggak apa-apa, tapi nanti kalau kamu sembuh, harus bayar berkali-kali lipat" goda Zafa mengedipkan sebelah matanya pada Jira membuat istrinya merona malu.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


hari ini adalah hari terakhir Jira berkonsultasi dengan dokter Miranda. perkembangan nya benar-benar jauh lebih baik karena Zafa dan Jira saling percaya dan mendukung satu sama lain.


"kalau kalian ingin berbulan madu silahkan, tidak masalah. karena ibu Jira sudah tidak perlu terapi lagi" kata Miranda


"lalu kapan saya kembali untuk konsul dok? " tanya Jira memastikan.


"saya rasa tidak perlu, ibu dan bapak sudah bisa saya lepas, karena saya yakin kalian pasti bisa melewatinya" jawab Miranda tanpa ragu.


"dokter yakin?" tanya Zafa. "berarti istri saya sudah sembuh? " tanya Zafa lagi.


"saya belum bisa pastikan ibu Jira sembuh kalau kalian masih belum berhasil melakukan hubungan suami istri sepenuhnya. tapi sejauh yang kita lakukan dan kalian jelaskan pada saya, kemungkinan ibu Jira sudah bisa menerima sentuhan anda suaminya" jelas Miranda pada Zafa. "ini hanya masalah waktu, kalian harus sabar. manfaatkan waktu liburan ini untuk merilekskan pikiran kalian berdua".


" baik dok terimakasih banyak" kata Jira memeluk dokter Miranda.


"sama-sama, saya tunggu kabar baiknya. semoga ibu Jira secepatnya hamil" balas Miranda mendoakan.


"kalau begitu kami pamit pulang.kami akan segera berangkat pagi ini" kata Jira


"semoga selamat sampai tujuan" balas Miranda mengantar Zafa dan Jira sampai depan halaman tempat prakteknya.


Dari tempat praktek dokter Miranda Zafa dan Jira segera kebandaraan.mereka akan segera berangkat ke dubai mengunakan jet pribadi yang sudah di siapkan oleh Tristan.


kemarin malam mereka sudah berpamitan pada Fanya dan Zavier serta bu Arsy lewat VC.


"hati-hati di jalan, kalau butuh apa-apa hubungi gue" kata Tristan melepas kepergian kakak dan iparnya.


"makasih ya Tris" pinta Jira memeluk adik iparnya.

__ADS_1


Tristan mengangguk "pokoknya kalian harus happy, dan gue pengen secepatnya punya ponakan" balas Tristan memberi semangat.


"pasti! lo bantu doa" jawab Zafa datar.


Tristan memberikan jempolnya "kalau sudah sampai hubungi gue" katanya lagi. lalu melambaikan tangan pada Jira dan Zafa yang sudah masuk kedalam pesawat.


penerbangan menuju Dubai memakan waktu kurang lebih 8 jam.Zafa dan Jira memilih untuk tidur di dalam pesawat karena tadi mereka bangun pagi-pagi sekali agar bisa menemui dokter Miranda sebelum berangkat honeymoon.juga nanti jadwal mereka sampai di sana akan menikmati wisata malam.


tepat pukul 5 sore mereka mendarat di Dubai.disana mereka sudah di tunggu oleh seorang supir yang akan mengantar mereka kemanapun selama liburan di sini. Jira dan Zafa akan menginap di salah satu hotel mewah Palm Jumeirah.


dari kamar mereka Jira bisa menikmati pemandangan pulau buatan yang bentuknya benar menyerupai pohon palm itu.Jira menatap kagum disain dan tatanan pulau yang ada di depannya.


"kita makan dulu" ajak Zafa membawa istrinya menuju meja makan. karena ia sudah memesan makanan sejak awal kedatangan mereka.


"habis ini kita kemana?" tanya Jira menyuap makanan


"kita ke Dubai Fountain" (air mancur dubai).


Jira mengangguk. mereka berdua menikmati hidangan yang sungguh menggugah selera setelah 8 jam lebih di atas awan.


"mandi dulu, habis itu kita langsung berangkat" kata Zafa meninggalkan Jira menuju kamar mandi.


Zafa dan Jira sudah berganti pakaian. lalu mereka segera turun kebawah memasuki mobil yang sudah menunggu mereka.tujuannya adalah air mancur tertinggi di dunia. sampai disana tepat pukul 7 malam. air mancur itu sudah dimulai sejak pukul 6 sore dan berlangsung setiap 30 menit.


selama 1,5 jam mereka menikmati permainan air mancur yang berwarna warni menari-nari membentuk sebuah pola nan indah. merasa puas Zafa mengajak sang istri kembali ke hotel karena besok pagi mereka akan segera ikut tour bersama rombongan para wisatawan lainnya.


...----------------...


tolong like πŸ‘ dan komenπŸ–Š serta hadiah 🎁 dan jangan lupa vote πŸ”–


hehehehe... maafkan ya kalau bab 21+ nya bikin panas... πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜…

__ADS_1


terimakasih


πŸ˜„πŸ˜πŸ˜‰πŸ˜πŸ₯°πŸ˜˜πŸ₯³πŸ€©πŸ™πŸ‘πŸ’ͺπŸΌπŸŒ·πŸ’πŸŒΉπŸŒΊπŸŒΈ


__ADS_2