Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 45


__ADS_3

"selamat ya Miko. aku senang kamu udah dapet pekerjaan. semoga kamu betah dan sukses dengan kerjaan barunya" ucap Jira di tengah meja makan


"makasih ra atas doanya, ini juga berkat kamu yang percaya sama aku" balas Miko


"ia nak Jira. terimakasih kamu masih yakin bahwa Miko akan berubah" sambung bu Nani tersenyum senang.


"aku juga senang kak Jira jadi sering kesini lagi. artinya kak Jira balikan lagi ya sama kak Miko? " timpal Nindi


"sekarang kita jalani aja dulu dek hidup baru kakak kamu. karena ini awal yang baik untuk ibu dan juga kamu" jelas Jira lembut


"ayo, kita makan dan ini sayur tumis kangkung kesukaan kamu kan Miko. ini Jira yang masak tadi" jelas bu nani mengalihkan pembicaraan.


"beneran buk, wwaahh... pasti enak nih, aku udah lama kangen masakan kamu ra" Miko tampak senang dan bahagia.


"hhmm... silahkan dimakan kalau bisa dihabiskan ya! "


"pasti" jawab Miko yakin


malam ini mereka larut dalam kebahagiaan karena Miko mau memulai kembali hidupnya di jalan yang benar. Jira juga ikut merasakan kebahagian itu karena rasa kekeluargaan yang di berikan oleh keluarga Miko membuatnya sedikit melupakan rasa kesendiriannya.


"kalau aku boleh tau kamu kerja dibagian apa Miko? " tanya Jira pada miko di ruang tamu.

__ADS_1


"aku kerja di percetakan ra, disain iklan atau baliho gitu lah. ya walau percetakan kecil tapi aku pengen buktiin ke kamu kalau aku memang mau berubah. dan aku mau mulai berjuang" jelas Miko yakin


Jira mengangguk "hhmm... nggak apa-apa semua butuh proses Miko.sebagai teman aku pastinya akan selalu dukung kamu".


"aku akan terus berjuang buat rebut kembali hati kamu ra.dan aku akan menebus semua kesalahan aku. aku janji akan membahagiakan kamu. ra please kasih aku kesempatan 1 kali lagi!? " pinta Miko memelas bersimpuh di kaki Jira


"Miko jangan gini, bangun" pinta Jira membawa Miko kembali untuk duduk di atas sofa.


"aku nggak mau sebelum kamu kasih aku kesempatan" kata Miko kekeh


"gini aja. untuk saat ini kita jalani aja dulu. kedepannya seperti apa biar tuhan yang mengatur semuanya. kalau memang jodoh pasti kita akan bersama" jelas Jira ragu


"nggak usah aku udah pesan taxi online. kamu istirahat aja.kan besok udah masuk kerja. aku pamit sama ibu dulu" terang Jira


...🍳🍳🍳🍳🍳...


sampai di kantor Jira mulai melakukan pekerjaan seperti biasa. namun sudah 1 jam Zafa belum juga datang. padahal biasanya Zafa tak pernah terlambat. ada rasa khawatir di hati Jira. tapi ia menepisnya dengan pikiran positif.


sampai jam makan siang Zafa yang ditunggu Jira tak kunjung menampakkan batang hidungnya. rasa cemas Jira mulai memuncak karena ponsel Zafa tak aktif saat dihubungi.


Jira segera turun kelantai bawah menuju meja resepsionis siapa tau Zafa sempat menitip pesan di sana.

__ADS_1


"maaf mbak Jira! tidak ada notif dari pak Zafa" kata salah satu resepsionis.


Jira tersenyum sekilas. "terimakasih mbak".


Jira mulai bingung.kemana lagi ia harus mencari Zafa. padahal nanti habis jam makan siang akan ada meeting dengan klien.


" mbak Jira" panggil satpam saat Jira tengah mondar-mandi di loby.


"ia, ada apa pak"? tanya Jira lembut


"mbak cari pak Zafa kan, tadi saya dengar di meja resepsionis" kata pak satpam


Jira mengangguk cepat.


"semalam pak Zafa pulangnya malam mbak.kayaknya beliau sakit soalnya wajahnya pucat. saya sempat papah beliau masuk mobil. yang antar beliau pulang semalam rekan saya" jelas pak satpam


"pulangnya kemana pak" tanya Jira cemas


"kalau nggak salah ke apartemen deh mbak. soalnya bapak nolak pulang kerumah".


" ok. makasih ya pak. saya permisi mau samperin Zafa" kata Jira buru-buru keluar dari gedung perusahaan mencari taxi.

__ADS_1


__ADS_2