
...sebelumnya aku ucapkan terimakasih buat yang sudah membaca novel pertama ku ini๐๐ tapi tolong tinggalkan jejaknya ya like ๐ dan komen *๐...
...terima kasih juga buat yang sudah kasih* like ๐ dan komennya ๐ . *sangat berarti buat aku karena merupakan semangat dari kalian semua untuk aku terus up date cerita tiap malam....
...maafkan Jika dalam ceritaku ini jika masih ada kekurangan dan salah kata atau salah ketik karena tak ada manusia yang sempurnaโบ๐๐*...
...๐ต๐ต๐ต๐ต๐ต...
Zafa menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya. "aku takut, cemas, khawatir bingung ah semua campur aduk.nafas ku seperti tersekat dadaku sakit, tubuhku lemas.aku menyesal mengantar kamu kesana!" jelas Zafa pada Jira.
"fa... apa kamu mau mendengar cerita?" tanya Jira memeluk erat pinggang Zafa.
"aku nggak maksa kamu buat cerita, tapi kalau kamu siap, aku akan mendengarnya" jawab Zafa menenangkan calon istrinya.
meski masih terasa berat dan terbayang,Jira mulai menceritakan kejadian dimana ia akan di lecehkan oleh Miko.dengan tubuh yang gemetar seakan masih merasakan kejadian yang mengerikan itu.Jira terus bercerita dengan berurai air mata.Zafa yang mendengarkan hanya mampu mengepalkan tangannya erat menahan amarah di dada. tapi darahnya mendidih karena tak sanggup menerima orang yang dicintainya diperlakukan sekejam itu.
untuk saat ini Zafa akan fokus pada kesembuhan Jira. dan pada pernikahan mereka yang pastinya harus di undur sampai keadaan calon istrinya membaik.
lelah bercerita dan menangis Zafa membaringkan Jira di atas bantal dan memperbaiki posisi tidur Jira. karena calon istrinya itu sudah tertidur lelep di dekapannya.
๐ฑbagaimana hasil penyelidikan...
๐ฑdia sudah memata-matai kalian dari beberapa minggu ini...
๐ฑlalu kemana dia setelah kejadian malam itu...
๐ฑdia kabur bos...
๐ฑkemana...
๐ฑentahlah, tapi sepertinya ada seseorang yang melindunginya...
๐ฑbaik, cari terus informasinya dan segera temukan bajingan itu...
__ADS_1
titah Zafa lewat telpon pada Toni. Zafa merasa geram dan kesal karena Miko berhasil kabur. tapi ia takkan melepaskan orang yang sudah melukai Jira bebas begitu saja.pastinya Zafa akan mencari orang itu sampai keujung dunia sekalipun. dan akan membalas perbuatan kejam dan keji itu dengan tangannya sendiri.
...๐๐๐๐๐...
kondisi Jira sudah membaik dan hanya perlu melakukan perawatan luar dari lukanya.Jira di perbolehkan untuk pulang.
hari ini Zafa membawa Jira pulang menuju griya tawang (pent house) yang sudah dibelinya 1 hari yang lalu.
"kita pulang kemana sayang?" tanya Jira merebahkan kepalanya di pundak Zafa tapi pandangannya mengarah ke luar jendela mobil memperhatikan jalan menuju arah pulang.
"kita pulang ke pent house. mulai sekarang kita tinggal disana! aku nggak akan ninggalin kamu lagi" jelas Zafa mengelus lengan Jira.
"tapi... "
"aku sengaja bawa kamu tinggal disana, karena akan jauh lebih aman kalau di apartemen. Miko tau alamat rumah aku dan juga apartemen.dia sering ngikutin kita jadi aku nggak mau dia datang lagi buat nyakitin kamu. dan disana pastinya akan lebih aman karena cuma kita yang bisa akses ke tingkat atas. aku juga udah tempatkan beberapa pengawal buat keamanan kamu" jelas Zafa panjang lebar karena tak mau kejadian malam itu terulang lagi.
Jira mengangguk setuju. karena baginya saat ini adalah menjauh dari Miko. sampai di satu gedung bertingkat. mereka menuju lantai tertinggi di gedung itu mengunakan lift pribadi.
"ini benaran kita tinggal disini?" tanya Jira senang tak percaya. matanya melihat setiap sudut ruangan. sesekali Jira berdecak kagum dengan interior ruangan tempat tinggal barunya itu. benar-benar luas pikir Jira. meski ia berjalan dengan sedikit menyeret kakinya yang masih sakit, tapi tak menghentikan Jira untuk berkeliling di sana.
Zafa tersenyum melihat Jira yang senang dan juga sudah mulai ceria karena selama di rumah sakit wanita itu lebih banyak diam dan murung. ia menghampiri calon istrinya dan memeluknya dari belakang.
"apa kamu suka?" tanya Zafa meletakkan dagunya dibahu Jira
Jira mengangguk dan tersenyum.
"apa kamu senang?" tanya Zafa lagi
dan Jira kembali menganggukkan kepalanya menikmati pemandangan kota yang indah siang itu.
"mulai sekarang pent house ini milik kamu. semua yang ada di sini milik kamu, karena pent house ini atas nama kamu" jelas Zafa yang terus mencium kepala Jira.
__ADS_1
"terima kasih" pinta Jira membalik tubuhnya dan memeluk Zafa
"ekhem... ekhem... " Toni datang membawa 2 pelayan dari rumah Farjana, dan seorang perawat dari rumah sakit.
"bos semuanya sudah saya persiapkan sesuai perintah" kata Toni
"bagus! kamu tunggu saya di ruang kerja" pinta Zafa. "sekarang kalian perkenalkan ini Jira calon istri saya, jadi saya harap kalian bisa membantu dan merawatnya disini" kata Zafa pada pelayan dan perawat.
"hai" sapa Jira.
"selamat sore bu, saya Dini, saya Ratih, dan saya Meri" kata mereka memperkenalkan diri secara bergantian.
"kalian boleh istirahat di kamar untuk menata barang-barang kalian" kata Zafa dingin pada pelayan dan perawat.
"kamu mau melihat kamar kita?" tanya Zafa yang berdiri di samping Jira
"boleh"!
karena letak kamar di pent house itu ada di lantai dua.dikarenakan kaki calon istrinya itu masih sakit dan sulit untuk berjalan.tanpa aba-aba Zafa mengendong Jira ala bridal dan Jira pun melingkarkan tangannya di leher Zafa.
selama menaiki tangga Zafa sesekali mencium lembut bibir manis calon istrinya itu. dan dibalas Jira senyuman malu dan pukulan manja di dada Zafa. tiba di dalam kamar Jira kembali terpana karena kamar mereka juga sangat luas.
paduan warna putih dan ungu merupakan warna yang sedang populer saat ini. Jira benar-benar suka. tempat tidur king size dan tv 40 inc tergantung di dinding langsung mengarah ke tempat tidur.
"ayo kita lihat ruang gantinya" ajak Zafa membawa Jira.sampai disana Jira sedikit bingung dengan ruangan persegi empat itu yang terdapat 3 lemari besar dan 1 meja rias yang tingginya mengalahkan Jira.
"ini apa? " tanya Jira bingung
Zafa membuka lemari itu dan menampilkan deretan baju wanita dan pria. "ini baju kamu dan aku, semua perlengkapan kita ada disini! mulai dari baju kantor, rumah, tidur pastinya dengan berbagai model. lalu sepatu, tas dan lain-lain" jelas Zafa "jadi kamu nggak perlu lagi ambil barang-barang kamu di rumah kontrakan! karena aku nggak akan biarkan kamu kesana lagi. itu menjadi sebuah penyesalan bagi aku" kata Zafa memeluk Jira.
"terima kasih, sekali lagi terima kasih" pinta Jira menangis.
__ADS_1
"apa pun akan aku lakukan dan akan aku berikan buat kamu" jelas Zafa mengusap air mata dari pipi Jira. "sekarang kita ke balkon" ajak Zafa
dari sana Jira juga bisa menikmati pemandangan kota dari atas. apalagi balkon itu sudah di dekor Zafa. menempatkan boyan gantung dan beberapa bunga serta pohon di sudut balkon persegi empat itu.