Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 74


__ADS_3

sudah 3 hari Jira dan Zafa berkeliling di dubai. hampir setiap destinasi wisata terkenal sudah mereka kunjungi. Jira juga tak lupa membeli beberapa oleh-oleh untuk mertuanya, bu Arsy dan anak-anak panti juga teman-teman kantornya.


pagi ini, sesuai jadwal yang sudah di atur Tristan mereka akan mengunjungi Dubai Miracle Garden.


sampai di sana mereka disuguhkan dengan pemandangan jutaan hamparan bunga. tapi ada juga bunga-bunga cantik dan unik berbentuk perahu, mobil, hingga pesawat berdiri di sana.


sesekali Jira meminta sang suami untuk memotret dirinya yang berdiri membelakangi taman bunga itu.


"sayang, ayok... aku mau foto disana" tunjuk Jira tak sabar pada rangkaian bunga berbentuk teddy bear.


Zafa menyusul istrinya yang sudah dulu darinya berlari menuju tempat yang ditunjuk.


"kamu kayak anak kecil pake lari segala" kata Zafa tersenyum.


"biarin! udah cepatan foto aku" rengek Jira yang sudah berpose.


Zafa mengarahkan ponselnya lalu mengambil foto Jira.


"satu lagi sayang" teriak Jira yang sudah berganti gaya.


Zafa menuruti permintaan istrinya itu. lalu ia datang menghampiri Jira memperlihatkan hasil jepretannya.


"bagus" kata Jira senang. "sekarang kita foto bareng" Jira meraih ponsel dari tangan Zafa, lalu mengarahkannya ke mereka. "ccchheerrss... "


Jira melihat hasil jepretannya, terlihat Zafa mengecup pipinya dari belakang dengan latar belakang rangkaian bunga.


"lagi" pinta Jira.


Zafa tak menolak ajakan istrinya itu. selama jalan-jalan Zafa memang menuruti semua keinginan Jira. apa pun itu selama Jira senang tak masalah buatnya. toh ini juga demi kesembuhan sang istri jika hatinya senang dan bahagia maka psikisnya juga akan membaik.

__ADS_1


puas berkeliling di taman bunga terbesar dunia. kini mereka sedang menikmati makan siang di salah satu restoran mewah Dubai. Pierchik merupakan restoran seafood ala mediterania menyuguhkan aneka masakan klasik mulai dari salmon organik saus parsnip sampai udang macan hitam. lalu hidangan penutup yang menggugah selera seperti pudding pisang dan es krim kacang.


mereka juga bisa menikmati pemandangan teluk arab garis pantai Dubai dan Palm Jumeirah.


Zafa dan Jira kembali melanjutkan perjalanan menuju Dubai Creek. menikmati sungai dengan naik abra (perahu) sambil menyusuri sungai mereka disuguhkan pemandangan kota Dubai yang sangat menakjubkan.


mereka mengabadikan setiap momen lewat vidio dan juga foto mesra mereka berdua. menikmati jalan-jalan dan liburan ini benar-benar membuat pikiran segar kembali dan bikin mood jadi lebih baik.


sore harinya mereka sudah kembali ke hotel. mereka menikmati sunset di Palm Jumeirah sekaligus menikmati makan malam mewah dan menatap pemandangan Palm Jumeirah saat malam hari.


sampai dikamar hotel Jira langsung berlari menuju kasur dan menghempaskan badannya disana merentangkan kedua tangan.


"hhhhaaahhh..... capek"


"tapi senang kan?" tanya Zafa menghimpit Jira


Jira mengangguk "besok kita kemana lagi?"


"hhmm... aku mau spa aja, capek soalnya udah 4 hari ini kita keliling dan jalan-jalan"


"hhmm... aku ikut kamu aja".


Jira mendorong dada suaminya " aku mandi dulu besok kita coba lagi ya" kata Jira merangkul leher Zafa.


Zafa menghembuskan nafas kasar "gih sana mandi dulu kata Zafa merebahkan tubuhnya di atas kasur"


"kamu nggak bersih-bersih" tanya Jira bangkit.


"nanti, habis kamu" jawab Zafab memainkan ponselnya.

__ADS_1


...🍂🍂🍂🍂🍂...


hari ini mereka memang sengaja bangun siang hari karena memang tak ada kegiatan jalan-jalan.mereka memilih memanjakan diri di sebuah spa dan rileksasi.setelah itu mereka pun berenang di kolam pribadi yang ada di tempat spa.


memang kegiatan mereka hari ini hanya bersantai dan memanjakan diri mengisi kembali tenaga yang sudah habis karena lelah mengelilingi wisata di Dubai.


Jira juga sempat pergi kesalon untuk menata rambutnya. memotong rambut dan memberikan sedikit sentuhan warna coklat di rambut hitam gelombangnya. entahlah Jira hanya ingin tampil beda. ia ingin memulai kehidupan barunya dengan tampilan baru pikirnya.


Zafa tak ikut menemani karena ia sedang melakukan meeting dadakan lewat VC di hotel.selesai dari salon Jira memilih singgah di salah satu mall membeli beberapa pakaian dan juga lingerie.


Jira ingin membuat malam ini benar-benar spesial untuk suaminya. karena sudah hampir seminggu disini Zafa hanya menemaninya jalan-jalan.oleh karena itu ia tak ingin liburan ini hanya sekedar jalan-jalan bagi Zafa.tapi juga minggu yang indah dan nikmat bagi suaminya.Jira sudah sangat yakin bahwa malam ini dirinya akan milik Zafa seutuhnya pikir Jira dengan hati yang mantap.


"sudah sore, waktunya pulang" gumam Jira keluar dari mall.


Jira keluar dari mall dan segera masuk kedalam mobil yang selalu setia menemaninya dan Zafa sejak kedatangan mereka di sini.


"langsung ke hotel nyonya" tanya supir itu yang kebetulan orang indonesia sengaja dipilih Tristan agar mereka mudah berkomunikasi.


"hhhmm... ia. sepertinya sudah tidak ada yang perlu dibeli lagi" kata Jira memeriksa kantong belanjanya.


sampai di hotel hari sudah mulai gelap. Jira langsung memesan makanan untuk makan malam mereka. karena Zafa masih tampak sibuk dengan laptopnya membahas beberapa pekerjaan dengan klien.


Jira lebih memilih makan terlebih dahulu karena perutnya sudah sangat lapar. sedangkan Zafa masih berdebat dengan laptopnya.


"sayang... aku mandi dulu" kata Jira meletakkan nampan berisi makanan untuk suaminya dimeja dekat Zafa. "dimakan ya".


Zafa tersenyum " terimakasih".


karena perutnya juga sudah minta di isi. Zafa akhirnya menikmati makan malamnya sambil melakukan meeting di depan laptop. tak terasa waktu pun sudah setengah 9 malam.

__ADS_1


sedangkan Jira yang sudah selesai dengan ritual mandinya keluar mengenakan lingerie yang dibelinya tadi juga tak lupa memamerkan rambut barunya.


"baik, meeting nya kita akhiri karena sudah malam dan saya juga perlu istirahat" kata Zafa menyudahi rapatnya saat melihat penampilan istrinya malam ini.dalam balutan lingerie merah maroon lalu rambut segi layer berwarna coklat yang digerai nya membuat Zafa menyadari penampilan baru istrinya sangat cantik.


__ADS_2