
"Tris gimana perkembangan pencarian lo itu" tanya Zafa yang sibuk dimeja kerjanya.
"sedikit lagi bos, gue masih kumpulin beberapa informasi" jelas Tristan sibuk dengan laptopnya
"lo gimana sih, gue laporin papa ya kerjaannya main-main" ancam Zafa
"duh bos, kerjaan gue banyak kali. belum lagi ngikutin agenda lo yang super sibuk, capek gue" keluh Tristan menyandar disofa
"ya terus solusi lo gimana, gue nggak mau ya papa marah lagi kayak waktu itu" kata Zafa mengingatkan.
Tristan menghembuskan nafas kasar "mending lo cari sekretaris deh bos, biar kerjaan gue bisa fokus cari itu informasi" saran Tristan
Zafa bangkit dari kursi kerjanya menghampiri Tristan
"lo benar juga, ya udah tugas lo cari sekretaris buat gue" Titah Zafa tersenyum senang
"lah kok gue,kerjaan gue aja nggak beres-beres, lo malah nambahin" gerutu Tristan kesal
"ia makanya, semakin cepat gue punya sekretaris, maka semakin cepat juga tugas lo menjadi ringan"
"tau ah, gue pusing" kesal Tristan meninggalkan Zafa
*ruang divisi disain*
__ADS_1
"pak Tristan ngapain kesini? " tanya Lila heran
"gue lagi pusing, boleh minta kopi sama cemilan nggak? " tanya Tristan mendudukkan diri di kursi. balik dari ruangan Zafa Tristan lebih memilih kelantai bawah tepatnya keruangan divisi disain karena menurut Tristan di sana lebih santai dan ia bisa melepas penat sementara.
"kok sepi, pada kemana? " tanya Tristan menelisik ruangan
"kak Jira sama mas andika pergi meeting habis makan siang, nah kalau mbak siska izin sakit" terang Banyu
"O" Tristan membulatkan mulutnya
"ini kopi sama camilannya" sodor Lila
"makasih" Tristan mulai menyeruput kopi
"pak Tristan, saya boleh tanya nggak? " tanya Banyu memberanikan diri
"pak Zafa itu udah punya pacar belum? "
"kenapa, lo suka sama dia? " goda Tristan
Banyu menggeleng cepat "bukan, tapi miss Jira" jelas Banyu berbisik
Tristan mengerutkan dahinya "maksud lo Jira suka sama Zafa gitu? " tanya Tristan memastikan
__ADS_1
"gini pak Tristan kita nggak tau pasti kak Jira suka atau nggak sama pak Zafa, tapi yang jelas dia punya rasa gitu sama pak Zafa. tapi katanya kak Jira nggak mau main perasaan sama pak Zafa takut nanti dia patah hati, soalnya kan pak Zafa tertutup banget sama cewek" jelas Lila panjang lebar
Tristan tampak berfikir, namum sebuah ide muncul dikepalanya. "gimana kalau kita bikin mereka tambah dekat" ide Tristan
"maksud pak Tristan" tanya Banyu
"kalian serahin sama gue" kata Tristan yakin
"tapi apa pak Tristan yakin kalau pak Zafa juga punya rasa sama kak Jira, kita takut nantinya kak Jira benaran patah hati lo" tanya Lila memastikan
"udah percaya sama gue! gue kenal Zafa dan gue yakin mereka pasti saling suka cuman pada gengsi aja buat akui perasaan masing-masing. makasih ya berkat kalian gue dapat ide cemerlang biar kerjaan gue ada yang gantiin jadi gue nggak perlu capek-capek urus Zafa" terang Tristan tersenyum penuh arti
"maksudnya" tanya Lila dan Banyu berbarengan
"udah gue cabut dulu, makasih kopi dan camilannya" pamit Tristan meninggalkan Lila dan Banyu yang masih tampak bingung
like dan komen donk...
👍👍🖊🖊🙏🙏
terima kasih buat yang sudah kasih like nya. sebuah mood booster aku.
aku makin semangat buat up date novel ini
__ADS_1
semoga novel ini mendapat tempat di hati para pembaca 🙏💓
terima kasih