Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 48


__ADS_3

Jira menghembuskan nafas. "kalau gitu aku ke mall bawah dulu buat beli baju ganti sama perlengkapan mandi" Jira mengalah


"aku temani"


"nggak usah, kamu istirahat aja! kan habis minum obat. panasnya juga belum turun" larang Jira


"pokoknya aku ikut" kekeh Zafa berdiri menarik Jira


"ok, tapi kamu ganti baju dulu, ini baju kantor dari kemaren. sana cuci muka dulu biar segar! aku tunggu" titah Jira melihat penampilan Zafa yang acak-acakan.


"tapi di tunggu ya, jangan pergi" pinta Zafa karena takut ditinggal.


Jira mengangguk dan mendorong Zafa agar pergi kekamar untuk bersih-bersih dan berganti pakaian.


5 menit Zafa keluar dari kamar memakai sweter hitam dan celana cargo pendek warna putih.


"ayok" ajak Zafa


mereka turun kelantai 3 menggunakan lift.memang gedung apartemen Zafa memiliki fasilitas lengkap mulai dari mall, kasino, club, tempat olah raga bahkan juga sekolah.


"kok kamu tau password apartemen aku? " tanya Zafa saat mereka sudah mulai memasuki mall


"aku sempat lihat pas kamu buka pintu saat datang bareng kamu" jelas Jira mulai memilih-milih pakaian


"kamu ngintip" tuduh Zafa asal


"enak aja, aku nggak sengaja lihat ya, karena daya ingat aku kuat makanya aku ingat" kata Jira tak mau di tuduh


"hahahaha... aku cuma becanda" goda Zafa


Zafa dan Jira terus berkeliling mencari beberapa kebutuhan yang dirasa perlu. Zafa juga tak melepaskan rangkulannya dari pinggang Jira. setelah apa yang di carinya dapat Jira mengajak Zafa membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam.


"udah sayang" tanya Zafa


"hhmm...?" Jira menatap Zafa penuh tanya


"belanjanya udah...?" ulang Zafa bertanya


"bukan itu maksud aku,tadi kamu bilang apa?" goda Jira


"yang mana? " tanya Zafa balik


"iiihh... itu tadi kamu panggil aku apa? " rengek Jira tak sabar


"apa emang?" Zafa pura-pura nggak tau

__ADS_1


"nggak jadi! aku mau kekasir dulu" kesal Jira meninggalkan Zafa


"sayang tunggu aku dong" panggil Zafa mengejar Jira


"apa?" tanya Jira kesal


Zafa menghadap Jira dan menggenggam kedua tangannya. "tadi aku panggil kamu sayang, emang kamu nggak dengar? " tanya Zafa lembut


Jira tertunduk malu menyembunyikan senyum diwajahnya. pipinya merah merona. rasanya hati Jira saat ini seperti taman bunga yang dihinggapi oleh ribuan kupu-kupu.


Zafa mengangkat dagu Jira. "kenapa? kamu nggak suka?".


Jira hanya mengangguk dan masih tersipu malu."suka" jawab Jira.


Zafa mengulas senyum di wajahnya. membawa Jira kedalam pelukannya. "ternyata calon istri aku malu" goda Zafa


"iihh... Zafa" rengek Jira memukul dada bidang Zafa.


"hahaha... yuk kita kekasir" ajak Zafa masih tertawa


"jangan diledekin" kesal Jira manja


"nggak" kata Zafa berusaha menahan tawanya.


beberapa saat antri di kasir. giliran mereka pun tiba.setelah membayar belanjaan.Zafa menenteng semua barang belanjaan mereka menuju apartemen.


"hhmm... ok aku bantu beres-beres bahan masakan ini. aku tarok kulkas" kata Zafa


15 menit Jira sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian. Jira memilih mengunakan piyama lengan pendek dan celana panjang. lalu ia kembali menuju dapur untuk segera memasak makan malam.


"kamu mau makan apa malam ini" tanya Jira yang sedang mengikat celemek di pinggang.


"apa aja aku suka kalau kamu yang masak" jelas Zafa yang sudah duduk di meja dapur.


"hhmm... ok. aku sengaja masak karena kamu lagi demam. biar makanannya lebih higenis. " jelas Jira mulai menyiapkan bahan makanan.


"emang nggak salah aku pilih calon istri, perhatian banget sih" puji Zafa. "aku bantu ya".


" nggak usah, kamu duduk aja" tolak Jira lembut


30 menit Jira sudah selesai dengan masakannya. Jira dibantu Zafa menata beberapa makanan di atas meja makan.


"hhuummm... wangi" kata Zafa mencium aroma masakan Jira. "aku jadi makin lapar" sambung Zafa


"ini makanannya" kata Jira memberikan piring yang sudah di isi nasi dan hasil masakannya pada Zafa.

__ADS_1


"makasih sayang" pinta Zafa senang dilayani sepenuh hati oleh Jira.


"ia! makan yang banyak, biar cepat sembuh" balas Jira yang juga ikut menemani Zafa makan malam.


setelah makan malam dan membereskan piring kotor jira menyusul Zafa yang sedang bersantai di ruang kelurga menonton film action.


"tadi aku udah telpon mama sama papa, katanya mereka akan pulang 2 hari lagi" kata Zafa mengelus rambut panjang Jira


"besok aku juga akan telpon ibu dan juga uncle jhon. tapi aku nggak yakin uncle jhon bisa di hubungi, karena beberapa bulan ini nomornya nggak aktif terus" jelas Jira


"nggak apa-apa nanti kita kepanti sama mama papa aku. buat lamar kamu dan minta restu sama ibu" kata Zafa.


"hhmm... "angguk Jira. " udah malam istirahat yuk, kamu masih demam loh, masih panas ini" kata Jira khawatir menempelkan telapak tangannya di kening Zafa mengecek suhu tubuh calon suaminya.


"kamu masuk duluan kekamar aku. biar aku tidur dikamar sebelah" titah Zafa


sampai dikamar Zafa Jira langsung merebahkan dirinya di atas kasur berukuran king size itu. namun tiba-tiba Zafa juga ikut merebahkan dirinya di samping Jira yang sudah terlentang.


"eh kamu tidur disini" tanya Jira kembali menegakkan tubuhnya.


Zafa mengangguk "ini kamarku" jawabnya santai.


Jira langsung berdiri dari tempat tidur "kalau begitu aku pindah ke kamar sebelah".


namun dengan cepat Zafa menarik tangan Jira. merangkul dan memeluk tubuh gadis itu berbaring di dada bidangnya.


" sssuutt...kita cuma tidur" kata Zafa dengan mata yang sudah terpejam lalu mengeratkan pelukannya pada Jira membuat tubuh mereka saling menempel satu sama lain.


"iiihh... Zafa udah sana" kesal Jira berusaha melepaskan diri dari pelukan Zafa. "tadi katanya tidur terpi...


belum sempat Jira menyelesaikan ucapan. mulutnya sudah dibungkam oleh bibir Zafa dengan lembut. Zafa menghisap kecil bibir Jira. membuat gadis cantik itu terdiam membulatkan matanya.Zafa memasukkan l***hnya menjelajahi isi mulut Jira dan memberikan h***pan kecil di l***h Jira. membuat Jira mulai memejamkan mata menikmati sensasi itu.


Zafa mengakhiri panggutan nya sebelum ia semakin jauh. lalu menyatukan kening mereka.


"kalau kamu masih belum tidur, jangan salahkan aku apa yang terjadi setelah ini" ancam Zafa berbisik


Jira memilih diam lalu membalik tubuhnya membelakangi Zafa. ia tak mau kalau sampai Zafa mendengar detak jantungnya yang tak karuan.jangan lupakan rona wajah Jira yang seperti kepiting rebus. pipinya juga terasa panas saat jira memegang bibirnya mengingat ciuman tadi.


"tidur" kata Zafa di balik punggung Jira


Jira memejamkan matanya. entah kenapa hangat dalam pelukan Zafa terasa nyaman membuat Jira terlelap dengan mudahnya.


karena lulus review awalπŸ˜†πŸ₯³. aku mulai nulis 1 bab 1000 kata.


jadi mohon dukungannya ya.. πŸ™

__ADS_1


likeπŸ‘ dan komen πŸ–Š


terima kasih 😍πŸ₯°πŸ˜˜πŸ€©


__ADS_2