
"Bagaimana hasilnya Jhon?" tanya Gumalang. Mereka sedang berada di ruang kerja Gumalang saat ini.
Jhoni menghembuskan nafas. "Kecurigaan kita selama ini benar tuan, dan juga apa yang di bilang Zen selama ini benar. Kalau Reza sengaja meracuni makanan untuk Vinka, adik anda dan juga istri saya," jelas Jhoni.
Gumalang mengusap wajah lalu menghembuskan nafas panjang.
"Kenapa butuh waktu lama untuk mengungkapnya?" tanya Zen yang tiba-tiba masuk. Mungkin saja ia sudah menguping sejak tadi dari balik pintu.
"Hormati dia Zen, dia ayah mu", kata Gumalang
"Dia bukan ayah ku sejak ibu ku meningal," bantah Zen
"ZEN" hardik Gumalang. "Sebaiknya kau jangan ikut campur, cukup! lebih baik kau lanjutkan pendidikan mu ke jenjang fakultas di luar negri."
"Tidak! aku akan tetap di sini menjaga Putri. Jika kau ingin aku kuliah, aku akan kuliah di sini!" tolak Zen tegas.
Zen dengan kecerdasannya mampu lulus SMA saat usianya 15 tahun. Di rumah ia juga sudah mulai belajar tentang dunia bisnis, di tambah dengan didikan sang ayah tentang mempelajari sifat-sifat musuh, bahkan Zen juga sudah menguasai beberapa ilmu bela diri. Ia juga jago memainkan berbagai macam jenis senjata api.
"Baik lah, tapi tolong hargai ayah mu," pinta Gumalang melunak.
Zen hanya tersenyum sini.
"Setelah kau lulus kuliah kau akan mewarisi harta ku Zen, sebelum Putri dewasa kau yang akan mengurus perusahaan," putus Gumalang.
"Saya tidak tertarik dengan harta anda tuan.Harta terkutuk itu yang sudah membunuh ibu ku dan mungkin juga nanti adik ku," tolak Zen tak suka.
"Cukup Zen! cukup kau bersikap seolah-olah kau yang paling kehilangan. Aku ini juga kakaknya dan Putri anakku, dan kau keponakan ku, aku paman mu Zen," Gumalang terbawa emosi.
"Jika kau paman ku, maka kau akan mendengarkan ucapan ku dan tidak akan membiarkan ibu ku pergi. Dan bahkan anak buah terhebat kau ini membutuhkan waktu lama untuk membuktikan ucapan ku benar," tunjuk Zen berang mengarah pada ayahnya yang tertunduk.
"Aku mengikuti semua kemauan mu mulai dari sekolah dan belajar tentang dunia mu, tapi jangan halangi aku untuk manjadi benteng yang kokoh untuk adik ku, karena aku bukan kalian yang hanya duduk manis memberi perintah," tekan Zen tegas dan menantang lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu dengan membanting pintu.
Gumalang menarik nafas dan menghembuskan nya.Ia berdiri di depan jendela menatap ke arah luar melihat kepergian Zen dengan sepeda motor sportnya.
"Maafkan saya tuan," tunduk Jhoni merasa bersalah.
Gumalang menggeleng "Bukan salah mu Jhon.Ini memang salahku! seandainya malam itu aku percaya pada apa yang di bilang Zen,bahwa Reza memiliki niat yang jahat, pasti Vinka masih hidup dan Zen tidak akan bersikap seperti ini," sesal Gumalang
__ADS_1
"Semua sudah terjadi tuan, penyesalan tidak akan ada artinya."
Gumalang mengangguk "Lalu bagaimana hasilnya?"
"Dugaan anda benar tuan, ibu tiri anda memang sudah hamil anak orang lain sebelum menikah dengan ayah anda."
Gumalang menyunggingkan sudut bibirnya "Ibu dan anak sama-sama licik. Pertama ibunya membunuh ayah ku, lalu anaknya membunuh adik ku.Setelah ini dia pasti akan membunuh ku dan... "
" Nona Putri tuan," sambung Jhoni
Gumalang tertunduk "Anak itu benar Jhon, dia sudah mengetahui segalanya, tapi kita mengacuhkannya.aakkhh... aku bersalah padanya Jhon. pantas dia sangat marah dan kecewa pada kita lalu memilih melindungi adiknya sendiri."
Gumalang duduk di bangku kebesarannya. "Siap kan surat wasiat ku Jhon, bahwa semua harta akan jatuh ke tangan Putri. Aku tidak akan memberikan bajingan itu satu persen pun," titah Gumalang mengepal kuat jarinya.
"Bukan kah itu akan membahayakan nona Putri tuan?"
"Untuk sementara jangan beritahu siapapun bahwa surat wasiat sudah di ubah. Bahkan dewan direksi dan juga para pemegang saham sekalipun.Kau pasti bisa mengurusnya kan Jhon?" harap Gumalang.
"Baik tuan"
"Jika sesuatu hal terjadi pada ku Jhon, apapun itu bantulah Zen untuk terus menjaga dan melindungi Putri. Sampai ia tumbuh dewasa dan rebut kembali milik kita."
"Kemana anak itu pergi Jhon?"
"Dia pastinya pergi menjemput nona Putri pulang sekolah tuan."
Gumalang mengangguk "Ayo kita berangkat kekantor."
🛑 SEKOLAH
"MENJAUH DARINYA," teriak Zen saat turun dari motor.
"hah... malaikat penjaga sudah datang," kata Reza tersenyum mengejek.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zen menantang.
"hey... tenanglah, aku kesini ingin menjemput keponakan ku! Putri cantik mau ikut uncle Reza kan?"
__ADS_1
"Putri akan pulang dengan Zen saja," jawab Putri kecil yang sudah berusia 10 tahun.
Zen tersenyum penuh kemenangan. "Kau dengarkan, jadi sebaiknya kau pergi dari sini," usir Zen geram.
Reza akhirnya mengalah ia tak bisa memaksa Putri untuk ikut pulang bersamanya. Pasti anak buah Jhoni yang lainnya berada di sekitar mereka. Ia memilih pergi dari sana masuk ke dalam mobil dengan menatap tajam ke arah Zen.
"Ayo nona Putri kita pulang," ajak Zen
"Bisa kita bermain di taman dulu?aku bosan di rumah," tanya Putri dengan tatapan memelas.
Zen tersenyum lembut lalu mengangkat Putri kedalam gendongannya. "Baik lah,permintaan mu adalah perintah nona."
"Asik.. ye... boleh nanti kita makan es krim Zen?"
"Tentu, ayo kita berangkat!"
"Apa kita naik kuda besi?"
"Zen mengangguk "Sesuai pesanan nona."
"yeay... kau memang yang terbaik Zen," kata Putri senang merangkul leher Zen.
Mereka berangkat menuju satu taman kota. Di sana Putri bebas bermain sesuka hatinya,apa pun yang di mintanya pasti Zen akan memberikan.Meski Zen dingin dan datar, tapi ia akan bersikap lembut dan ceria bersama Putri.
"hhhaa..... kau tertangkap nona Putri." Zen tiba-tiba muncul dari balik bonsai besar mengejutkan Putri. ia,mereka sedang bermain kejar-kejaran.
"yyaa... aku kalah lagi," rengek Putri memelas.
"Maaf tuan muda, ini sudah lewat jam makan siang, sebaiknya kita pulang," saran salah satu pengawal mereka.
"Nona Putri, ayo kita pulang, pasti bibi Hani sudah menunggu," bujuk Zen pada gadis kecil itu yang sepertinya masih ingin bermain.
"Aku lapar" rengek nya.
"hhmm... baik lah kita makan dulu setelah itu kita pulang."
Putri mengangguk. "Makan ayam krispi."
__ADS_1
Zen membawa Jira kedalam gendongannya. Kali ini mereka akan berangkat menuju satu restoran cepat saji menggunakan mobil yang dibawa oleh anak buah Jhoni yang sedang mengawasi mereka.