Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 18


__ADS_3

"loh mas kok dibatalin sih pesanan saya" rengek Jira menelpon ojek online yang dipesannya tadi.


📱bla... bla... bla...


"tapi mas... " ucap Jira terpotong karena sambungan telpon terputus."ah sial, terus gue pulang sama apa dong" gumam Jira menghentak hentakan kakinya. "aaaww... iiiisss... mana kaki gue saki banget lagi" ringis Jira.


tin.. tin...


"ayo saya antar kamu pulang" kata Zafa dari dalam mobil


Jira langsung masuk kedalam mobil Zafa karena memang ia sangat membutuhkan sebuah tumpangan


"kakinya kenapa" tanya Zafa dingin


"ah, ini sepertinya terkilir" jawab Jira memegang kakinya yang membengkak


"kita kerumah sakit" ajak Zafa datar


Jira menggeleng "tidak perlu pak saya hanya mau pulang" jelas Jira


namum Zafa tak bergeming ia hanya diam mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

__ADS_1


sampai di rumah sakit hujan semkin deras. Jira memutuskan untuk turun sendiri. tapi karena kakinya yang semakin bengkak dan lebam membuatnya jatuh saat keluar dari mobil Zafa.


"aawww..." ringis Jira.


dengan terpaksa Zafa keluar dari balik kemudi membantu Jira masuk kerumah sakit. membimbing gadis cantik itu dibawah derasnya hujan.


30 menit kaki Jira sudah di balut perban khusus untuk kaki terkilir. hujan sudah mulai reda dan Zafa kembali membimbing Jira masuk kedalam Mobil


"masuk dulu pak" ajak Jira saat sampai di rumah kontrakannya. "saya bikinin teh angat dulu biar nggak masuk angin soalnya baju bapak basah".


Zafa memutuskan masuk karena ia memang merasa mulai kedinginan menggunakan kemeja dan celana yang basah


Jira juga menyuguhkan teh jahe untuk Zafa agar bos nya itu nanti tak masuk angin. Jira masuk kekamar menganti bajunya yang juga basah.


gadis itu semakin terlihat cantik setelah membersihkan diri. cantiknya lebih natural


"pak, bapak bisa ganti dulu kemejanya sama dalaman" kata Jira menyodorkan baju dan boxer hitam milik Zafa yang sempat ia pakai dulu.


Zafa tampak ragu


"bapak tenang aja, ini sudah saya cuci dan saya orangnya bersih saya jamin saya nggak punya penyakit kulit atau penyakit yang bisa menular" terang Jira

__ADS_1


akhirnya Zafa menerima kemeja yang diberikan Jira. lalu ia melangkah menuju kamar Jira dan berganti pakaian di sana.


ceklek...Zafa keluar dari kamar Jira.


"ah... sudah selesai? baju basahnya ditinggal saja pak, biar saya cuci. dan terima kasih sudah mengantar dan membantu saya" kata Jira tersenyum tulus pada Zafa


ah... Zafa dibuat meleleh dengan senyuman manis itu.


"ehem..." Zafa berdehem menyadarkan dirinya sendiri.


"baik kalau begitu saya pulang dulu" jawab Zafa datar dan langsung keluar menuju mobilnya.


*dirumah Zafa*


Zafa sudah berada di kamarnya, ia masuk kemar mandi untuk membersihkan diri. namun saat membuka baju dan celana Zafa teringat bahwa dalaman dan baju yang dipakainya sudah di pakai Jira. berarti gadis itu tau dong kira-kira seberapa besar ukuran milik Zafa.


dan sialnya lagi milik Zafa mulai menegang kala teringat Jira saat memakai baju kemejanya yang transparan menampakkan pucuk gunung Jira yang tak memakai penghalang saat di kantor.


"aarrrggghhh...." geram Zafa mengacak-acak rambutnya frustasi. terpaksa ia harus berendam dan bermain solo sambil membayangkan Jira.


apa? membayangkan Jira Zafa menggelengkan kepalanya cepat.

__ADS_1


apa Zafa sudah mulai tertarik dengan Jira...?


hhhmm... kita lihat sekuat apa hati Zafa menolak pesona Jira


__ADS_2