
disaat Jira dan Zafa sedang menikmati wisata di negara yang menghasilkan minyak bumi itu. kini Miko sedang berada di suatu tempat bersama beberapa orang.
"jadi kau yang memberikan sampel untuk tes DNA itu? tanya pria tua yang sedang menghisap cerutunya sambil mengangkat sebelah kakinya bertumpu di atas lutut kaki sebelahnya lagi.
"ia tuan" jawab Miko sedikit menundukkan kepala.
pria tua itu menyunggingkan sudut bibir nya. "lalu imbalan apa yang akan kau minta saat kau menunjukkan orangnya padaku?"
"saya minta satu perusahaan dan sahamnya atas nama saya dan milik saya sendiri tidak di bawah naungan perusahaan anda.lalu saya mau sebuah rumah mewah lengkap dengan isinya dan juga beberapa mobil atas nama saya.saya juga mau anda membiayai kuliah adik saya sampai lulus di salah satu universitas terbaik di luar negri. terakhir, baik saya dan anda sudah tidak ada hubungan lagi setelah saya memberitahukan siapa orang yang memiliki sempel DNA itu" jelas Miko panjang lebar.
"hahahaha... " tawa pria tua itu menggema "sungguh berani sekali kau anak muda. kalau saya tidak menyanggupinya bagaimana?" tanya pria itu memajukan wajahnya pada Miko.
"saya akan memberikan anda waktu 1 bulan untuk berfikir dan menyiapkan semua yang sudah saya minta. Jika memang anda tak memenuhi permintaan saya, maka anda akan kehilangan orang yang selama ini anda cari" jawab Miko menantang.
"cih... kau benar-benar menguji kesabaran ku" kesal pria tua itu melempar rokoknya ke sembarang arah.
"semua permintaan saya itu hanya sebagian kecil dari yang akan anda dapatkan Jika saya memberitahukan keberadaan orang itu" jawab Miko yakin.
pria tua itu tampak berfikir. "baik sesuai permintaan, akan saya siapkan.tapi selama 1 bulan ini kau masih akan dalam pengawasan anak buah ku" terang pria tua itu menyanggupi permintaan Miko.
Miko mengangkat bahunya "saya tidak akan lari kemana tuan, selama bisnis ini menguntungkan" jawab Miko santai.
⏪ flash back ⏩
"aaaarrrggghhh.... " erang Miko memegang barangnya yang masih terasa sakit. "sial dia berhasil kabur"
__ADS_1
Miko mencoba untuk berdiri. meski masih sakit ia kembali masuk kedalam kamar Jira mengambil bajunya yang sudah dibuka tadi lalu memakinya kembali.
"lihat saja nanti lo akan gue dapatkan kembali apa pun caranya" gumam Miko berjalan kearah pintu.
ia membuka pintu yang dikuncinya tadi "gue harus buru-buru pergi sebelum ada orang yang melihat atau nanti gue ditangkap polisi" kata Miko bergegas keluar.
hanya beberapa langkah dari rumah Jira, Miko kembali berlari masuk kedalam rumah itu.dan ia menyunggingkan sebuah senyuman.
"gue akan membawa darah dan rambut lo ini untuk dijadikan bukti cerita gue pada mereka" gumam Miko memilih helaian rambut Jira yang rontok di atas lantai, serta darah Jira yang berceceran di dekat jendela.
🛑 1 minggu kemudian 🛑
"saya kesini ingin bertemu dengan Reza Ariandra" kata Miko di sebuah lobby perusahaan.
"maaf pak, anda sudah berkali-kali kami tolak tapi anda masih saja tetap datang kesini" kata resepsionis
"sudah saya bilang beliau tidak mau bertemu dengan anda, apalagi beliau tidak mengenal anda" jelas wanita yang berdiri di balik meja.
"bilang padanya kalau dia akan rugi besar jika menolak saya" teriak Miko.
"ada apa ini? siapa dia?" tanya seorang pemuda yang baru sampai di gedung perusahaan itu.
"ini pak, dia ini sering datang kesini ingin bertemu Presdir" jelas satpam yang akan membawa Miko keluar.
Pemuda itu menatap Miko dari ujung kaki hingga kepala.penampilan yang kacau dan berantakan. tapi ia berani ingin menemui presdir.
__ADS_1
"ada urusan apa?" tanya pemuda itu
"saya kesini ingin bertemu bos besar kalian, ingin menyampaikan sesuatu yang pastinya sangat berharga" kata Miko
Pemuda gagah dan rapi dengan stelan kantornya itu berfikir sejenak. "ikut keruangan saya" ajaknya lalu ia segera berjalan menuju lift dan di ikuti Miko.
"untuk apa kau ingin menemui ayah ku?" tanya pemuda itu saat mereka sudah di ruang kerjanya.
"saya kesini ingin memberikan informasi tentang orang yang sedang kalian cari" jawab Miko
"apa kau yakin?" tanyanya lagi mengerutkan dahi tak percaya.
Miko memberikan rambut dan sedikit darah yang sempat di ambilnya malam itu "Jika kau tak percaya , kau bisa lakukan tes DNA pada sampel ini"
pemuda itu tampak berfikir "baik, saya akan melakukannya sambil menunggu ayah saya pulang dari luar negri".
" silahkan, yang pasti saat hasilnya keluar hubungi saya. agar kita bisa melakukan sedikit perjanjian sebelum kau mendapatkan orangnya" kata Miko santai.
"hhhmmm... siapa nama mu?"
"panggil Miko".
" saya Moses, Moses Ariandra. sembari menunggu hasil tes keluar dan menunggu kepulangan ayah saya, kau akan di awasi oleh anak buah ku. jaga-jaga kalau kau ini nantinya mempermainkan kami" ancam Moses.
"tidak masalah, kalau begitu saya pergi" kata Miko meninggalkan ruang kerja Moses.
__ADS_1
Moses sendiri tersenyum senang menatap sempel yang diberikan Miko tadi. ia ingin segera melakukan tes DNA apakah informasi yang dikatakan Miko benar adanya. kalau hasil tes itu akurat maka selangkah lagi ia dan sang ayah akan mendapatkan seluruh harta yang selama ini mereka incar.
⏪ flash back off ⏩