Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 29


__ADS_3

"alasan lo suka sama dia apa, bajingan kayak gitu" umpat Zafa kesal


"dulu itu miko anaknya baik, gue sering di ajak kerumahnya dan gue dekat sama mamanya. udah gue anggap kayak mama sendiri, makanya sekarang gue suka bantu kasih uang buat mamanya karena miko sekarang udah berubah, udah nggak sayang keluarga lagi. ya itung-itung gue bantu orang susah lah" jelas Jira


"kenapa miko suka peras dan ngancem lo" tanya Zafa kepo. karena memang selama ini pertanyaan itu selalu menganggu pikirannya


"adalah nanti kapan-kapan gue cerita sama lo, yang penting buat gue selama gue aman itu udah cukup"


"wah... wah... enak nih makan disini" kata Miko yang datang tiba-tiba


"Miko" pekik Jira kaget. "ngapain lo disini? "


"gue mau ikut makan" jawab Miko santai tanpa peduli pada Zafa


"mending lo pergi dari sini" usir Jira mendorong Miko


"nggak" balas Miko mendorong Jira balik. Jira terhuyung kebelakang tapi berhasil ditangkap Zafa


"jangan kasar sama cewek" geram Zafa


"kenapa sih lo suka ikut campur urusan gue sama dia" tanya Miko memegang krah baju Zafa


"udah Miko please lepasin" lerai Jira. "lo datang pasti mau uangkan? " tebak Jira yakin. "nanti gue transfer tapi lo pergi dari sini" usir Jira

__ADS_1


"nah gitu dong. 10 juta" kata miko santai " gue cabut karena yang gue mau udah dapat.meski perut gue lapar tapi gue udah nggak selera" kata Miko menantang Zafa. "gue pergi jangan lupa taransfer" pamit miko membelai pipi Jira namun langsung ditepis oleh Jira.


"sorry ya Fa" pinta Jira merasa bersalah pada Zafa


"laporin polisi aja tu bajingan" geram Zafa


Jira menggeleng "nggak perlu gue masih bisa atasi dia, udah lanjut makannya. habis ini kita balik soalnya gue udah dikasih kerjaan sama Tristan".


...🌰🌰🌰🌰🌰...


usai makan malam keluarga Farjana tengah santai di ruang keluarga sambil menonton film


"kamu jadi berangkat besok Tris? " tanya Zavier


"berapa lama sayang? " tanya fanya


"3 bulan mam.tapi bisa cepat, bisa lama juga"


"yyaahh... mama kesepian dong! " rengek Fanya sedih


"kan ada Zafa mam" jelas Tristan


"kamu kan tau kakak kamu itu super sibuk. lagian dia mana mau nemanin mama kalau mama bawa kemana-mana. nggak kayak kamu selalu punya waktu buat mama" kata Fanya menyindir Zafa yang sibuk dengan ponselnya

__ADS_1


"apaan sih mah, kan aku emang banyak kerjaan. lagian nggak mungkin lah aku nemanin mama ikut arisan" timpal Zafa kesal


"tuh kamu dengar sendiri kan Tris, makanya mama suka pulang ke inggris kalau nggak ada kamu" rajuk Fanya pada Tristan


"udah mama sabar aja, ntar lagi juga mau punya mantu. eh tapi mama juga bisa ajak Jira jalan-jalan loh, sekalian dekatin calon mantunya, bujuk gitu biar mau sama anak mama yang ono" saran Tristan sambil menggoda Zafa


"ide kamu bagus juga, besok week and mama ajak Jira jalan deh" kata Fanya senang


"anak mama aku apa Tristan sih? tapi pantas ya Tristan jadi anak mama. kalian berdua cocok" gerutu Zafa kesal


"kamu memang anak mama tapi kamu itu cuek sama mama,kamu lebih kayak papa.Tristan juga anak mama, tapi yang ini lebih pengertian sama mama kayak klop aja gitu sama Tristan" puji Fanya


"udah jangan pada ribut.kalian itu ibu sama anak masak berantem kayak anak-anak" relai Zavier.


"kamu berangkat sama siapa Tris"


"aku berangkat sama beberapa anak buah aku pa, di kantor aku udah tempatin Toni buat jaga-jaga kalau Zafa butuh apa-apa" Jelas Tristan


"Jira gimana? dia marah nggak sama keputusan papa? "


"awalnya sih emang dia marah besar, tapi setelah aku jelasin alasannya Jira setuju"


"syukur lah, awalnya mama juga pikir gitu, Jira pasti nolak. tapi semoga ya mereka dekat" doa Fanya

__ADS_1


Tristan mengangguk "makanya mama juga dekatin Jira biar dia mau jadi mantu mama, terus juga tuh bilang sama Zafa buka hati buat Jira supaya mama cepat punya mantu terus punya cucu" goda Tristan melirik Zafa yang tampak semakin kesal


__ADS_2