Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 27


__ADS_3

"nggak bisa, gue tetap nggak mau. lo cari aja sekretaris yang kompeten buat Zafa" tolak Jira kekeh.


Tristan menghembuskan nafas kasar, lalu menatap Zafa memohon bantuan dengan ekspresi sedih dan puppy ayes nya.


"ekhem... bisa gue ngomong sama Tristan berdua dulu" tanya Zafa pada Jira


Jira melongos kesal pada Tristan.


Zafa dan Tristan menuju ruang kerja Tristan.


"maksud lo apa, minta Jira jadi sekretaris gue sama papa" tanya Zafa marah


"nggak ada maksud apa-apa.gue emang lagi kepepet harus pergi secepatnya karena gue udah dapat informasi tentang salah satu anak buah gumalang" jelas Tristan


"maksud lo? "

__ADS_1


Tristan memberikan sebuah map pada Zafa. lalu Zafa mulai membalik dan membaca beberapa kertas yang ada di dalam map hijau itu.


"ini udah semuanya? " tanya Zafa serius


"udah bos. setelah kematian Gumalang beberapa anak buahnya ada yang bekerja dengan pebisnis lainnya. tapi ada juga yang berkhianat saat Gumalang masih hidup lalu saat ini mereka bekerja dengan adik tirinya Gumalang. dan ada satu bos namanya Jhoni purnama. saat kematian Gumalang ia menghilang bersama putri Gumalang. selebihnya mereka sudah meninggal. " jelas Tristan panjang kali lebar.


Zafa mengangguk. "jadi tugas lo sekarang cari Jhoni purnama. dia satu-satunya petunjuk meskipun kita nggak tau dia masih hidup atau nggak. yang pasti cari dia kalaupun harus menemukan makamnya" titah Zafa


"maka dari itu bos, kalau bisa secepatnya gue bakalan pergi buat cari Gumalang dan gue nggak ada waktu untuk nunggu sampai lo nemu sekretaris yang berpengalaman, makanya gue minta Jira yang jadi sekretaris lo, biar gue bisa berangkat besok"


"terus? "


Zafa menatap Tristan tajam


"lo nggak perlu ngelak deh, dan lo juga nggak perlu tau gue tau dari mana Jira juga punya rasa sama lo. kita kenal itu bukan satu atau dua tahun fa. kita itu besar sama-sama.gue tau lo dan lo tau gue. jadi mending lo buka hati buat Jira. jangan terlalu menutup diri sama cewek fa. Jira itu gadis yang baik nggak seperti cewek lain yang mencoba dekatin lo.

__ADS_1


Zafa menghembuskan nafas kasar. "terus gue harus gimana? "


"jalanin aja, beri kesempatan buat lo sama jira untuk saling mengenal dan dekat. dan lo juga jangan terlalu dingin dan kaku sama dia.gue lihat dia kadang suka ngajak lo ngobrol tapi lo terlalu cuek. itu yang bikin Jira takut untuk dekat sama lo, dia takut kecewa"


"berapa lama lo pergi?" tanya Zafa


"4 bulan! "


"4 bulan" pekik Zafa. "ngak bisa, kenapa selama itu, lo mau kerja apa liburan? "


"ok 3 bulan. selama itu lo coba dekat dengan Jira dan gue juga akan usaha untuk cari Jhoni. tapi gue nggak janji bisa menemukan dia. nggak gampang buat menemukan seorang Jhoni purnama.


"deal" jawab Zafa setuju menjabat tangan Tristan


"inggat pesan gue, kalau lo yakin sama perasaan lo langsung lamar. nggak usah pacaran, umur lo udah nggak pantas lagi pacaran kayak ABG" saran Tristan

__ADS_1


"ia, bawel banget lo kayak mama, jangan-jangan ini juga ide mama? " tebak Zafa


"hehehe... so pasti lah, kalau gue nggak minta bantuan mama, mana mungkin papa bakalan gerak cepat" jelas Tristan cengengesan


__ADS_2