
"mau apa lo hah" hardik Jira melepaskan tangan Miko dari dagunya.
"gue akan mencicipi tubuh lo ini" jawab Miko dengan tatapan penuh nafsu.
"kurang ajar lo. pergi dari rumah gue" usir Jira sekuat tenaga mendorong tubuh Miko.
namun kekuatan laki-laki yang sudah di kuasai amarah, emosi serta alkohol itu lebih kuat dibandingkan Jira. ia di tarik paksa oleh Miko kedalam kamar, dihempaskan nya gadis itu di atas kasur. Jira pun bangkit dan beringsut mundur hingga tersandar di kepala tempat tidur.
"jangan gini Miko, kita bisa bicarakan baik-baik" kata Jira dengan tubuh gemetar. namun pria itu tak mendengarkan Jira. malahan Miko merangkak naik ke atas kasur dan menarik kaki Jira. membuat gadis itu telentang. Miko ******* kasar bibir merah muda Jira. sekuat tenaga Jira mendorong tubuh Miko menjauh darinya.
namun Miko malah menahan tangan Jira keatas kepala, membuat dadanya terbusung.Miko mulai meremas sebelah p******a Jira di balik baju tidur hitam berbahan satin itu.Jira merasa jijik dengan sentuhan Miko.dalam kepalanya nya Jira memikirkan cara agar ia bisa lepas dan kabur saat ini juga sebelum semuanya benar-benar terjadi.
teriak? percuma, karena kawasan perumahan tempat Jira tinggal merupakan kawasan yang masih baru dan pastinya masih sepi. apalagi rumah di samping belum berpenghuni.
Jira terus melawan Miko sekuat tenaga. tapi Jira kalah dengan kekuatan Miko yang terus mengukung tubuhnya. dan Miko terus menjalankan aksinya ia mulai m*****m leher jenjang Jira lalu m******p kasar leher putih mulus itu meninggalkan tanda merah di sana."ini adalah tanda bahwa lo adalah milik gue" kata Miko menatap Jira tajam.
Jira hanya bisa berdoa dalam hati, semoga tuhan mengirim seseorang untuk datang menolongnya.Jira mencoba melawan dengan mengigit telinga Miko.
"aaaarrrgghhh.... " erang Miko memegang telinganya. "kurang ajar" umpat Miko.
pppllaakk... tamparan yang keras dan kuat diterima Jira di pipi mulusnya dan mengeluarkan cairan merah dari sudut bibir.
"jangan sentuh gue please " mohon Jira bersimpuh dan menyatukan telapak tangannya meneteskan air mata."lo bisa dapat uang yang banyak dengan membawa gue sebagai bukti pada orang itu.tapi tolong jangan perlakukan gue seperti ini" sambungnya lagi.
"hahaha... lo pikir mereka akan percaya sama gue!?. tapi untuk sekarang gue nggak tertarik sama uang karena gue lebih tertarik pada tubuh lo" kata Miko dengan aura penuh nafsu bejat.
__ADS_1
Miko merobek sebagian baju tidur Jira untuk mengikat mulut gadis itu agar tak kembali mengigit dan bersuara.
"levasin we "(lepasin gue) kata Jira tak jelas karena mulutnya sudah tersumpal.
Miko terus melakukan aksi bejatnya menelusuri dada Jira yang sedikit terbuka. ia tak menghiraukan Jira yang terus berontak dan memukulnya.ketika Miko bangkit untuk membuka bajunya. Jira langsung menendang Miko sekuat tenaga karena ini satu-satunya kesempatan untuk kabur pikir Jira.
laki-laki itu jatuh tersungkur dari atas kasur. Jira segera berlari keluar kamar menuju pintu rumahnya. tapi sial pintu itu sudah dikunci Miko sebelumnya.
"mau lari kemana lo? lo nggak akan bisa kabur dari gue. karena selamanya lo milik gue!" kata Miko senang karena Jira tak bisa kabur darinya.
Jira menangis sesegukan memohon pada Miko untuk melepaskannya."levas in we iko"(lepasin gue Miko) kata Jira tak jelas.tapi Miko malah menjambak rambut panjang Jira. "aaaarrrggg... " erang Jira memegang kepalanya karena terasa sakit.
...🦴🦴🦴🦴🦴...
tut... tut.. tut... bunyi sambungan telpon saat Zafa menghubungi ponsel Jira. tapi Zafa malah mendengar dering ponsel Jira dari dalam mobilnya. Zafa menepikan mobil sport miliknya lalu mencoba mencari ponsel itu. akhirnya ia menemukan telpon genggam Jira di bawah bangku penumpang.
"yah, ponselnya ketinggalan. pasti jatuh saat Jira turun" gumam Zafa. "antar balik nggak ya" pikir Zafa.
setelah menimang-nimang Zafa memutuskan untuk balik mengantar ponsel Jira. "ntar kalau tidur gue kangen gimana, kan biasanya tidur bareng. mending gue antar aja ponselnya biar VC nanti pas tidur" kata Zafa memutar kembali mobil menuju rumah kontrakan calon istrinya.
...🍕🍕🍕🍕🍕...
Miko menarik paksa rambut Jira menuju kamar mandi."kurang ajar lo, beraninya lo ngelawan gue" geram Miko lalu membenamkan kepala Jira kedalam bak mandi. Jira berontak karena susah bernafas. dirasa gadis itu kehabisan nafas Miko mengangkat kepala Jira membiarkan gadis itu mengambil oksigen untuk bernafas.
"hah...hah...hah..."sesak nafas Jira merebut oksigen.lalu Miko kembali membenamkan kepala Jira kedalam bak mandi.berkali-kali Miko melakukan itu pada Jira sampai gadis itu lemas tak berdaya karena kehabisan oksigen."uhuk... uhuk... uhuk.. "jira terbatuk-batuk karena menghirup air.
__ADS_1
"itu akibat karena lo berani menolak gue" kata Miko menarik rambut Jira untuk berdiri dan kembali keatas kasur. namun Jira tak kehilangan akal untuk melawan Miko.saat berjalan di tarik Miko diambilnya vas bunga keramik diatas meja riasnya, lalu dipukulkan ke kepala Miko di bagian belakang. Miko sempat oleng dan kepalanya mengeluarkan darah.
tak sempat Jira berlari menuju pintu luar. Miko berhasil menangkapnya dari belakang. "kelewatan lo ya" geram Miko mencekik Jira. karena penuh amarah serta emosi dan akibat pengaruh alkohol Miko membenturkan kepala Jira kedinding. gadis itu terhuyung merasakan pusing di kepalanya. Jira memegang kepalanya yang sakit terasa darah segar mengalir di atas dahinya.
"lo nggak akan bisa lepas dari gue dan nggak akan gue lepaskan" bentak Miko dengan mata terbelalak.
Jira memohon dan bersimpuh di kaki Miko. "olong jagan egini iko" (tolong jangan begini Miko)tangis Jira memohon tak jelas.
ppplllaakk... Miko menampar kembali pipi Jira.
"jangan pernah harap, dan jangan pernah berfikir lo bisa bersama pria itu" geram Miko meremas dagu Jira.
Jira hanya bisa menangis sesegukan. meratapi nasibnya malam ini akan benar-benar habis di tangan Miko. dan pastinya Zafa akan mencampakkan dirinya. apa Jira akan sanggup untuk itu? Pastinya Tidak! Jira akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa lepas dan kabur dari Miko.
Jira kembali mendaratkan pukulannya pada Miko.
"kuang ajar" geram Jira tak jelas. tapi tangan Jira di tahan dan di cengkram kuat oleh Miko."lo masih berani ngelawan gue? " ancam Miko menampar Jira lagi dan gadis itu tersungkur di atas lantai.
"jangan pikir lo bisa ngelawan gue" ancam Miko merobek kembali baju tidur Jira dan mengikat tangan gadis itu kebelakang. "sekarang lo nggak bisa pukul gue" kata Miko senang.
Miko membantu Jira bangkit dan duduk di atas lantai bersandar pada dinding kamar.Miko merobek baju tidur Jira bagian dada. tampaklah buah d**a Jira yang hanya tertutup bra hitam.mata Miko tampak penuh dengan nafsu yang tak lagi bisa ia tahan.Miko benar-benar kehilangan akal sehatnya saat ini. apalagi karena cintanya yang di tolak Jira membuat Miko menghalalkan segala cara agar gadis pujaannya tak jatuh ketangan pria lain.
Miko m*****s buah d**a jira. jira hanya menangis dan jijik saat Miko bermain dan menikmati bagian tubuhnya itu.bagian yang akan diberikannya pada suaminya nanti yaitu Zafa. bahkan Zafa sangat menjaga dirinya meski mereka telah tidur bersama. tapi Zafa tak pernah menyentuh Jira sebelum halal dan sah menjadi istrinya, selain mencium bibir manis milik Jira.
Jira mencoba berdiri melihat Miko yang tengah asik mencium tubuhnya bagian atas. tanpa sadar Miko mengikuti gerakan Jira yang mencoba berdiri dengan menggesekkan punggungnya di dinding. Miko ikut berdiri dan mengurung Jira dengan tangannya yang bertumpu pada dinding.
__ADS_1