
merasa memiliki kesempatan,dikumpulkan seluruh tenaganya yang masih tersisa.Jira menendang ************ Miko. tepat mengenai barang berharga milik Miko.
"aaaarrrggghhh.... " erang Miko kesakitan tergolek memegang barangnya.
Jira bergegas berlari kearah jendela. satu-satunya jalan keluar karena pintu sudah dikunci Miko tangannya pun terikat kebelakang. tanpa pikir panjang Jira menendang kaca jendela persegi panjang itu. meski tak terlalu lebar tapi cukup untuk tubuh rampingnya. ia berusaha keluar dari jendela, tubuhnya tergores pecahan kaca yang masih menempel di bingkai jendela.
setengah badannya sudah berada di luar rumah. tapi Miko kembali menarik kaki Jira yang masih tertinggal didalam rumah.Jira berusaha menarik kakinya.meski lengan,dada,punggung, paha dan kakinya terluka dan mengeluarkan darah akibat tergores pecahan kaca, Jira tak peduli sama sekali. meski sakit Jira akan menahannya agar ia bisa lepas dan lari dari Miko saat ini pikir Jira.
"levasin aki we" (lepasin kaki gue) ucap Jira tak jelas menangis dan berontak.
"kembali lo" teriak Miko menarik Jira dalam posisi tersungkur menahan sakit di bawah sana."jangan pikir lo bisa kabur" pekik Miko."aaarrrggghhh... sial barang gue sakit banget lagi" kesal Miko.
dengan sekuat tenaga Jira menarik paksa kakinya. akhirnya Jira berhasil melepaskan kakinya dari cengkraman Miko. ia segera berlari ke arah jalanan perumahan. berharap akan ada mobil atau orang lewat yang akan menolongnya.
Jira terus berlari di tengah jalan dengan menyeret satu kakinya yang terasa sakit dan terus mengeluarkan darah. Jira juga menangis ketakutan sesekali melihat kebelakang takut kalau Miko dapat mengejarnya.Jira pun melihat sebuah mobil dari arah kejauahan melaju ke arahnya.
dengan susah payah Jira berlari meski tak sanggup lagi dan kakinya terasa semakin sakit ia berusaha untuk menghadang mobil itu.
Cccciitttt... bunyi ban berdecit saat Zafa mengerem mendadak mobilnya kala ada seseorang menghadang jalan.
Zafa kaget melihat seorang wanita menghadang mobilnya. penampilan yang acak-acakan.mulut dan tangan yang terikat, bajunya yang sudah tak utuh lagi bahkan sudah terbuka separuh menampakkan bagian dada yang terbungkus bra hitam. serta beberapa luka sayatan yang terus mengeluarkan darah.
Zafa turun dari dalam mobil. menghampiri wanita malang yang sudah terduduk di atas aspal. Zafa sama sekali tak mengenali wanita itu karena separuh wajahnya berlumuran darah dari luka yang ada di kepala.
"kamu kenapa?" tanya Zafa khawatir. "apa yang terjadi?" tanya Zafa lagi berjalan kearah Jira.
nafas Jira terengah-engah dan mulutnya yang terikat membuat ucapannya tak jelas. Zafa pun melepaskan ikatan mulut Jira.
"hah... hah... hah...to... ha... lo... ha... long a... ku..ha....Zafa" kata Jira lirih tak berdaya.
Zafa kaget karena wanita yang tampak mengerikan itu mengenal dirinya. kemudian Zafa merapikan rambut wanita itu dan menatapnya lekat. "Jira" pekik Zafa tak percaya. dan Jira pun hanya mampu mengangguk lemah.
"kamu benaran Jira?" tanya Zafa meyakinkan.Zafa memeluk erat wanita itu. ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Jira pun pingsan dalam pelukan Zafa
__ADS_1
"sayang... jira... panggil Zafa menepuk pipi Jira.
perasaan cemas dan khawatir Zafa mengangkat tubuh yang penuh luka itu masuk kedalam mobilnya. ia memacu cepat mobil sport hitamnya membelah jalan raya tanpa peduli pada kendaraan lain di depan.
" sayang...bertahan ya! sebentar lagi kita sampai dirumah sakit" kata Zafa cemas
Zafa geram bukan main ia memukul stir mobilnya meluapkan amarah.ia menyesal karena sudah meninggalkan Jira di sana sendiri. "brengsek" umpat Zafa
banyak pertanyaan yang muncul dibenak Zafa
apa yang terjadi pada calon istrinya?
siapa yang melakukan ini pada Jira?
apa motifnya?
tapi kini nyawa Jira yang paling utama. Zafa rasanya tak sanggup melihat keadaan Jira saat ini dan Zafa sangat takut jika ia akan kehilangan wanita yang dicintainya.
para dokter dan perawat yang melihatnya langsung membawa brankar kearahnya dan dengan cepat pula Zafa meletakkan tubuh Jira disana. dia juga mengikuti para dokter dan perawat sampai di depan UGD.
"ada apa ini Zafa?" tanya Riko dokter muda yang bertugas malam di sana dan juga sepupu jauh Zafa.
"tolong selamatin calon istri gue" mohon Zafa dengan raut wajah cemas menuju ruang UGD.
didepan ruang UGD Zafa dilarang masuk oleh suster. ia hanya bisa mengantar dan menunggu sampai disana.Zafa berdiri dengan perasaan cemas dan khawatir. sesekali ia mengepalkan tangannya membuat buku-buku jarinya menonjol. lalu memukul dinding rumah sakit meluapkan amarahnya di sana.
"aaaaarrrggghhh.... " erang Zafa menjambak rambutnya."siapa yang berani melukai calon istrinya" pikir Zafa mondar-mandir di depan UGD
tiba-tiba ponselnya berdering. panggilan masuk dari mama Fanya
📱hallo ma...
📱kamu dimana sayang kok belum pulang...?
__ADS_1
📱aku dirumah sakit mah, jira masuk rumah sakit...
📱kok bisa? mama sama papa kesana ya...
📱kalau bisa tolong bawa baju ganti untuk aku ma, dan tolong hubungi toni untuk kesini segera...
kata Zafa mengakhiri pembicaraan itu. 1 jam Zafa menunggu dengan perasaan yang harap-harap cemas tentang kondisi Jira. Fanya dan Zavier juga sudah ada di sana mereka juga sudah mendengar cerita dari Zafa kenapa calon menantu mereka bisa masuk rumah sakit.
"Toni gue mau lo kerumah Jira bawa beberapa anak-anak lainnya. selidiki apa yang terjadi disana" titah Zafa dingin.
"baik bos! apa perlu kita lapor polisi? " tanya Toni memastikan
Zafa menggeleng "untuk saat ini biar kita yang menyelidiki".
Toni langsung berangkat melaksanakan perintah dari bosnya itu. ya Zafa dan Tristan memang memiliki banyak anak buah mata-mata untuk menjaga keamanan keluarganya karena dulu Zavier Farjana sempat memiliki musuh yang mau membunuhnya. sejak saat itu Zafa dan Tristan mulai membuka usaha di bidang keamanan tripel A.
2 jam menunggu dokter Riko pun keluar dari ruang UGD.
ceklek...
"bagaimana kondisi jira?" tanya Zafa menghampiri Riko
"bisa kita bicara sebentar" ajak Riko membawa Zafa keruangan nya.
Zafa mengangguk "mam aku titip Jira ya, tolong jaga Jira" pinta Zafa sendu dan langsung disanggupi Fanya.
Zafa mengikuti dokter Riko berjalan menuju ruang kerjanya.
"baik saya akan jelaskan" kata Riko menampilkan hasil rontgen dan ST scan dari Jira pada layar di belakang mejanya.
"untuk luka di kepala bagian depan sepertinya akibat benturan keras, menyebabkan geger otak ringan. tapi hanya bersifat sementara dan dapat pulih total" jelas Riko
Zafa mendengarkan dengan serius tentang kondisi calon istrinya itu.
__ADS_1