Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 75


__ADS_3

masih lemas dan seluruh badannya terasa pegal. Jira duduk menyandar dengan tumpukan bantal di atas kasur.


"suapin" rengek Jira manja menutup tubuh polosnya dengan selimut.


Zafa tersenyum "aaa... " kata Zafa mengajak Jira membuka mulut."maaf ya semalam, kamu jadi capek gini" pintanya.


"nggak apa-apa sayang. aku senang akhirnya bisa melayani kamu" jawab Jira sambil mengunyah makanan.


"terimakasih! oh iya ini" kata Zafa memberikan buket bunga pada Jira.


"wwwaahh...cantik sekali dan hhuumm... wangi" jelas Jira senang.


"itu sebagai tanda ucapan selamat dari aku karena kamu sudah sembuh dari trauma" terang Zafa kembali menyuapi istrinya.


"makasih ya sayang.aku suka" Jira memeluk buket bunga itu.


"aku juga beli beberapa camilan untuk kamu biar nggak bosan di kamar.makan lagi yuk, isi tenaga dulu. nanti malam aku mau gulat lagi" goda Zafa menaik turunkan alisnya.


"aaaa.... nggak mau, aku masih capek"


"hahahaha.... " tawa Zafa menggema di kamar hotel.


Jira kembali memilih untuk melanjutkan tidurnya siang itu dan di ikuti Zafa.mereka memang tak melanjutkan acar jalan-jalan lagi karena masih sangat lelah dan tidur adalah pilihan terbaik saat ini untuk memulihkan tenaga.


mereka terbangun kembali saat jam 8 malam. itu pun karena cacing di perut sudah berontak minta makan.Zafa memilih untuk makan di kamar saja. ia tak mengizinkan sang istri untuk turun dari atas kasur.


"besok hari terakhir kita disini kan?" tanya Jira sambil minum susu coklat pesanannya.


"ia,masih mau jalan-jalan?" tanya Zafa yang sedang memeriksa ponselnya.


"aku mau ke pantai"


"boleh tapi agak sore, biar bisa lihat sunset" jawab Zafa mulai membuka baju dan celananya.


"eh...eh...kamu ngapain?" tanya Jira menutup dirinya yang masih polos dengan selimut. ya dari semalam Jira tak memakai baju lagi sehabis mandi bahkan saat makan siang Zafa tak mengizinkannya turun dari kasur, saat ia ingin ke toilet Zafa akan menggendongnya dan kembali meletakkan dirinya di atas kasur. juga malam ini Jira menikmati makan malamnya di atas kasur.


"mau gulat lagi sayang" jawab Zafa yang sudah berada di atas tubuh Jira. "kamu harus bayar karena sebulan belakangan aku harus menahannya dan berakhir di kamar mandi" kata Zafa tepat di wajah istrinya.

__ADS_1


"aaa... ZAFA" pekik Jira.


Zafa kembali menunggangi istrinya. tanpa rasa puas Zafa menikmati tubuh Jira menuju surga dunia. Jira hanya pasrah karena tak sanggup menolak saat kabut gairah menguasai suaminya yang perkasa itu.malam yang panjang bagi Jira karena Zafa tak henti-hentinya meluapkan nafsu yang sudah di tahannya selama ini.


pukul 3 dini hari Zafa menyudahi pergulatan di atas kasur itu.Jika bukan karena ponselnya yang terus berdering, ia pastinya akan terus menggempur Jira sampai subuh.


"cup... tidur lah! maaf sudah membuat mu lelah" kata Zafa lembut membaringkan Jira di atas kasur setelah mereka mandi bersama.


Jira hanya mengangguk lemah. dengan cepat ia pun langsung tertidur. mengistirahatkan badan yang remuk seperti sudah melakukan pekerjaan berat.


Zafa berdiri di balkon kamarnya. memeriksa siapa penganggu yang terus menelponnya dari tadi.


📱hallo... ada apa lo telpon gue...


📱lagi ngapain sih lo, 10 kali gue hubungin lo nggak di angkat, chat gue juga nggak dibaca...


📱gue lagi tempur...


📱tempur? sama siapa...?


📱sama bini gue lah, masak sama guling...


📱terus ngapain lo telpon gue, ganggu aja tau nggak lo...


📱gue udah berhasil tangkap Miko, sekarang di markas di jaga anak buah kita...


📱bagus, besok gue langsung pulang mau hajar bajingan itu...


📱baik, akan gue urus kepulangan lo...


mereka mengakhiri percakapan itu. Zafa tersenyum senang. ia tak sabar untuk segera menghajar Miko habis-habisan.membalas apa yang sudah dilakukan pria itu pada istrinya. Zafa masih berdiri di depan balkon kamar hotel sambil menikmati segelas minuman yang dipesannya tadi saat mereka makan malam. membiarkan dada bidangnya di terpa angin yang dapat menyejukkan setelah menikmati malam yang begitu panas bersama sang istri.


pukul 8 pagi Zafa sudah bangun. mulai merapikan barang-barang dan juga pakaian mereka menatanya kedalam koper. sengaja belum membangunkan Jira karena istrinya masih tampak lelah saat sedang tidur.merasa semuanya sudah beres dikemasnya. Zafa membersihkan dirinya.


Tristan sudah mengatur kepulangan Zafa dan Jira. siang ini mereka akan kembali ke kota J menggunakan pesawat pribadi.


balik dari kamar mandi Zafa membangunkan Jira agar bersiap untuk kepulangan.

__ADS_1


"muach... muach... muach... " Zafa mengecup seluruh wajah istrinya. merasa terusik Jira mulai bagun dari tidurnya. "bangun sayang".


" hhhmm.... " lenguh Jira meregangkan badannya.


"good morning" sapa Zafa kala Jira sudah membuka mata.


"morning"


"bangun dan mandi kita akan pulang sekarang" jelas Zafa.


"kenapa?"


"Tristan semalam telpon. dia membutuhkan bantuan aku untuk mengurus pekerjaan" terang Zafa.


"yah... nggak jadi kepantai dong" sungut Jira menurunkan bahunya.


"maaf, tapi nanti kita honeymoon lagi ya, kamu mau ke Bali?" tanya Zafa.


"mau!"


Zafa tersenyum "nanti aku minta Tristan mengaturnya. sekarang kamu mandi dulu aku mau pakai baju".


Jira mengangguk setuju. lalu ia menyibak selimut untuk turun dari ranjang menuju kamar mandi.


ia terhenti kala melihat pantulan dirinya di cermin meja rias.


" aaaaa...... " pekik Jira.


Zafa yang sedang memakai baju terperanjat mendengar pekikan sang istri ia segera menghampirinya.


"ada apa sayang?" tanya Zafa khawatir.


"yyyaaammmpppun... Zafa kamu apain aku? lihat...!" Jira menelisik seluruh tubuh polosnya di depan cermin. "merah dan biru semua" pekik Jira.


"hahahaha... kamu bikin aku khawatir tau nggak" tawa Zafa. "aku pikir kamu jatuh di kamar mandi".


" Zafa, ih... sebel. lihat ini leher, dada, punggung aku sampai paha kenapa bisa begini?" heran Jira menggeleng tak percaya.

__ADS_1


"maaf honey! aku gemes sama kamu karena udah nahan lama, jadinya gini deh" jelas Zafa memeluk Jira. "udah sana mandi nanti aku nafsu lagi buat makan kamu" sambungnya melepas pelukan.


Jira memukul dada Zafa "awas ya! ntar aku laporin kamu karena kekerasan seksual" ancam Jira meninggalkan Zafa yang tersenyum senang karena menggoda sang istri.


__ADS_2