Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 51


__ADS_3

di ruang disain Jira disambut dengan meriah oleh rekan kerjanya atas kembalinya Jira disana.


"ya ampun kalian sampai beli tumpeng segala, kayak syukuran aja" kata Jira terharu.


"kita emang syukuran karena miss Jira balik jadi kepala disain lagi dan kepala disain baru itu dipecat" kata Banyu senang.


"tapi aku belum bisa sepenuhnya bekerja di sini karena aku masih jadi sekretaris Zafa. aku kesini cuma untuk bantu-bantu kalian" jelas Jira. "untuk sementara aku akan minta Andika yang memimpin".


" lo serius ra?" tanya Andika tak percaya.


Jira mengangguk. "aku yakin kamu bisa, tapi nanti pastinya aku akan bantu dan bimbing kamu juga kalian semua".


" lalu sekarang kita mulai dari mana?" tanya Siska


"aku udah minta sama Lila untuk atur jadwal meeting dengan klien. jadi kamu dampingi Andika untuk meeting hari ini sesuai jadwal. usahakan semua kembali ke konsep awal kita agar miss komunikasi yang terjadi tidak semakin memperparah keadaan saat ini. dan pastikan proyek itu berjalan kembali. kalau kalian menemukan kendala baru aku akan turun lapangan" jelas Jira memulai meeting pagi itu dengan rekan kerjanya di meja bundar tempat biasa mereka berkumpul.


"baik kak. semua jadwal sudah aku atur mas Dika sama mbak Siska tinggal mempersiapkan bahan-bahan untuk meeting" kata Lila.


Jira mengangguk paham. "ok lalu untuk proyek besar kita yang sudah tolak itu apa mereka mau di ajak kembali untuk bertemu? " tanya Jira khawatir


"aku sudah kirim permintaan maaf kak, dan juga sudah mengatur waktu untuk membicarakan ulang karena sebenarnya kita masih punya waktu karena proyek ini gagal sebelum tanda tangan kontrak" terang Lila


"baik kerja yang bagus, lalu apa sudah ada tanggapan dari mereka?


"sampai sekarang belum! " kata Lila sedih.


"nggak apa-apa kita harus semangat. yakin kalau kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan keadaan seperti semula" kata Jira memberi semangat pada kawan-kawannya.


"ok Dika, Siska silahkan kalian bersiap untuk meeting hari ini. aku yakin kalian bisa" kata Jira parcaya pada 2 rekan kerjanya.


"gue gugup ra gue takut sampai gagal" gusar Andika


"kalau belum dicoba belum tentu bisa. ayolah Dika lo udah sering ikut gue meeting dan gue yakin lo udah bisa gue lepas. dan juga akan ada Siska, pasti kalian bisa" kata Jira lagi menenangkan dan memberi semangat.


"miss Jira ini ada surat dari HRD kalau akan ada anak magang di sini. apa miss Jira akan terima atau tidak. karena bagian HRD memutuskan untuk menolak tapi mereka kasih kita kesempatan apa butuh tambahan tenaga karena kita lagi dalam masalah" terang Banyu memberikan secarik kertas


Jira membaca isi dalam kertas itu. lalu ia mengangguk tau keputusan apa yang akan di ambilnya untuk anak-anak magang.

__ADS_1


"bilang sama HRD kita ambil 2 anak magang. apalagi bidang mereka sangat membantu kita saat ini. dan usahakan mereka masuk secepatnya untuk membatu kamu dan Lila. karena pastinya Andika dan Siska akan sibuk di lapangan" jelas Jira yakin.


"sayang... " panggil Zafa yang tiba- tiba langsung masuk.


"ya" balas Jira memutar tubuhnya menghadap Zafa


"aku mau pergi meeting, tapi ponsel sama tas kamu masih ketinggalan di meja kerja" kata Zafa memberikan ponsel dan tas calon istrinya.


"ah ia aku lupa" sesal Jira menepuk jidatnya.


"aku berangkat ya sama Toni.jangan terlalu dipaksa kerjanya dan jangan telat makan siang. nanti pulang aku jemput soalnya aku masih ada meeting di tempat lain" jelas Zafa memperhatikan beberapa tumpukan kertas dan dokumen di atas meja.


"hhmm... hati-hati. terimakasih udah antar ponsel aku"balas Jira.


" nggak masalah.nanti aku juga yang repot hubungin kamu kalau ponselnya ketinggalan. dan pastinya kamu nggak sadar udah sibuk sama pekerjaan. aku pergi ya" pamit Zafa dan cup... Zafa mengecup puncak kepala Jira.


"fokus pada kerjaan kalian" kata Zafa dingin pada rekan kerja Jira lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dan juga anak buahnya yang menatap penuh tanya pada punggung Zafa.


jangan ditanya bagaimana ekspresi dari Andika, Siska, Banyu dan Lila. pastinya mereka kaget dan bertanya-tanya. bagaimana hubungan Jira dan Zafa sekarang?. lalu sejak kapan CEO yang dingin cuek dan datar itu banyak bicara sedangkan selama ini dia sangat irit kata-kata.lalu tersenyum dan bersikap manis!? ah rasanya itu bukan pak Zafa yang mereka kenal. tapi mereka tak salah lihat.


"ekhem... ekhem... " Jira berdehem menyadarkan teman-temannya yang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. "fokus sama kerjaan" kata Jira menirukan Zafa


"aku keruangan HRD dulu" pamit Banyu tergesa-gesa.


"aku cek e-mail" sambung Lila


"hahaha... kalian kenapa sih kok wajahnya jadi pada tegang?" tanya Jira tertawa.


"ada pacarnya pak bos kita takut" jawab Lila


"pacar? mana?" tanya Jira melihat kiri dan kanan.


"ih jangan pura-pura nggak tau deh miss" rengek Banyu kesal.


"siapa yang bilang kalau aku pacarnya?" tanya Jira mengerutkan dahi.


"terus apalagi kalau bukan pacaran udah sayang-sayangan" timpal Siska.

__ADS_1


"aku emang nggak pacaran sama Zafa" tarang Jira


"terus?" tanya mereka ber 4 serempak


"calon istri" jawab Jira santai.


"apa?" pekik mereka bersama.


"ssssuutt... jangan keras-keras, ntar kedengaran yang lain" bisik Jira menempelkan jari telunjuk di bibir."aku sengaja kasih tau kalian, karena kalian semua teman-teman aku. aku cuma pengen berbagi kabar bahagia! ".


" tuh kan malah makin berat. yuk kerja yuk" kata Banyu membubarkan teman-temannya.


"eh kalian nggak asik ya, bukannya ngucapin selamat malah pergi"umpat Jira kesal.


mereka pun satu persatu memeluk Jira dan mengucapkan selamat. memang Jira sudah menganggap rekan kerjanya itu seperti keluarga makanya Jira nyaman untuk berbagi cerita bersama mereka.


" jadi kapan resminya bakal jadi bu bos? tanya Banyu


"kata Zafa 1 bulan lagi, tapi kayaknya harus di undur deh soalnya Tristan belum pulang. dan divisi kita sedang ada masalah" jelas Jira


"kami doa kan semoga berjalan lancar sampai hari H. dan juga semoga pekerjaan kita cepat beres dan terkendali secepatnya" harap Siska dan "AMIN" sambung yang lainnya.


"yuk kita balik kerja" ajak Banyu.


Jira sedang sibuk dimeja kerjanya. tiba- tiba ponsel Jira berdering ...


📱hallo... ia miko...


📱kita ketemuan ya sore ini...


📱maaf miko aku nggak bisa, soalnya lagi sibuk atur ulang jadwal pak Zafa. karena 2 hari kemaren beliau cuti sakit...


📱kalau besok...


📱maaf miko untuk beberapa hari kedepan aku benar-benar sibuk. ditambah rekan kerja aku di bagian disain membutuhkan bantuan aku...


📱baik lah. kamu jangan lupa makan siang dan juga istirahat. jangan terlalu memaksa bekerja jika lelah..

__ADS_1


📱ia terimakasih. aku tutup telponnya...


kesibukan Jira saat ini memang bisa jadi alasan untuk menghindari Miko.karena Jira memang ingin mulai menjaga Jarak dari mantan kekasih yang masih mengharapkannya untuk kembali. di tambah dalam waktu dekat ia akan menjadi seorang istri. Jira tak mau nanti setelah menikah Miko masih saja datang menemuinya. pastinya itu tidak akan baik meski Jira hanya menganggap Miko sebagai teman takutnya nanti akan timbul fitnah.


__ADS_2