
Jira mengembangkan senyum diwajahnya.
"sudah siap?" tanya bu Arsy memastikan.
Jira mengangguk lalu menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan. menormalkan perasaan dan detak jantungnya yang terus berpacu memompa darah lebih cepat dari biasanya.
"ayo kita kepelaminan" ajak bu Arsy menuntun Jira keluar berjalan di atas karpet bertaburan bunga. seluruh mata tamu undangan menatap wanita cantik yang berjalan anggun dengan kebaya putih yang melekat sempurna di tubuh rampingnya.
Zafa juga menatap kagum kecantikan calon istrinya yang kini sudah duduk di kursi sebelah dirinya. "aku terpesona" bisik Zafa ditelinga Jira. dan dibalas cubitan kecil di pinggang Zafa oleh Jira sambil mengulum senyum.
Mereka berdua sudah duduk berhadapan dengan penghulu dan wali nikah Jira yang di berikan pada kang Deden karena Jira sudah tak memiliki keluarga kandung lainnya.serta para saksi dari pihak laki-laki dan perempuan.
Zafa menyambut uluran tangan pak penghulu. "sudah siap?" tanya pak penghulu. Zafa mengangguk mantap dan yakin lalu mendengarkan dengan seksama perkataan penghulu hingga pria itu menyentak kan tangannya.
"saya terima nikah dan kawinnya Jira Falina Putri binti surya gumala dengan mas kawin 1 unit griya tawang dan isinya dibayar tunai" ucap Zafa lantang dengan sekali tarikan nafas.
"SAH.... SAH" seru para saksi dan juga para tamu undangan.
"alhamdulillah" ucap Zafa dan Jira bersamaan mengucap rasa syukur seraya mengusap kedua telapak tangannya ke wajah.lalu Jira menyambut uluran tangan Zafa mencium punggung tangan suaminya. kemudian Zafa mengusap lembut kepala Jira dan mengecup pelan kening wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
mereka berdua juga saling menyematkan cincin berlian di jari manis lalu menunjukkan pada para tamu dan juga wartawan yang sedang meliput berita bahagia dari anak pengusaha terkenal di kota J.
acara resepsi akan dilakukan nanti malam sekitar jam 8 malam. oleh karena itu mereka semua kembali kekamar untuk istirahat. termasuk pasangan pengantin baru yang akan menjadi raja dan ratu nantinya di pesta mereka.
"sayang, aku langsung mandi ya udah gerah bangat dari tadi" kata Zafa melepas jas pernikahannya.
Jira mengangguk "mau disiapkan kopi?" tanya Jira membersihkan make up di depan meja rias.
"boleh, sekalian makanan. aku belum makan dari tadi saking gugupnya" jelas Zafa memeluk Jira dari belakang.
"hhmm.... udah sana, katanya mau mandi!" usir Jira mendorong Zafa.
"hehehe... boleh cicil dulu nggak sekarang?" tanya Zafa menggoda istrinya.
"nanti malam aja aku kasih full" jawab Jira mantap lalu mendorong Zafa untuk segera ke kamar mandi.
__ADS_1
karena para tamu yang diundang sangat banyak,mulai dari rekan bisnis Zavier, teman-teman Zafa juga teman-teman Tristan bahkan teman-teman Jira.belum lagi keluarga mama Fanya dari inggris.usai membersihkan diri dan mengganjal perut Jira dan Zafa memakai waktu yang tersisa untuk istirahat mengumpulkan tenaga. agar nantinya mereka bisa semangat menerima ucapan selamat dari para tamu.
jam 6 sore setelah solat magrib, jira di temani bu Arsy untuk kembali merias diri.sesekali Jira juga di suapi makan oleh ibu panti itu, katanya mengisi tenaga dulu sebelum berdiri di pelaminan.
Jira tampak anggun, glamor nan elegan dalam balutan gaun pengantin bernuansa pale gold. butiran cristal Swarovski tampak menghiasi gaun berpotongan modified a-line dengan long sleev namun terbuka di bagian punggung.
untuk make up Jira tetep kembali memoles wajah cantiknya dengan makeup natural atau blushing bride. sedangkan untuk rambut Jira memilih tatanan cepol dengan rambut berlilit di sisi kanan, head pice keemasan bersulur bunga menjadikannya tak polos.
Zafa tak kalah tampan dan menawan dalam jas berkancing satu yang memiliki rompi. dipadu padankan dengan kemeja putih. sebagai pelengkapnya dasi kupu-kupu dan untuk pemanis ada setangkai bunga disematkan di kelopak jas.
para tamu undangan malam itu menatap kagum dan pana pada kedua pasangan yang tampak serasi malam ini. pria tampan berdarah campuran dengan latar belakang yang menjanjikan sebagai pewaris kerajaan bisnis milik sang ayah. sementara sang istri wanita cantik bak bidadari turun dari langit.
senyum di wajah keduanya tak pernah pudar sejak akad nikah siang tadi. mereka pun di minta oleh para tamu untuk segera menuju lantai dansa dan musik pun mulai mengalun mengiringi dansa pertama mereka malam ini.
...🌹Jhon lagend all of me🌹...
What would i do without your smart mouth
You've got my head spinning, no kidding
I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind?
I'm on your magical mystery ride
And i’m so dizzy, don't know what hit me
But i'll be alright
My head's under water
__ADS_1
But i'm breathing fine
You’re crazy, and i'm out of my mind
Cause all of me love all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me, i'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when i lose, i'm winning
Cause i give you all of me
And you give me all of you, oh
"kamu cantik" puji Zafa tepat didepan wajah istrinya.
Jira hanya tersenyum bahagia.
"kenapa kamu tidak menutupi bekas luka ini" tanya Zafa mengusap punggung istrinya yang terbuka.
"tidak apa-apa, aku hanya ingin menunjukan yang tampak sempurna belum tentu benar-benar sempurna" jelas Jira mengikuti alunan musik bersama Zafa.
"aku suka" bisik Zafa ditelinga Jira.
dansa itu pun di tutup dengan ciuman mesra dari kedua mempelai.Zafa menyudahi ciuman itu dan mereka saling menyatukan kening di iringi sorak sorai dan tepuk tangan para tamu.
"aku sudah tidak sabar pesta ini segera berakhir untuk memakan mu di atas ranjang" bisik Zafa menggoda.
"oh ya? tapi sepertinya kamu harus menunggu lama" balas Jira kembali menggoda Zafa.
__ADS_1
lalu mereka berdua tersenyum kembali menuju pelaminan.menerima ucapan selamat serta doa dari para tamu yang sudah berdatangan dan mulai antri untuk bersalaman dan berfoto dengan pengantin malam ini.
Â